Minggu, 14 Juli 2024

Peta kuno dari tahun 1638: Ternate, Tidore, dan sekitarnya

(klik untuk memperbesar | © Indies Gallery)

Tahun terbit: 1638
Tempat terbit: Amsterdam
Tokoh:
Deskripsi: Peta ini juga memuat pulau-pulau penghasil rempah-rempah yang berada di sebelah barat Halmahera (di sini disebut pulau Gilolo, Jailolo). Di peta ini utara menghadap ke kanan, sehingga pulau-pulau ini berderet mendatar di bagian tengah: Bacan (Bachian), Makian (Machian), Moti (Motir yang tampaknya keliru disebut juga Timor), Mare (Potterackers), Tidore (Tidoro), dan Ternate.
Juru kartografi: Johannes Janssonius
Sumber / Hak cipta: Indies Gallery
Catatan: Dokumen ini merupakan variasi dari peta yang pernah dimuat di posting ini sebelumnya.


UPDATE 25 November 2024: Edisi lain dari peta yang sama dengan varasi di dalam pewarnaan.
(klik untuk memperbesar | © Indies Gallery)

Sabtu, 13 Juli 2024

Gempuran bom udara Sekutu atas posisi Jepang, 1944/1945 (3)

Foto udara atas pelabuhan Makassar yang memperlihatkan 4 kapal perang Jepang, satu di antaraya terkena bom Sekutu. Asap tampak mengepul dari salah satu wilayah pelabuhan yang terkena bom. Pihak Sekutu melaporkan adanya 2 kapal perang dan 1 kapal kargo Jepang yang berhasil dibom di peristiwa ini.
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: kemungkinan 1945
Tempat: Makassar
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Jumat, 12 Juli 2024

Peta kuno dari tahun 1724: Jawa dalam tujuh bagian

(klik untuk memperbesar | © Indies Gallery)

Tahun terbit: 1724
Tempat terbit: Amsterdam
Tokoh:
Deskripsi: Peta ini terdiri dari 7 lembaran terpisah yang harus dirangkaikan untuk mendapat pandangan penuh atas Pulau Jawa. Tiap lembaran diberi judul dengan menyebut nama wilayah yang dianggap dominan saat itu:
  1. Bantam (Banten)
  2. Jakatra (Jakarta), yang juga memuat wilayah Bandong (Bandung), Sidammer (Cidamar), dan Tikondang (Cikondang)
  3. Tsjeribon (Cirebon), yang juga a.l. memuat wilayah Karawang, Priangan, Sammadang (Sumedang), Soekapoera (Sukapura), dan Tsiassem (Ciasem)
  4. Mataram, yang juga a.l. memuat wilayah Bagaleen (Bagelen) dan Baanjoe Maas (Banyumas)
  5. Kadoewang, Panaraga yang juga memuat wilayah Madion (Madiun)
  6. Madura, Passaroewan, Soerabaja yang juga memuat wilayah Cadiri (Kediri), Gressic (Gresik), Loedaia, Poegar, dan Singasari
  7. Balamboang (Blambangan) yang juga memuat wilayah Panaroekan (Panarukan).
Juru kartografi: François Valentijn
Sumber / Hak cipta: Indies Gallery
Catatan:

Kamis, 11 Juli 2024

Pasukan Inggris meninggalkan Indonesia, 29 November 1946

Komandan pasukan Inggris, Brigadir Lauder (berkacamat), sebelum menaiki kapal De Talma untuk meninggalkan wilayah Indonesia
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Bendera Belanda dinaikkan setelah kapal De Talma yang mengangkut pasukan Inggris meninggalkan perairan Indonesia
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Warga Belanda melambaikan tangan kepada pasukan Inggris yang meninggalkan Indonesia dengan kapal De Talma
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 29 November 1946
Tempat: Tanjung Priuk (Jakarta)
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Rabu, 10 Juli 2024

Peta kuno berbahasa Jerman dari tahun 1790: Jakarta

(klik untuk memperbesar | © Indies Gallery)

Tahun terbit: 1790
Tempat terbit:
Tokoh:
Deskripsi: Peta dalam bahasa Jerman ini memperlihatkan wilayah "perkotaan" yang didirikan Belanda di Jakarta di abad ke-18. Utara diperlihatkan di sebelah kiri, karena itu kita lihat Kali Krukut melintas mendatar di tengah peta dari arah kanan menuju ke pelabuhan Sunda Kelapa. Di bagian kiri kita lihat Kastil Batavia dengan empat sudut runcingnya, sementara di sebelah kanan dan bawahnya kita lihat pembagian "kota" saat itu. Kita baca a.l. adanya area untuk warga asal Maluku (k - Bandaische Vierthel), untuk orang asal India (l - Malabarische Vierthel), tempat aktivitas warga Tionghoa (s - Zimerhof der Chinesen), di samping adanya gereja (m), balai kota (n), rumah sakit (o), dan pasar ikan (x).
Juru kartografi:
Sumber / Hak cipta: Indies Gallery
Catatan:

Selasa, 09 Juli 2024

Apel terakhir pasukan Inggris sebelum meninggalkan Indonesia dan menyerahkan kontrol militer kepada tentara Belanda, 28 November 1946

Pasukan Inggris meninggalkan Jakarta dan menyerahkan kontrol militer kepada pasukan Belanda dari Resimen VII Prinses Irene
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Komodor Udara Stevens (kiri) dan Brigadir  I.C.A. Lauder (kanan), dua perwira terakhir Inggris yang masih berada di Jakarta hingga 28 November 1946
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Apel terakhir pasukan Inggris di Jakarta dengan disaksikan para tentara Belanda
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 28 November 1946
Tempat: Jakarta
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Senin, 08 Juli 2024

Peta kuno dari sekitar tahun 1633: Posisi Nusantara di Asia

(klik untuk memperbesar | © Indies Gallery)

Tahun terbit: ~1633
Tempat terbit: Amsterdam
Tokoh:
Deskripsi: Peta ini memperlihatkan Asia termasuk Cina, India, Jepang, dan Korea. Wilayah Nusantara digambarkan dengan banyak sekali pulau, termasuk yang sekarang masuk negara Filipina. Kontur umum wilayah Nusantara sudah tertangkap oleh peta ini, meski Kalimantan dan terutama Sulawesi masih belum tuntas pemetaannya, dan Papua masih belum masuk sama sekali. Jawa, Halmahera, dan Seram tampak terlalu besar proporsinya; tapi ini menandakan banyak dibicarakannya ketiga pulau ini saat itu di Eropa.
Juru kartografi: Willem Janszoon Blaeu
Sumber / Hak cipta: Indies Gallery
Catatan: