Tampilkan postingan dengan label pasukan Australia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pasukan Australia. Tampilkan semua postingan

Selasa, 23 Juni 2026

Pencarian jenazah korban pembantaian Jepang di Laha, Ambon, 1945 (3)

Di akhir Januari dan awal Februari 1942 Sekutu berusaha menahan gerak maju pasukan Jepang di Ambon dengan mengerahkan sekitar 2.600 personel KNIL dan 1.100 prajurit Australia. Kekuatan Jepang dengan lebih dari 5.000 tentara tetapi tidak terbendung; mereka berhasil mencerai-beraikan posisi Sekutu dalam pertempuran yang dikenang sebagai Battle of Ambon.

Lebih dari 2.000 prajurit KNIL dan Australia ditahan atau menyerahkan diri. Militer Jepang memilih acak sekitar 300 dari mereka dan membantainya dengan cara dibayonet, disiksa, atau malah dipenggal kepala; dan kemudian membuang atau menguburkan jenazahnya di sekitar pangkalan udara di Laha, yang sekarang menjadi Bandara Pattimura. Peristiwa ini dicatat pihak Australia sebagai massacre of Laha.

Di September 1945, setelah Jepang kalah perang, pihak Australia berusaha mencari jasad dan sisa-sisa dari korban pembantaian ini. Hanya 71 yang ditemukan.

Tulang belulang dan tengkorak yang mengindikasikan adanya kekejaman sebelum atau pada saat eksekusi
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Serakan tulang rusuk dari korban pembantaian
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: kemungkinan September 1945
Tempat: kemungkinan Laha (Ambon)
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan: Catatan asli foto menyebut tanggal "23 November 1946", tetapi ada kemungkinan kedua foto di atas merupakan dari foto-foto yang pernah dimuat di posting ini sebelumnya.

Selasa, 17 Februari 2026

Empat tentara Australia di landasan pacu Kemayoran, 1948

Empat tentara Australia di depan sebuah pesawat militer Australia. Di latar belakang tampak sebuah pesawat militer berbendera Belanda.
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)


Waktu: 1948
Tempat: Kemayoran (Jakarta)
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Senin, 08 September 2025

Panglima KNIL Letnan Jenderal Ludolph Hendrik van Oyen di Balikpapan, 1945

Van Oyen (kanan) bersama seorang perwira Australia …
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
… kemungkinan di Balikpapan setelah Sekutu dan Belanda mengalahkan kekuatan militer Jepang
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 1945
Tempat: kemungkinan Balikpapan
Tokoh: Letnan Jenderal Ludolph Hendrik van Oyen (Panglima KNIL 1942-1946)
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Jumat, 15 Agustus 2025

Jakarta sekitar September 1945, ketika Republik Indonesia baru berumur beberapa hari (2)

Seorang prajurit Australia mengamati sebuah gundukan tanah yang menjadi kuburan dari kemungkinan seorang warga kulit putih yang dieksekusi Jepang di saat perang
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Seorang prajurit Australia (kiri), tampaknya ditemani seorang penerjemah (kanan) menanyai seorang warga (tengah), kemungkinan tentang lokasi yang digunakan Jepang untuk mengubur korban-korban eksekusi
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Berdasarkan tulisan Kanji-nya kemungkinan ini adalah rumah atau gedung yang menjadi markas polisi militer Kempetai
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Sebuah tempat yang tampaknya menjadi tempat penumpukan mobil-mobil curian/terlantar (lihat posting berikutnya); teks dalam huruf Latin berbunyi "Outo2 ini di tjuri orang maka kalau ada mempoenja sendiri datang ke kantor Kenpeitai [?] kembali"
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Sebuah trem jalur 2 jurusan ?-Menteng, yang sudah diberi gambar bendera Merah Putih, tanda palang merah, serta coretan yang ditujukan ke pihak Belanda: "Don't touch our national symbol, it would be plain suicide" atau "Jangan sentuh simbol bangsa kami, itu sama saja dengan bunuh diri". 
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 1945
Tempat: Jakarta
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: (kemungkinan besar) H. Ripassa
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan: Lihat juga seri foto yang dibuat oleh H. Ripassa tentang Jakarta di sekitar September dan Oktober 1945 yang dimulai di posting ini.

Kamis, 07 Agustus 2025

Tarakan dalam kekuasaan Sekutu setelah Jepang kalah perang, 1945 (4)

Pemeriksaan atas sumur nomor 256 oleh perwakilan NICA bernama J. van Willigen bersama pekerja Indonesia bernama Sagute
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Rongsokan berbagai kendaraan di Pamusian yang rusak akibat pertempuran
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Kesibukan di sebuah stasiun pompa
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Foto jarak jauh memperlihatkan beberapa menara sumur minyak tampak masih berdiri tegak di antara reruntuhan
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Sebuah bangunan yang tampaknya menjadi salah satu pusat perbengkelan dan rehabilitasi
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Dua tentara Australia berusaha membetulkan jaringan listrik di kawasan kilang minyak
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: Mei 1945
Tempat: Kilang minyak Pamusian (Tarakan)
Tokoh:
Peristiwa: 
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Jumat, 01 Agustus 2025

Tarakan dalam kekuasaan Sekutu setelah Jepang kalah perang, 1945 (1)

Kilang minyak di Pamusian, Tarakan …
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
… yang porak poranda akibat pemboman Sekutu dan pertempuran antara pasukan Jepang dan Sekutu …
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
… yang bukan hanya merusak bangunan pergudangan …
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
… tetapi juga hampir segenap kawasan kilang minyak …
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
… dan menyisakan reruntuhan serta kehancuran
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: Mei 1945
Tempat: Tarakan
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Rabu, 30 Juli 2025

Timor setelah Jepang kalah perang dan Belanda bersama Sekutu kembali datang, 1945 (11)

Seorang anak memasak seadanya dengan latar belakang bangkai-bangkai kapal yang menjadi korban pertempuran laut antara Jepang dan Sekutu di sekitar Dilli
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Tiga prajuri Australia tanpa baju di reruntuhan bangunan yang rusak akibat pertempuran antara Jepang dan Sekutu di Kupang
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: sekitar September 1945
Tempat: Dilli, Kupang (Timor)
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan: Lihat juga awal seri ini yang dimuat sebelumnya.

Kamis, 24 Juli 2025

Pasukan Sekutu dan Belanda di Papua 1944/1945 (9)

Pasukan Australia, NICA, dan warga Papua di Biak
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Seorang perwira Belanda bernama Letnan Krol bersama warga Papua di Biak
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Dua kelasi KNIL Laut berwajah loka di meriam sebuah kapal perang
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Para anggota KNIL Laut berwajah lokal di sebuah kapal perang Sekutu di perairan Papua
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 1944
Tempat: Papua (a.l. Biak)
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan: Lihat juga awal seri ini yang dimuat sebelumnya.

Minggu, 20 Juli 2025

Biak setelah direbut Sekutu dari pasukan Jepang, 1944/1945 (5)

Markas skuadron tempur Sekutu yang dipindahkan dari Merauke ke Biak
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Pembangunan markas dan barak dengan menggunakan pepohonan dan gergaji
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Para prajurit Australia berpose di bengkel kendaraan
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Dasar pasukan Australia: Di saat perang pun masih sempat membuat papan selancar
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 1944
Tempat: Biak
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan: Lihat juga posting bertajuk sama yang dimuat sebelum ini.

Jumat, 18 Juli 2025

Biak setelah direbut Sekutu dari pasukan Jepang, 1944/1945 (4)

Briefing untuk para pilot tempur …
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
… mengenai rencana penggempuran posisi-posisi tentara Jepang
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
21 prajurit Australia dan Belanda di sekitar sebuah pesawat Curtiss P-40
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Para awak darat skuadron Curtiss P-40, dengan mengenakan celana pendek dan bertelanjang dada, mempersiapkan penerbangan empat pesawat tempur
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 1944
Tempat: Biak
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan: Lihat juga posting bertajuk sama yang dimuat sebelum ini.

Rabu, 16 Juli 2025

Biak setelah direbut Sekutu dari pasukan Jepang, 1944/1945 (3)

Empat pesawat Curtiss P-40 yang dipindahkan Sekutu dari Merauke ke Biak
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Seorang perwira Sekutu bernama R. Bluett di kokpit sebuah pesawat Curtiss P-40 dengan cap "U.S. Army" dan "R.A.A.F."
 (klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Lima pesawat Curtiss P-40 dalam penerbangan dari Merauke ke Biak
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Barak pasukan Sekutu di Biak yang didominasi para prajurit Australia
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 1944
Tempat: Biak
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan: Lihat juga posting bertajuk sama yang dimuat sebelum ini.

Kamis, 15 Mei 2025

Persiapan Belanda di Australia untuk merebut kembali Indonesia, 1945: Persiapan dan latihan kesatuan khusus (2)

Di penghujung 1944 dan awal 1945, ketika Jerman makin terdesak di Eropa, dan Jepang makin terpukul di kawasan Asia-Pasifik, Belanda makin menggiatkan usaha-usaha untuk merebut kembali Hindia-Belanda. Usaha-usaha ini terpusat di Australia, yang secara geografis dekat dengan Indonesia, dan secara politis dan militer berada bersama Belanda di pihak yang melawan negara-negara Poros. Foto-foto berikut merupakan lanjutan dari rangkaian foto yang pernah dimuat mulai tanggal 18 Juni 2023.


Latihan operasi militer di malam hari
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Seorang serdadu Belanda bernama G.L. Sont menghitamkan wajah temannya yang bernama Buys untuk keperluan latihan malam
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Dua tentara Belanda bernama  J.N. Decker (kiri) dan Van der Tang (kanan) dalam latihan menembak di malam hari
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Latihan penyergapan patroli musuh oleh tentara Belanda bernama Van Heesheen (depan) dan Dirken (belakang)
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Seorang tentara Belanda bernama Van den Burg dalam latihan penyergapan musuh
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 1945
Tempat: Kamp St. Ives, Sydney (Australia)
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Selasa, 13 Mei 2025

Persiapan Belanda di Australia untuk merebut kembali Indonesia, 1945: Persiapan dan latihan kesatuan khusus (1)

Di penghujung 1944 dan awal 1945, ketika Jerman makin terdesak di Eropa, dan Jepang makin terpukul di kawasan Asia-Pasifik, Belanda makin menggiatkan usaha-usaha untuk merebut kembali Hindia-Belanda. Usaha-usaha ini terpusat di Australia, yang secara geografis dekat dengan Indonesia, dan secara politis dan militer berada bersama Belanda di pihak yang melawan negara-negara Poros. Foto-foto berikut merupakan lanjutan dari rangkaian foto yang pernah dimuat mulai tanggal 18 Juni 2023.


Latihan penggunaan bayonet untuk para pemuda Belanda di bawah asuhan Sersan Langer dari AU Australia
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Latihan menembak jitu di bawah bimbingan seorang tentara AU Australia
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Pemeriksaan senjata api oleh Sersan Johnston dari AU Australia
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Seorang perwira AU Australia bernama Jones (kiri) berbincang dengan seorang tentara Belanda benama S.J.H. Breukel (kanan) yang saat itu berusia 26 tahun
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Latihan serangan di malam buta
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 1945
Tempat: Kamp St. Ives, Sydney (Australia)
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Senin, 13 Januari 2025

Timor setelah Jepang kalah perang dan Belanda bersama Sekutu kembali datang, 1945 (10)

Prajurit Jepang melakukan proses bongkar muatan dari sebuah kapal tongkang di bawah pengawasan militer Australia. Latar belakang memperlihatkan bangunan-bangunan di pantai Kupang yang rusak akibat perang.
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Catatan foto menyebutkan bahwa para pria ini warga asal Jawa yang diangkut oleh AL Austrlia dari Lautem (Timor Leste). Dua di latar belakang mengenakan topi militer Jepang, yang mengindikasikan ada keterkaitan dengan ketentaraan Jepang (lihat juga foto di bawah).
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Catatan foto menyebutkan bahwa warga Kupang menyambut gembira kedatangan truk yang membawa beberapa pria asal Jawa yang dibebaskan dari tahanan militer Jepang. Gerbang berhias di latar belakang bertuliskan "Selamat Datang Balatentra Serikat".
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Seorang warga Timor di ladang
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Tiga prajurit Australia bersama anak-anak dan perempuan Timor
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: sekitar September 1945
Tempat: Timor
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan: