Tampilkan postingan dengan label Tidore. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tidore. Tampilkan semua postingan

Rabu, 05 Agustus 2026

Dari khazanah Bartele Gallery: Lukisan kuno tentang area kuburan di Tidore

Kemungkinan area pemakaman petinggi Kesultanan Tidore dengan latar belakang Gunung Kie Matubu
(klik untuk memperbesar | @ Bartele Gallery)

Tahun terbit: 1858
Tahun peristiwa: abad ke-19
Tempat terbit: kemungkinan Belanda
Tokoh:
Deskripsi:
Juru foto/gambar: G.J. Bos yang menyadur dari J.T. Bik
Sumber / Hak cipta: Bartele Gallery
Catatan: Bartele Gallery adalah sebuah gerai di Hotel Indonesia Kempinksy yang menyediakan barang-barang antik terkait buku, barang cetakan, peta kuno, dsb. Gambar di atas diambil dari laman resmi galeri ini.

Senin, 05 Agustus 2024

Peta kuno dari tahun 1640: Ternate, Tidore, dan sekitarnya

(klik untuk memperbesar | © Indies Gallery)

Tahun terbit: 1640
Tempat terbit: Amsterdam
Tokoh:
Deskripsi: Peta ini menampilkan pulau-pulau penghasil rempah-rempah di sebelah barat Halmahera (di sini disebut pulau Gilolo, Jailolo). Peta ini menampilkan utara di sebelah kanan, sehingga pulau-pulau ini berderet mendatar di bagian tengah: Makian (Machian), Moti (Motir yang tampaknya keliru disebut juga Timor), Mare (Potterackers), Tidore (Tidoro), dan Ternate. Pulau Bacan (Bachian) yang seharusnya berada di sebelah kiri Makian, ditampilkan tersendiri di bagian atas.
Juru kartografi: Willem and Joan Blaeu
Sumber / Hak cipta: Indies Gallery
Catatan:

Minggu, 14 Juli 2024

Peta kuno dari tahun 1638: Ternate, Tidore, dan sekitarnya

(klik untuk memperbesar | © Indies Gallery)

Tahun terbit: 1638
Tempat terbit: Amsterdam
Tokoh:
Deskripsi: Peta ini juga memuat pulau-pulau penghasil rempah-rempah yang berada di sebelah barat Halmahera (di sini disebut pulau Gilolo, Jailolo). Di peta ini utara menghadap ke kanan, sehingga pulau-pulau ini berderet mendatar di bagian tengah: Bacan (Bachian), Makian (Machian), Moti (Motir yang tampaknya keliru disebut juga Timor), Mare (Potterackers), Tidore (Tidoro), dan Ternate.
Juru kartografi: Johannes Janssonius
Sumber / Hak cipta: Indies Gallery
Catatan: Dokumen ini merupakan variasi dari peta yang pernah dimuat di posting ini sebelumnya.


UPDATE 25 November 2024: Edisi lain dari peta yang sama dengan varasi di dalam pewarnaan.
(klik untuk memperbesar | © Indies Gallery)

Kamis, 20 Juni 2024

Peta kuno dari tahun 1750: Ternate, Tidore, dan sekitarnya

(klik untuk memperbesar | © Indies Gallery)

Tahun terbit: 1750
Tempat terbit: Paris
Tokoh:
Deskripsi: Maluku, sebagai wilayah yang menjadi rebutan bangsa-bangsa Eropa sebelum sepenuhnya dikuasai VOC/Belanda, merupakan daerah yang sudah dipetakan dengan relatif cermat, seperti yang ditampilkan di peta keluaran Paris ini. Kita bisa melihat pesisir barat Halmahera (di peta disebut pulau Gilolo, mengacu ke Jailolo), dengan beberapa pulau di sebelah kirinya: Ternate, Tidor(e), Mare (Potterackers), Moti (Mothir), Makian (Machian), Bacan (Bachian), serta Kasiruta (Manen).
Juru kartografi:
Sumber / Hak cipta: Indies Gallery
Catatan:

Selasa, 31 Agustus 2021

Armada laut VOC di Ambon dan Tidore, menurut lukisan Willem Luytsz van Kittensteyn dari tahun 1613

Perseteruan antara Belanda dan Portugis dalam memperebutkan Tidore, 1605
(klik untuk memperbesar | © AVS)
Armada VOC mengepung Tidore, 5 Mei 1605
(klik untuk memperbesar | © AVS)
Armada VOC di Ambon, 1608; bangunan di tengah kemungkinan adalah benteng Victoria
(klik untuk memperbesar | © AVS)

Waktu: lukisan dibuat/diterbitkan tahun 1613, menggambarkan peristiwa di tahun 1605 dan 1608
Tempat: Ambon, Tidore
Tokoh:
Peristiwa:
Juru foto/gambar: Willem Luytsz van Kittensteyn
Sumber / Hak cipta: Atlas Van Stolk
Catatan:

Jumat, 10 Juli 2020

Sultan Tidore dan istri di penghujung abad ke-19

(klik untuk memperbesar | © NGA)

Waktu:  antara 1885 dan 1900
Tempat:  Tidore
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan:  Antara 1856 dan 1906 Tidore mengalami tiga kali pergantian sultan; jadi sementara  masih belum ada informasi sultan yang mana yang ada di foto ini, apakah Syaifuddin (1856-1892), Fatahuddin (1892-1894), atau Kawiyuddin (1894-1906).

Sabtu, 02 November 2019

Tujuh tempat dalam sketsa zaman dulu

Pesisir Anyer, Banten
(klik untuk memperbesar | © zwiggelaarauctions)
Istana Bogor
(klik untuk memperbesar | © zwiggelaarauctions)
1828: Benteng Belanda di Sambas
(klik untuk memperbesar | © zwiggelaarauctions)
Jembatan bambu di rute Tondano menuju Manado
(klik untuk memperbesar | © zwiggelaarauctions)
Pulau Beras, Aceh
(klik untuk memperbesar | © zwiggelaarauctions)
Makam Panembahan Sumenep, Madura
(klik untuk memperbesar | © zwiggelaarauctions)
Istana Sultan Tidore
(klik untuk memperbesar | © zwiggelaarauctions)

Waktu: abad ke-19
Tempat: Anyer, Bogor, Pulau Bras, Sambas, Sulawesi Utara, Sumenep, Tidore
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Zwiggelaar Auctions
Catatan:

Rabu, 08 Maret 2017

Kapal-kapal VOC di abad ke-17 (lukisan)

Kapal Amsterdam dan Gouda menyerang kapal-kapal Portugis di Tidore, 1601.
(klik untuk memperbesar)
Kapal Grote Maan, Grote Zon, Morgenster, De Grote (Zeeuwsche Aelosu), dan de Jager di Selat Magelhaen tahun 1615 dalam perjalanan menuju Ternate di mana para kapal itu sampai di tahun 1616 dan tidak pernah meninggalkan Maluku lagi.
(klik untuk memperbesar)
Kapal Sas-van-Gent, Zaandijk, Edam, Zeehaan, dan Cochin dalam serangan VOC ke Seram, 1654.
(klik untuk memperbesar)
Waktu: abad ke-17
Tempat: Seram, Tidore, Selat Magelhaen
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Buku Dutch Ships in Tropical Waters - The Development of the Dutch East India Company (VOC) Shipping Network in Asia 1595-1660 karya Robert Parthesius.
Catatan:

Jumat, 18 November 2016

Ilustrasi dari buku The Malay Archipelago karya Alfred Wallace (12): peta Aru, sebagian Maluku, Halmahera, dan sekitarnya

PENGANTAR

Bagi dunia ilmu pengetahuan nama Alfred Russel Wallace disejajarkan dengan Charles Robert Darwin, yang bukan hanya hidup senegeri dan sezaman, tapi juga menggeluti bidang ilmu yang sama. Namun tidak dapat disangkal bahwa Darwin jauh lebih dikenal dan diperdebatkan. Padahal karya utama Wallace, yaitu The Malay Archipelago berisi terobosan-terobosan ilmiah yang kemudian menelurkan istilah garis Wallace dan efek Wallace. Buku yang pertama kali terbit tahun 1869 ini (dan masih diterbitkan hingga sekarang!) merupakan hasil perjalanan dan penelitian Wallace tujuh tahun di wilayah Nusantara dari tahun 1856 hingga 1862.

Berikut beberapa peta dari buku ini.

(klik untuk memperbesar)
(klik untuk memperbesar)
(klik untuk memperbesar)
Waktu: 1856-1862
Tempat: Maluku
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: The Malay Archipelago
Catatan:

Kamis, 20 Juni 2013

Peta Kepulauan Maluku karya Jan Jansson dari tahun 1636

(klik untuk memperbesar)
Waktu: 1636
Tempat: Maluku
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: National Library of Australia
Catatan: Peta ini dibuat di Belanda oleh Jan Jansson di tahun 1636 dan memperlihatkan pulau-pulau Halmahera (Gilolo/Jailolo), Hiri (Harrij), Ternate, Maitara (Miterra), Tidore, Mare (Pottebackers Eylandt), Moti (Timor/Motir), Makian (Machian), dan Bacan (Bachian).
Gambar dengan ukuran lebih besar (1890x1485), kualitas warna lebih bagus, dan sudah diluruskan, bisa dilihat di laman Barry Lawrence Ruderman Antique Maps Inc.


UPDATE: Dua edisi lain dari peta ini, keluaran 1638, dalam ukuran yang lebih besar dimuat di posting ini.