Kamis, 15 Mei 2025

Persiapan Belanda di Australia untuk merebut kembali Indonesia, 1945: Persiapan dan latihan kesatuan khusus (2)

Di penghujung 1944 dan awal 1945, ketika Jerman makin terdesak di Eropa, dan Jepang makin terpukul di kawasan Asia-Pasifik, Belanda makin menggiatkan usaha-usaha untuk merebut kembali Hindia-Belanda. Usaha-usaha ini terpusat di Australia, yang secara geografis dekat dengan Indonesia, dan secara politis dan militer berada bersama Belanda di pihak yang melawan negara-negara Poros. Foto-foto berikut merupakan lanjutan dari rangkaian foto yang pernah dimuat mulai tanggal 18 Juni 2023.


Latihan operasi militer di malam hari
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Seorang serdadu Belanda bernama G.L. Sont menghitamkan wajah temannya yang bernama Buys untuk keperluan latihan malam
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Dua tentara Belanda bernama  J.N. Decker (kiri) dan Van der Tang (kanan) dalam latihan menembak di malam hari
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Latihan penyergapan patroli musuh oleh tentara Belanda bernama Van Heesheen (depan) dan Dirken (belakang)
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Seorang tentara Belanda bernama Van den Burg dalam latihan penyergapan musuh
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 1945
Tempat: Kamp St. Ives, Sydney (Australia)
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Rabu, 14 Mei 2025

Lukisan-lukisan tentang burung cenderawasih karya Réné Primevere Lesson dari tahun 1835 (9)

Réné Primevere Lesson (1794-1849) adalah seorang ahli bedah, farmasi, dan peneliti alam yang berkunjung ke Papua di tahun 1824 dalam perjalanan ilmiah keliling dunianya. Gambar-gambar berikut dinukil dari bukunya yang berjudul Histoire naturelle des oiseaux de paradis (Sejarah alamiah dari burung surga) yang terbit tahun 1835.


Le Séricule prince-régent, mâle adulte
(Le Séricule prince-régent, jantan dewasa)
(klik untuk memperbesar | © Indies Gallery)
Le Séricule prince-régent, femelle
(Le Séricule prince-régent, betina)
(klik untuk memperbesar | © Indies Gallery)
Caractères des Séricules, tirés du prince-régent
(bagian-bagian Séricule prince-régent)
(klik untuk memperbesar | © Indies Gallery)
Gabungan dari ketiga lukisan di atas
(klik untuk memperbesar | © Indies Gallery)

Tahun terbit: 1835
Tempat terbit: Paris
Tokoh:
Peristiwa:
Juru gambar: Réné Primevere Lesson
Sumber / Hak cipta: Indies Gallery
Catatan: Ini merupakan lanjutan dari posting awal yang dimuat sebelumnya.

Selasa, 13 Mei 2025

Persiapan Belanda di Australia untuk merebut kembali Indonesia, 1945: Persiapan dan latihan kesatuan khusus (1)

Di penghujung 1944 dan awal 1945, ketika Jerman makin terdesak di Eropa, dan Jepang makin terpukul di kawasan Asia-Pasifik, Belanda makin menggiatkan usaha-usaha untuk merebut kembali Hindia-Belanda. Usaha-usaha ini terpusat di Australia, yang secara geografis dekat dengan Indonesia, dan secara politis dan militer berada bersama Belanda di pihak yang melawan negara-negara Poros. Foto-foto berikut merupakan lanjutan dari rangkaian foto yang pernah dimuat mulai tanggal 18 Juni 2023.


Latihan penggunaan bayonet untuk para pemuda Belanda di bawah asuhan Sersan Langer dari AU Australia
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Latihan menembak jitu di bawah bimbingan seorang tentara AU Australia
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Pemeriksaan senjata api oleh Sersan Johnston dari AU Australia
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Seorang perwira AU Australia bernama Jones (kiri) berbincang dengan seorang tentara Belanda benama S.J.H. Breukel (kanan) yang saat itu berusia 26 tahun
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Latihan serangan di malam buta
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 1945
Tempat: Kamp St. Ives, Sydney (Australia)
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Senin, 12 Mei 2025

Lukisan-lukisan tentang burung cenderawasih karya Réné Primevere Lesson dari tahun 1835 (8)

Réné Primevere Lesson (1794-1849) adalah seorang ahli bedah, farmasi, dan peneliti alam yang berkunjung ke Papua di tahun 1824 dalam perjalanan ilmiah keliling dunianya. Gambar-gambar berikut dinukil dari bukunya yang berjudul Histoire naturelle des oiseaux de paradis (Sejarah alamiah dari burung surga) yang terbit tahun 1835.


L'Astrapie à gorge d'or, mâle vu par le dos
(Astrapia leher-emas jantan, dilihat dari belakang)
(klik untuk memperbesar | © Indies Gallery)
L'Astrapie à gorge d'or, mâle vu par devant
(Astrapia leher-emas jantan, dilihat dari depan)
(klik untuk memperbesar | © Indies Gallery)
L'Astrapie à gorge d'or, femelle
(Astrapia leher-emas betina)
(klik untuk memperbesar | © Indies Gallery)
Gabungan dari ketiga gambar di atas
(klik untuk memperbesar | © Indies Gallery)

Tahun terbit: 1835
Tempat terbit: Paris
Tokoh:
Peristiwa:
Juru gambar: Réné Primevere Lesson
Sumber / Hak cipta: Indies Gallery
Catatan: Ini merupakan lanjutan dari posting awal yang dimuat sebelumnya.

Minggu, 11 Mei 2025

Persiapan Belanda di Australia untuk merebut kembali Indonesia, 1945: Kesatuan KNIL perempuan sukarela

Di penghujung 1944 dan awal 1945, ketika Jerman makin terdesak di Eropa, dan Jepang makin terpukul di kawasan Asia-Pasifik, Belanda makin menggiatkan usaha-usaha untuk merebut kembali Hindia-Belanda. Usaha-usaha ini terpusat di Australia, yang secara geografis dekat dengan Indonesia, dan secara politis dan militer berada bersama Belanda di pihak yang melawan negara-negara Poros. Foto-foto berikut merupakan lanjutan dari rangkaian foto yang pernah dimuat mulai tanggal 18 Juni 2023.


Mayjen Van Oyen berbicara di depan kesatuan KNIL yang terdiri dari para wanita Belanda yang secara sukarela bergabung di unit militer ini
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Foto bersama para wanita Belanda yang secara sukarela bergabung dengan KNIL dan datang ke Australia…
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
… untuk turut membantu mempertahankan dominasi Belanda di wilayah Nusantara
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 1945
Tempat: Australia
Tokoh: Mayor Jenderal Ludolph Hendrik van Oyen (Panglima KNIL 1942-1946)
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Sabtu, 10 Mei 2025

Lukisan-lukisan tentang burung cenderawasih karya Réné Primevere Lesson dari tahun 1835 (7)

Réné Primevere Lesson (1794-1849) adalah seorang ahli bedah, farmasi, dan peneliti alam yang berkunjung ke Papua di tahun 1824 dalam perjalanan ilmiah keliling dunianya. Gambar-gambar berikut dinukil dari bukunya yang berjudul Histoire naturelle des oiseaux de paradis (Sejarah alamiah dari burung surga) yang terbit tahun 1835.


Caractères des Paradisiers vrais, g[randeur] [naturelle] (Paradisea)
(bagian-bagian Paradisiers dalam ukuran sesungguhnya - Paradisea)
(klik untuk memperbesar | © Indies Gallery)
Le Paradisier Petit-émeraude, femelle
(Paradisier zamrud kecil, betina)
(klik untuk memperbesar | © Indies Gallery)
Le Paradisier petit Emeraude, jeune mâle
(Paradisier zamrud kecil, jantan muda)
(klik untuk memperbesar | © Indies Gallery)
Le Paradisier Petit-émeraude, mâle adulte
(Paradisier zamrud kecil, jantan dewasa)
(klik untuk memperbesar | © Indies Gallery)
Gabungan dari keempat lukisan di atas
(klik untuk memperbesar | © Indies Gallery)

Tahun terbit: 1835
Tempat terbit: Paris
Tokoh:
Peristiwa:
Juru gambar: Réné Primevere Lesson
Sumber / Hak cipta: Indies Gallery
Catatan: Ini merupakan lanjutan dari posting awal yang dimuat sebelumnya.

Jumat, 09 Mei 2025

Kamp tawanan Kampili di Gowa setelah hancur terbakar akibat salah dibom oleh pihak Sekutu, 1945 (3)

Kamp Kampili tampaknya merupakan kamp tahanan terbesar yang didirikan Jepang di bagian timur Indonesia untuk menawan wanita dan anak-anak dari warga Belanda atau warga Sekutu lainnya; blog ini sudah menampilkan beberapa foto dari kamp ini sebelumnya. Di tahun 1945, ketika Jepang di Perang Dunia II makin terdesak, dan Sekutu makin gencar membom posisi-posisi Jepang, kamp Kampili menjadi sasaran serangan udara Sekutu, padahal di dalamnya tinggal wanita dan anak-anak warga mereka sendiri. Kekeliruan ini membuat kamp porak poranda, dan babi peliharaan yang menjadi sumber makanan para penghuni kamp menjadi hangus terbakar. Foto-foto berikut menampilkan situasi di kamp ini setelah jatuhnya bom yang salah sasaran ini.


Bangkai dari belasan, atau malah puluhan, dari babi yang hangus terbakar akibat serangan bom Sekutu, yang sebelumnya diternakan sebagai sumber makanan penghuni kamp
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Para wanita penghuni kamp mengumpulkan alat-alat dapur yang masih bisa diselamatkan
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Para penghuni kamp di bangunan yang tampaknya selamat dari serangan udara Sekutu
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 1945
Tempat: Kampili (Gowa, Sulawesi Selatan)
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan: