Tampilkan postingan dengan label istana. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label istana. Tampilkan semua postingan

Minggu, 28 Juni 2026

Dari khazanah Bartele Gallery: Lukisan kuno tentang pembakaran mayat raja di Jawa dan istana terapung

(klik untuk memperbesar | @ Bartele Gallery)

Tahun terbit: 1725
Tahun peristiwa: abad ke-16/17
Tempat terbit: Belanda
Tokoh:
Deskripsi: Lukisan di atas bisa menimbulkan beberapa diskusi tentang sejarah Jawa. Bagian sebelah kiri diberi judul pemakaman raja, dan menunjukkan jasad yang siap dibakar di bara api yang berada di latar belakang. Gambar ini menambahkan kata cruelles yang bermakna "kejam". Bagian kanan memperlihatkan sebuah istana terapung, chateau flottant sur l'eau. Bagian kiri boleh jadi menjadi salah satu indikasi bahwa dulu ketika pengaruh Hindu masih kuat, para raja dan mungkin juga kalangan aristokrat, masih dibakar setelah meninggal. Ini mengingatkan kita pada tradisi ngaben yang masih ada di Bali. Baru setelah Islam menyebar ke berbagai pelosok di Jawa, tradisi mengubur di dalam tanah menjadi standar pemakaman. Gambar di bagian kanan perlu penelitian lebih lanjut. Jika benar bahwa dulu pernah ada istana terapung di Jawa, maka ini merupakan sebuah prestasi budaya yang layak dicatat dalam sejarah. 
Juru foto/gambar: Pieter van der Aa
Sumber / Hak cipta: Bartele Gallery
Catatan: Bartele Gallery adalah sebuah gerai di Hotel Indonesia Kempinksy yang menyediakan barang-barang antik terkait buku, barang cetakan, peta kuno, dsb. Gambar di atas diambil dari laman resmi galeri ini.

Minggu, 19 Oktober 2025

Tayang ulang lukisan-lukisan karya Josias Rappard tentang berbagai tempat di Nusantara (21)

Blog ini pernah menampilkan rangkaian lukisan karya Josias Rappard tentang berbagai tempat di Nusantara mulai dari posting tanggal 21 Desember 2021 hingga ke posting tanggal 28 Januari 2022  dengan total 65 lukisan. Seri kali ini merupakan tayang ulang (reload) dengan total lukisan menjadi 107; karena ada tambahan 42. Ukuran lukisan di rangkaian kali ini lebih rendah, dari lebar 2048 pixel ke sekitar 2000 pixel, tetapi kualitas hasil pindainya seharusnya lebih bagus.


Makam Sultan Palembang, Mahmud Badaruddin II, di Ternate yang menjadi tempat pembuangan pahlawan yang melawan usaha Belanda menguasai Kesultanan Palembang. Rappard dipastikan membuat lukisan ini berdasarkna foto yang beredar sebelumnya (lihat di sini).
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)
Istana Kerajaan Gowa di Sulawesi Selatan yang sekarang menjadi Museum "Balla' Lompoa" atau "Balla' Lompoa ri Sungguminasa". Bangunan ini sepenuhnya menggunakan konstruksi kayu, dengan lantai yang lumayan tinggi dari permukaan tanah. Sebuah tangga beratap menjadi akses tunggal untuk keluar masuk dari dan menuju bagian dalam dari istana ini.
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)
Sebuah jalan di Ambon yang tampaknya berada di kawasan warga berada. Ini terlhat dari bangunan tembok bercat putih, yang meski tidak beratap genting tetap berukuran relatif besar dan membutuhkan banyak tiang penyangga. Seorang Belanda dengan pakaian perlenta tampak berjalan, di antara tukang sapu jalan, seorang ibu yang menggendong anak, dan pedagang pikul yang menawarkan jualannya ke seorang pria di sebuah rumah.
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)
Suasana di perairan Pulau Ternate yang memperlihatkan pemukiman di pesisir serta perahu dan kapal layar yang meramaikan lalu lintas laut di sekitar pulau ini. Di latar belakang tampak kepulan asap keluar dari Gunung Gamalama
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)

Tahun terbit: 1883
Tempat terbit: Leiden
Tokoh:
Deskripsi:
Juru foto/gambar: Josias Cornelis Rappard (seorang kolonel KNIL dan pelukis)
Sumber / Hak cipta: Indies Gallery
Catatan:

Sabtu, 04 September 2021

Ternate menurut lukisan dari tahun 1763 dan 1821

Ternate dalam lukisan karya Jacob van Schley, 1763
(klik untuk memperbesar | © AVS)
Istana Sultan Ternate dalam lukisan karya Cornelis Frederik Stavenisse de Brauw, 1821
(klik untuk memperbesar | © AVS)

Waktu: 1763, 1821
Tempat: Ternate
Tokoh:
Peristiwa:
Juru foto/gambar: Jacob van Schley | Cornelis Frederik Stavenisse de Brauw
Sumber / Hak cipta: Atlas Van Stolk
Catatan:

Sabtu, 16 Januari 2021

Koleksi foto dari masa kejayaan tembakau di utara Sumatera — Album IV: Tanjung Pura dengan Istana Sultan Langkat dan Masjid Azizi

PENGANTAR

Seperti sudah disinggung di posting sebelum ini, dan juga sebelumnya lagi, sejarah mewariskan banyak album foto tentang wilayah utara Sumatera dari masa kejayaan perkebunan tembakau. Isinya tentunya foto-foto yang terkait dengan perkebunan tembakau, serta manusia dan tempat atau tempat di sekitarnya. Foto-foto ini umumnya jepretan C.J. Kleingrothe atau keluaran dari studio foto miliknya. Kleingrothe adalah seorang Jerman yang menetap di Medan dari penghujung abad ke-19 hingga awal abad ke-20.

Beberapa foto tampaknya sangat populer, sehingga ia muncul di lebih dari satu album; blog ini akan menampilkan pengulangan foto seperti ini.


Istana Sultan Langkat dengan latar depan Sungai Wampu
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Masjid Azizi di Tanjung Pura
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Tampak dalam Masjid Azizi
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Sebuah jalan yang diapit pepohonan rimbun di Tanjung Pura
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Tahun terbit album: antara 1903 dan 1920 (foto-foto bisa jadi lebih tua lagi)
Tempat: Langkat, Deli Serdang
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: Carl Josef Kleingrothe
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan:

Kamis, 01 Oktober 2020

Kartu pos kuno tentang Ternate

1905-1909: Benteng Oranje
(klik untuk memperbesar | © Boen Kie & Co. / AVS)

1935: Meriam di depan gerbang benteng Oranje
(klik untuk memperbesar | © AVS)

Gerbang masuk ke istana Sultan Ternate
(klik untuk memperbesar | © AVS)

Waktu: antara 1905 dan 1909; 1935; ?
Tempat: Ternate
Tokoh:
Peristiwa:
Juru gambar/foto: Boen Kie & Co.; ?; Koninklijke Paketvaart - Maatschappij
Sumber / Hak cipta: Atlas Van Stolk
Catatan:

Sabtu, 02 November 2019

Tujuh tempat dalam sketsa zaman dulu

Pesisir Anyer, Banten
(klik untuk memperbesar | © zwiggelaarauctions)
Istana Bogor
(klik untuk memperbesar | © zwiggelaarauctions)
1828: Benteng Belanda di Sambas
(klik untuk memperbesar | © zwiggelaarauctions)
Jembatan bambu di rute Tondano menuju Manado
(klik untuk memperbesar | © zwiggelaarauctions)
Pulau Beras, Aceh
(klik untuk memperbesar | © zwiggelaarauctions)
Makam Panembahan Sumenep, Madura
(klik untuk memperbesar | © zwiggelaarauctions)
Istana Sultan Tidore
(klik untuk memperbesar | © zwiggelaarauctions)

Waktu: abad ke-19
Tempat: Anyer, Bogor, Pulau Bras, Sambas, Sulawesi Utara, Sumenep, Tidore
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Zwiggelaar Auctions
Catatan:

Selasa, 03 Mei 2016

Beberapa foto dari Medan di tahun 1929 (2)

Distribusi buah-buahan dengan perahu
(klik untuk memperbesar | © gahetna)
Istana Sultan Deli
(klik untuk memperbesar | © gahetna)
Pertunjukan angklung, kuda lumping, tari topeng, dan pandu
(klik untuk memperbesar | © gahetna)
Gerbang ke wilayah pecinan
(klik untuk memperbesar | © gahetna)
Danau Toba
(klik untuk memperbesar | © gahetna)
Waktu: 1929
Tempat: Medan
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Het Nationaal Archief
Catatan: Danau Toba tentunya tidak terletak di Medan; tetapi foto paling bawah berasal  dari foto album yang sama bersama dengan foto-foto lainnya.

Selasa, 09 Februari 2016

Istana Kesultanan Aceh setelah dikuasai Belanda

(klik untuk memperbesar | © fotomuseum)
(klik untuk memperbesar | © fotomuseum)

Waktu: antara 1857-1918
Tempat: Aceh
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: Woodbury & Page (bawah), Lambert & Co (atas)
Sumber / Hak cipta: Nederlands Fotomuseum
Catatan:

Senin, 21 Desember 2015

Tindakan bumi hangus pejuang kemerdekaan (3): Sumatera

Istana Sultan Binjai
(klik untuk memperbesar | © gahetna/spaarnestad)
Sebuah kilang minyak
(klik untuk memperbesar | © gahetna/spaarnestad)
Sebuah kilang minyak
(klik untuk memperbesar | © gahetna/spaarnestad)
Waktu: 1947
Tempat: Binjai, Sumatera
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: Hugo Wilmar
Sumber / Hak cipta: Het Nationaal Archief / Spaarnestad
Catatan:


UPDATE 3 Januari 2020
Foto pertama dalam ukuran yang lebih besar:

(klik untuk memperbesar | © Het Geheugen / Spaanerstad)