Tampilkan postingan dengan label 1922. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label 1922. Tampilkan semua postingan

Senin, 20 Juli 2026

Dari khazanah Bartele Gallery: Lukisan kuno tentang pemandangan pesawahan di Jawa

(klik untuk memperbesar | @ Bartele Gallery)

Tahun terbit: ~1922
Tahun peristiwa: tahun 1920-an
Tempat terbit: Belanda (?)
Tokoh:
Deskripsi: Lukisan di atas merupakan pemandangan yang sangat khas di Jawa: langit cerah, pegunungan di latar belakang, sawah yang menghampar dengan tanggul dan pematang, pohon asam di perbatasan antara sawah dan jalanan, serta orang-orang yang berteduh di bawah rimbunnya pohon. 
Juru foto/gambar: Jan Christiaan Poortenaar
Sumber / Hak cipta: Bartele Gallery
Catatan: Bartele Gallery adalah sebuah gerai di Hotel Indonesia Kempinksy yang menyediakan barang-barang antik terkait buku, barang cetakan, peta kuno, dsb. Gambar di atas diambil dari laman resmi galeri ini.

Sabtu, 16 Mei 2026

Armada kapal selam KNIL Laut sebelum Perang Dunia II pecah

Kapal selam K-14. K merupakan kepanjangan dari Koloniƫn, untuk menunjukkan bahwa kapal ini dioperasikan di wilayah jajahan. Kode "K" biasanya dicantumkan di bagian lambung (tampak samar terlihat "K XVIII"), sementara di bagian menara hanya tercantum nomernya.
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Tiga kapal selam di latar belakang, dalam proses turun ke bawah permukaan air
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
15 Januari 2021: Sebuah kapal selam merapat di sebuah pelabuhan di Indonesia Timur(?)
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
28 Januari 1922: Kapal selam ("K IV"?) berlabuh di perairan Ambon(?)
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: a.l. 1921, 1922
Tempat: a.l. wilayah timur Nusantara
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Minggu, 14 Januari 2024

Wajah penghuni Hindia-Belanda: Pesta dan perayaan

1926: Sebuah pesta di Bondowoso
(klik untuk memperbesar | © NGA)
28 Januari 1918: Sebuah pesta di Solo
(klik untuk memperbesar | © NGA)
1922: Sebuah perayaan 50 tahun di Solo
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Sebuah perayaan yang dihadiri a.l. oleh warga Belanda, Jawa, dan Tionghoa
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Waktu: a.l. 1918, 1922, 1926
Tempat: Jawa (a.l. Bondowoso, Solo)
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: Studio Promemoria, Bondowoso (foto pertama); Studio L. Keng Meng (foto nomor 2 dan 3)
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan: Studio "L. Keng Meng" juga disebut "L. King Ming" atau "L. King Meng"

Kamis, 15 Juni 2023

Aneka foto dari zaman Belanda karya para juru foto yang belum teridentifikasi (2)

1920-an: Dua wanita Bali dan seorang bocah laki-laki
(klik untuk memperbesar | © NGA)
1920-an: Seorang wanita Bali duduk di jalan menuju perkampungan
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Adegan lain dari foto di atas
(klik untuk memperbesar | © NGA)
1922: Pasar malam di Surabaya
(klik untuk memperbesar | © NGA)
1920: Patung Buddha di Candi Mendut, Magelang
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Waktu: 1920-an (a.l. 1920, 1922)
Tempat: Bali, Magelang, Surabaya
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan:

Sabtu, 22 April 2023

Dari serakan foto-foto karya Thilly Weissenborn

1920-an: Seorang pendeta Hindu Bali
(klik untuk memperbesar | © NGA)
1920-an: Dua bocah Bali di sekitar sebuah patung
(klik untuk memperbesar | © NGA)
1920-an: Pemain gamelan di Gianyar
(klik untuk memperbesar | © NGA)
1922: Pedagang minuman dan nasabahnya
(klik untuk memperbesar | © NGA)
1922: Pesawahan di Priangan (?)
(klik untuk memperbesar | © NGA)
1922: Pesawahan di Priangan (?)
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Waktu: 1920-an (a.l. 1922)
Tempat: Bali (a.l. Gianyar), Jawa Barat
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: Thilly Weissenborn
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan:

Rabu, 14 September 2022

Dari album foto tentang Garut dan sekitarnya karya Thilly Weissenborn, 1922 (3)

PENGANTAR

Thilly Weissenborn merupakan perempuan pertama di Hindia-Belanda yang merintis fotografi profesional. Blog ini meneruskan upaya mengelompokkan karya wanita yang nama aslinya Margarethe Mathilde ini berdasarkan buku atau album sumbernya. Kali ini giliran album Garoet en Oemstreken yang dia publikasikan di tahun 1922 melalui studio foto Lux yang didirikan Thilly di Garut.

Jilid album
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Grand Hotel Ngamplang
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Situ Cangkuang di Leles
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Situ Bagendit di Leles
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Pantai di Cilauteureun (Cikelet, Garut)
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Waktu: 1922 atau sebelumnya
Tempat: Garut
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: Thilly Weissenborn
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan: Terkait foto nomor 2, fotografer Wijnand Kerkhoff memotret Situ Cangkuang dari posisi dan sudut yang hampir sama; lihat posting ini.

Senin, 12 September 2022

Dari album foto tentang Garut dan sekitarnya karya Thilly Weissenborn, 1922 (2)

PENGANTAR

Thilly Weissenborn merupakan perempuan pertama di Hindia-Belanda yang merintis fotografi profesional. Blog ini meneruskan upaya mengelompokkan karya wanita yang nama aslinya Margarethe Mathilde ini berdasarkan buku atau album sumbernya. Kali ini giliran album Garoet en Oemstreken yang dia publikasikan di tahun 1922 melalui studio foto Lux yang didirikan Thilly di Garut.

Jilid album
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Asap belerang di kawah Gunung Papandayan
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Kawah Papandayan difoto dari jarak jauh
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Semburan belerang di Papandayan
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Kawah Kamojang
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Waktu: 1922 atau sebelumnya
Tempat: Garut
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: Thilly Weissenborn
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan:

Sabtu, 10 September 2022

Dari album foto tentang Garut dan sekitarnya karya Thilly Weissenborn, 1922 (1)

PENGANTAR

Thilly Weissenborn merupakan perempuan pertama di Hindia-Belanda yang merintis fotografi profesional. Blog ini meneruskan upaya mengelompokkan karya wanita yang nama aslinya Margarethe Mathilde ini berdasarkan buku atau album sumbernya. Kali ini giliran album Garoet en Oemstreken yang dia publikasikan di tahun 1922 melalui studio foto Lux yang didirikan Thilly di Garut.

Jilid album
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Pesawahan di Cisurupan
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Sebuah rumah (Belanda?) di Cisurupan
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Perkebunan pinus (?) di Cisurupan
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Pemandangan dari puncak Gunung Cikuray
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Waktu: 1922 atau sebelumnya
Tempat: Garut
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: Thilly Weissenborn
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan:

Minggu, 17 Mei 2020

Warisan Kartini: Sekolah Kartini di Bogor (1)

PENGANTAR

(klik untuk memperbesar)
Sejarah Hindia-Belanda menunjukkan bahwa tokoh yang menjadi pahlawan bagi bangsa Indonesia, bagi pihak Belanda saat itu tak lebih dari pemberontak, pembuat onar, penyulut kerusuhan, dsb. Sebaliknya, orang yang diberi tanda jasa oleh Belanda, bagi bangsa Indonesia merupakan pembantai, penjahat perang, kolaborator, dsb.

Raden Ayu Kartini merupakan satu dari sedikit pengecualian: Orang Belanda dan Indonesia sama-sama kagum dan menghargai apa yang beliau rintis untuk memajukan bangsa Indonesia, terutama kaum perempuannya. Bahkan kemudian warga Belanda bersama warga Indonesia bersama-sama meneruskan dan mengembangkan apa yang telah beliau mulai, yaitu dengan menghidupkan sarana pendidikan untuk anak-anak perempuan Indonesia.

Seri foto berikut ini akan menampilkan foto-foto Kartini dan keluarganya, dan diteruskan dengan munculnya sekolah-sekolah Kartini di berbagai pelosok

Gedung Sekolah Kartini di Feitweg (sekarang SMAN 9 Bogor di Jalan Kartini, Ciwaringin)
(klik untuk memperbesar | © NMVW)
Kegiatan belajar-mengajar di kelas
(klik untuk memperbesar | © NMVW)
Guru bersama anak-anak yang bermain wayang dan dakon
(klik untuk memperbesar | © NMVW)
Beberapa murid di pintu utama sekolah
(klik untuk memperbesar | © NMVW)
Para murid dari berbagai kelas bersama penjaga sekolah
(klik untuk memperbesar | © NMVW)
Tenaga pengajar, Belanda dan Indonesia
(klik untuk memperbesar | © NMVW)
Empat guru bersama murid-murid
(klik untuk memperbesar | © NMVW)
Kemungkinan besar kunjungan murid-murid dari sekolah Belanda
(klik untuk memperbesar | © NMVW)

Waktu: 1920-an, kecuali foto terakhir dari tahun 1922
Tempat: Bogor
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Nationaal Museum van Wereldculturen
Catatan: Sebelumnya, Sekolah Kartini di Bogor baru memiliki bangunan kecil (lihat posting sebelum ini).

Minggu, 01 Desember 2019

Konstruksi jembatan bambu zaman dulu: Jembatan gantung dari bambu di atas Kali Serayu (2)

PENGANTAR

Sebelum warga Nusantara belum mengenal konstruksi beton atau baja, bambu adalah bahan yang digunakan untuk membuat jembatan. Bambu relatif mudah didapat, tersedia dalam berbagai ukuran panjang, mudah dipotong sesuai kebutuhan, dan cukup elastis dalam menahan beban.

Kelemahan bambu tetapi adalah daya topangnya yang terbatas. Di sini, warga Nusantara mencoba menyiasatinya dengan berbagai kreasi struktur, yang akan kita lihat di beberapa foto berikut ini.

Ketika beban yang harus diseberangkan makin besar dan rumit, serta rentang jembatan makin panjang, akhirnya bambu menemui limit kemampuannya, dan harus menyerahkan fungsi jembatan kepada beton dan baja hingga sekarang ini.

Jembatan bambu di atas Kali Serayu juga merupakan karya yang mengesankan. Di sini orang menggunakan dan menyambung-nyambung bambu sebagai penahan suspensi, dan menggambungkan batang-batang bambu sebagai menara penyangga. Foto-foto di bawah memperlihatkan jembatan dengan penyangga yang terdiri dari beberapa lapis.

1910: Penyangga 2 lapis
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
1922: Penyangga 2 lapis
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
1900: Penyangga 4 lapis
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
1902: Penyangga 4 lapis
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
Waktu: 1900, 1902, 1910, 1922
Tempat: kemungkinan di wilayah Banjarnegara
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Universiteit Leiden
Catatan:

Kamis, 25 Juli 2019

Warga dan budaya Aceh dalam buku zaman dulu

1894: Anak-anak Aceh dalam pakaian kebesaran
(klik untuk memperbesar | © zwiggelaarauctions)
1894: Berbagai jenis senjata warga Aceh seperti rencong, keris, badik, dsb.
(klik untuk memperbesar | © zwiggelaarauctions)
1922: Perempuan Aceh
(klik untuk memperbesar | © zwiggelaarauctions)
Seorang guru dan murid-muridnya
(klik untuk memperbesar | © zwiggelaarauctions)
Tari Ula Ula Lembing (?)
(klik untuk memperbesar | © zwiggelaarauctions)

Waktu: 1894, 1922
Tempat: Aceh
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Zwiggelaar Auctions
Catatan:

UPDATE 16 Agustus 2020:

Untuk foto nomor 3 bandingkan juga foto lain yang akan dimuat di posting tanggal 18 Agustus 2020 yang menampilkan latar belakang studio yang sama.