Jumat, 22 April 2022

Sketsa dari ekspedisi di Sumatera Tengah 1877-1879: Alat pintal, pilin, dan anyam

PENGANTAR

Sejak tanggal 17 Agustus 2020 hingga 6 Oktober 2020 blog ini menampilkan foto-foto dari ekspedisi yang dilakukan Koninklijk Nederlandsch Aardrijkskundig Genootschap di wilayah yang mereka sebut Midden-Sumatra (Sumatera Tengah), yang meliputi wilayah di Bengkulu, Jambi, Sumatera Barat, dan Sumatera Selatan. Penjelajahan ini selain menelurkan sebuah album foto dan beberapa buku ilmiah, juga menghasilkan sebuah buku lukisan atau sketsa, yang salah satu salinannya tersedia di archive.org.

Buku sketsa ini menjadi penting karena berisi gambar-gambar yang melukiskan detail budaya yang sulit terekam oleh foto; misalnya perhiasan, cara mengikat rambut, ukiran, anyaman, dsb. Selain itu, buku sketsa ini menampilkan hal-hal terkait Rejang Lebong, sebuah daerah yang dikunjungi tim penjelajahan, tetapi tidak ada rekaman foto dari wilayah ini. Tidak adanya foto dari Rejang Lebong, sementara ada lebih dari 100 foto dari wilayah lain, menimbulkan dugaan bahwa foto dari Rejong Lebong sejatinya ada tetapi kemudian rusak atau hilang sebelum bisa dibukukan. Buku sketsa ini menjadi sesuatu yang menutupi kehilangan ini.

Berikut gambar-gambar dari buku sketsa ini. Sebenarnya, buku ini juga berisi keterangan terinci tentang setiap gambar yang ditampilkan. Blog ini akan menampilkan keterangan singkat saja demi menghemat tempat.


Alat pengolah gambir (kunyu, penguis, pelemping/pengipit, cintung) dan minyak (kampahan, bahe gantang)
(klik untuk memperbesar)
Anyaman pandan (masiang kumbua, masiang singkie, masiang bigau, pariduak masiang, lapiek, lapik telebang, kampie bakipe)
(klik untuk memperbesar)
Anyaman lapiek sampai dari Sungaipagu
(klik untuk memperbesar)
Pola anyaman lapiek sampai/batarawang dari Sungaipagu
(klik untuk memperbesar)
Alat pintal, pilin, dan anyam (kincie, patiing kape, rantiing lili/luli, pageh, piyuwan, cagak, telepa)
(klik untuk memperbesar)

Waktu: antara 1877 dan 1879
Tempat: Minangkabau, Sumatera Selatan
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer / Juru gambar: Arend Ludolf van Hasselt
Sumber / Hak cipta: Internet Archive
Catatan:

Kamis, 21 April 2022

Demak di sekitar tahun 1898 dalam album foto "Javasche Landschappen" (5)

Warga Karangrejo di Gemulak (Sayung) menjemur padi
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Warga Batukidul di Gemulak membajak sawah
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Sebuah jembatan di Dwogo (?), Gemulak (Sayung)
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Warga Segangan Kidul, di Gemulak (sayung) membetulkan tanggul penahan air
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Anak-anak mandi bersama kerbau di Buyaran
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Waktu: sekitar 1898
Tempat: Demak
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan:

Rabu, 20 April 2022

Sketsa dari ekspedisi di Sumatera Tengah 1877-1879: Perkakas tukang dan cara mengolah gambir

PENGANTAR

Sejak tanggal 17 Agustus 2020 hingga 6 Oktober 2020 blog ini menampilkan foto-foto dari ekspedisi yang dilakukan Koninklijk Nederlandsch Aardrijkskundig Genootschap di wilayah yang mereka sebut Midden-Sumatra (Sumatera Tengah), yang meliputi wilayah di Bengkulu, Jambi, Sumatera Barat, dan Sumatera Selatan. Penjelajahan ini selain menelurkan sebuah album foto dan beberapa buku ilmiah, juga menghasilkan sebuah buku lukisan atau sketsa, yang salah satu salinannya tersedia di archive.org.

Buku sketsa ini menjadi penting karena berisi gambar-gambar yang melukiskan detail budaya yang sulit terekam oleh foto; misalnya perhiasan, cara mengikat rambut, ukiran, anyaman, dsb. Selain itu, buku sketsa ini menampilkan hal-hal terkait Rejang Lebong, sebuah daerah yang dikunjungi tim penjelajahan, tetapi tidak ada rekaman foto dari wilayah ini. Tidak adanya foto dari Rejang Lebong, sementara ada lebih dari 100 foto dari wilayah lain, menimbulkan dugaan bahwa foto dari Rejong Lebong sejatinya ada tetapi kemudian rusak atau hilang sebelum bisa dibukukan. Buku sketsa ini menjadi sesuatu yang menutupi kehilangan ini.

Berikut gambar-gambar dari buku sketsa ini. Sebenarnya, buku ini juga berisi keterangan terinci tentang setiap gambar yang ditampilkan. Blog ini akan menampilkan keterangan singkat saja demi menghemat tempat.


1-3 Karangko peti bersama kuncinya; 4-8 perkakas (panuko, gomua, cancang kikie, andasan, kikie paratai anak karangko); semuanya dari Sirukam
(klik untuk memperbesar)
Berbagai perkakas tukang kayu (kuiye baro, pasak, cacah baliyung, pahe pangguntiing, acuan, andasan badaguw, sapi binguang kayu, sapi bilah, kikie hampa, pangacu, tapo, cacah sangkuitan paran, catuak) dari Sirukam
(klik untuk memperbesar)
Peralatan pandai (jangko timbakau, sangka batang, sangka panjang, papatie, sangka baliyuang, linggah, garobok, godi)
(klik untuk memperbesar)
Berbagai tempat penyimpanan air dan alat dapur (bagen, kendi, periuk, laka/loka, pasopan, itik-itik)
(klik untuk memperbesar)
Teknik pengolahan gambir di Surulangun
(klik untuk memperbesar)

Waktu: antara 1877 dan 1879
Tempat: Minangkabau, Sumatera Selatan
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer / Juru gambar: Arend Ludolf van Hasselt
Sumber / Hak cipta: Internet Archive
Catatan:

Selasa, 19 April 2022

Demak di sekitar tahun 1898 dalam album foto "Javasche Landschappen" (4)

Kampung Moro (?) di Gemulak (Sayung)
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Anak-anak mandi bersama kerbau di jalur Gemulak menuju arah Semarang
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Warga menyusuri sungai dengan perahu
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Sebuah mesjid di Sayung
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Warga Kalikondang dengan ternak ayam dan kambing
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Waktu: sekitar 1898
Tempat: Demak
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan:

Senin, 18 April 2022

Sketsa dari ekspedisi di Sumatera Tengah 1877-1879: Kunci dan perkakas

PENGANTAR

Sejak tanggal 17 Agustus 2020 hingga 6 Oktober 2020 blog ini menampilkan foto-foto dari ekspedisi yang dilakukan Koninklijk Nederlandsch Aardrijkskundig Genootschap di wilayah yang mereka sebut Midden-Sumatra (Sumatera Tengah), yang meliputi wilayah di Bengkulu, Jambi, Sumatera Barat, dan Sumatera Selatan. Penjelajahan ini selain menelurkan sebuah album foto dan beberapa buku ilmiah, juga menghasilkan sebuah buku lukisan atau sketsa, yang salah satu salinannya tersedia di archive.org.

Buku sketsa ini menjadi penting karena berisi gambar-gambar yang melukiskan detail budaya yang sulit terekam oleh foto; misalnya perhiasan, cara mengikat rambut, ukiran, anyaman, dsb. Selain itu, buku sketsa ini menampilkan hal-hal terkait Rejang Lebong, sebuah daerah yang dikunjungi tim penjelajahan, tetapi tidak ada rekaman foto dari wilayah ini. Tidak adanya foto dari Rejang Lebong, sementara ada lebih dari 100 foto dari wilayah lain, menimbulkan dugaan bahwa foto dari Rejong Lebong sejatinya ada tetapi kemudian rusak atau hilang sebelum bisa dibukukan. Buku sketsa ini menjadi sesuatu yang menutupi kehilangan ini.

Berikut gambar-gambar dari buku sketsa ini. Sebenarnya, buku ini juga berisi keterangan terinci tentang setiap gambar yang ditampilkan. Blog ini akan menampilkan keterangan singkat saja demi menghemat tempat.


Perabot (tangguak garei, tangguak kirok, jae, sidiek ame, tintingan ame, tuye, puro, patalak naraco)
(klik untuk memperbesar)
Perkakas (galuak, tingkurak, talak palatak ame, panuko. suduk,tabak, pundun, sangka-sangka)
(klik untuk memperbesar)
Perkakas besi tajam (singka bajak, mato suduk, mato pangkuwe, mato tajak, sabi, ladiing bungkuak, pisau, sadok anau, seiwa, mato tambilang, rencong, ruduis, ladiing parambah, panjai parabung, jaro atok, tuwangan bungka jalo)
(klik untuk memperbesar)
Perkakas tukang (panggirik gadang, pahe, garagaji, salui-salui, mato baliung, katam, sapi basi, sapi bingung, sapi baro, palari pinggan kayu, katam lidah papan, panuko ame, kapak, tariekan ame)
(klik untuk memperbesar)
Kunci (karangka pintu, karangko peti kete, cacah tapak kudo, pahe guluang, pahe panabuak, pahe pancuang, pahe panisi, panuko pahe pancuang)
(klik untuk memperbesar)

Waktu: antara 1877 dan 1879
Tempat: Minangkabau
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer / Juru gambar: Arend Ludolf van Hasselt
Sumber / Hak cipta: Internet Archive
Catatan:

Minggu, 17 April 2022

Demak di sekitar tahun 1898 dalam album foto "Javasche Landschappen" (3)

Pasar Buyaran (Karangtengah)
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Perumahan warga Kalikondang
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Pengaturan arus air di Buyaran (Karangtengah)
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Warga Batu, Gemulak (Sayung)
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Jalan antara Gemulak dan Bulusari (?)
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Waktu: sekitar 1898
Tempat: Demak
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan:

Sabtu, 16 April 2022

Sketsa dari ekspedisi di Sumatera Tengah 1877-1879: Perahu, hewan ternak dan piaraan

PENGANTAR

Sejak tanggal 17 Agustus 2020 hingga 6 Oktober 2020 blog ini menampilkan foto-foto dari ekspedisi yang dilakukan Koninklijk Nederlandsch Aardrijkskundig Genootschap di wilayah yang mereka sebut Midden-Sumatra (Sumatera Tengah), yang meliputi wilayah di Bengkulu, Jambi, Sumatera Barat, dan Sumatera Selatan. Penjelajahan ini selain menelurkan sebuah album foto dan beberapa buku ilmiah, juga menghasilkan sebuah buku lukisan atau sketsa, yang salah satu salinannya tersedia di archive.org.

Buku sketsa ini menjadi penting karena berisi gambar-gambar yang melukiskan detail budaya yang sulit terekam oleh foto; misalnya perhiasan, cara mengikat rambut, ukiran, anyaman, dsb. Selain itu, buku sketsa ini menampilkan hal-hal terkait Rejang Lebong, sebuah daerah yang dikunjungi tim penjelajahan, tetapi tidak ada rekaman foto dari wilayah ini. Tidak adanya foto dari Rejang Lebong, sementara ada lebih dari 100 foto dari wilayah lain, menimbulkan dugaan bahwa foto dari Rejong Lebong sejatinya ada tetapi kemudian rusak atau hilang sebelum bisa dibukukan. Buku sketsa ini menjadi sesuatu yang menutupi kehilangan ini.

Berikut gambar-gambar dari buku sketsa ini. Sebenarnya, buku ini juga berisi keterangan terinci tentang setiap gambar yang ditampilkan. Blog ini akan menampilkan keterangan singkat saja demi menghemat tempat.


Rakit dan perahu (kajangan, biduk, jukung, timbo, galah, pangajuang, papon sayung, koram)
(klik untuk memperbesar)
Kuda dan jenis-jenis kerbau (gadang tanduak, badu, kacie tanduak, tendang, batanduk kungkun, batanduk bako, batanduk jolang, batanduk kapa)
(klik untuk memperbesar)
Perkakas peternakan (kalintung kabo, kalintung jawi, ganto, kelung, kolong-kolong tarli baruak, sangka katiran)
(klik untuk memperbesar)
Sangkar dan rumah unggas
(klik untuk memperbesar)
Sangkar burung dan rumah jangkrik (sangka pipi, ketiran, layang, puyuh, sarindi, cangkariak)
(klik untuk memperbesar)

Waktu: antara 1877 dan 1879
Tempat: Bengkulu, Minangkabau, Sumatera Selatan
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer / Juru gambar: Arend Ludolf van Hasselt / Daniël David Veth
Sumber / Hak cipta: Internet Archive
Catatan: