Selasa, 22 Maret 2022

Foto-foto keluaran studio Kurkdjian di album milik J.J.A. van Meel (2)

Kawah Ijen
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Candi Borobudur
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Relief di Candi Borobudur
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Gunung Batok
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Kawasan Bromo
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Jembatan kereta api di Malang
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Waktu: sekitar 1910-an
Tempat: Ijen, Magelang, Malang
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: Studio Onnes Kurkdjian
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan: Edisi lain dari foto nomor 1 pernah dimuat di posting ini; nomor 2 pernah dimuat di posting ini; nomor 4 di posting ini; nomor 6 di posting ini.

Senin, 21 Maret 2022

Sketsa dari ekspedisi di Sumatera Tengah 1877-1879: Mainan, penanggalan, dan aneka barang lain

PENGANTAR

Sejak tanggal 17 Agustus 2020 hingga 6 Oktober 2020 blog ini menampilkan foto-foto dari ekspedisi yang dilakukan Koninklijk Nederlandsch Aardrijkskundig Genootschap di wilayah yang mereka sebut Midden-Sumatra (Sumatera Tengah), yang meliputi wilayah di Bengkulu, Jambi, Sumatera Barat, dan Sumatera Selatan. Penjelajahan ini selain menelurkan sebuah album foto dan beberapa buku ilmiah, juga menghasilkan sebuah buku lukisan atau sketsa, yang salah satu salinannya tersedia di archive.org.

Buku sketsa ini menjadi penting karena berisi gambar-gambar yang melukiskan detail budaya yang sulit terekam oleh foto; misalnya perhiasan, cara mengikat rambut, ukiran, anyaman, dsb. Selain itu, buku sketsa ini menampilkan hal-hal terkait Rejang Lebong, sebuah daerah yang dikunjungi tim penjelajahan, tetapi tidak ada rekaman foto dari wilayah ini. Tidak adanya foto dari Rejang Lebong, sementara ada lebih dari 100 foto dari wilayah lain, menimbulkan dugaan bahwa foto dari Rejong Lebong sejatinya ada tetapi kemudian rusak atau hilang sebelum bisa dibukukan. Buku sketsa ini menjadi sesuatu yang menutupi kehilangan ini.

Berikut gambar-gambar dari buku sketsa ini. Sebenarnya, buku ini juga berisi keterangan terinci tentang setiap gambar yang ditampilkan. Blog ini akan menampilkan keterangan singkat saja demi menghemat tempat.


Lambang kebesaran pemuka Pasimpai, pedang, batu mantiko
(klik untuk memperbesar)
Coretan dari Rangkiang Luluih dengan keterangan dalam aksara Jawi (gajah, anak gajah, anjing). serta ukiran kayu dari Surulangun (2 &3) dan Lebong (4)
(klik untuk memperbesar)
Penanggalan dari Sungai Pagu (kutiko limo, kutiko tigo, kutiko bungo kambang, kutiko salapan)
(klik untuk memperbesar)
Penanggalan, rekal, dan topi dari Lubuk Taruk, Solok, Silungkang, Sirukam, Lebong, dan Sungai Pagu
(klik untuk memperbesar)
Tampe bacongkak, gasing, dan berbagai jenis akar
(klik untuk memperbesar)

Waktu: antara 1877 dan 1879
Tempat: Lebong, Minangkabau, Sumatera Selatan
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer / Juru gambar: Arend Ludolf van Hasselt
Sumber / Hak cipta: Internet Archive
Catatan:

Minggu, 20 Maret 2022

Foto-foto keluaran studio Kurkdjian di album milik J.J.A. van Meel (1)

Jilid album; meski bejudul Java, album ini berisi juga foto dari Bali dan Sulawesi
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Halaman pertama yang berisi nama dan pekerjaan pemilik album
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Ranu Klakah di Lumajang
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Pantai Popoh, Tulungagung
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Trenggalek
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Kawah Ijen
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Waktu: sekitar 1910-an
Tempat: Ijen, Lumajang, Tulungagung, Trenggalek
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: Studio Onnes Kurkdjian
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan: Edisi lain dari foto nomor 4 dan 5 pernah dimuat di posting ini.

Sabtu, 19 Maret 2022

Sketsa dari ekspedisi di Sumatera Tengah 1877-1879: Berbagai senjata tradisional

PENGANTAR

Sejak tanggal 17 Agustus 2020 hingga 6 Oktober 2020 blog ini menampilkan foto-foto dari ekspedisi yang dilakukan Koninklijk Nederlandsch Aardrijkskundig Genootschap di wilayah yang mereka sebut Midden-Sumatra (Sumatera Tengah), yang meliputi wilayah di Bengkulu, Jambi, Sumatera Barat, dan Sumatera Selatan. Penjelajahan ini selain menelurkan sebuah album foto dan beberapa buku ilmiah, juga menghasilkan sebuah buku lukisan atau sketsa, yang salah satu salinannya tersedia di archive.org.

Buku sketsa ini menjadi penting karena berisi gambar-gambar yang melukiskan detail budaya yang sulit terekam oleh foto; misalnya perhiasan, cara mengikat rambut, ukiran, anyaman, dsb. Selain itu, buku sketsa ini menampilkan hal-hal terkait Rejang Lebong, sebuah daerah yang dikunjungi tim penjelajahan, tetapi tidak ada rekaman foto dari wilayah ini. Tidak adanya foto dari Rejang Lebong, sementara ada lebih dari 100 foto dari wilayah lain, menimbulkan dugaan bahwa foto dari Rejong Lebong sejatinya ada tetapi kemudian rusak atau hilang sebelum bisa dibukukan. Buku sketsa ini menjadi sesuatu yang menutupi kehilangan ini.

Berikut gambar-gambar dari buku sketsa ini. Sebenarnya, buku ini juga berisi keterangan terinci tentang setiap gambar yang ditampilkan. Blog ini akan menampilkan keterangan singkat saja demi menghemat tempat.


Senapan, tombak, dan senjata tajam dari Sirukam, Supayang, Sungai Pagu, Pasimpai, dan Surulangun
(klik untuk memperbesar)
Senjata pendek: seiwa, sekin, kerambit, dan badik
(klik untuk memperbesar)
Lading, tumbak, seligi, tungke, panggalah, dan kulipeh
(klik untuk memperbesar)
Bagian-bagian dari senapan Melayu
(klik untuk memperbesar)
Bagian dari senapan, tongkat, dan pedang
(klik untuk memperbesar)

Waktu: antara 1877 dan 1879
Tempat: Minangkabau, Riau, Sumatera Selatan
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer / Juru gambar: Arend Ludolf van Hasselt
Sumber / Hak cipta: Internet Archive
Catatan:

Jumat, 18 Maret 2022

Wajah flora dan manusia Nusantara di publikasi Koloniaal Museum Haarlem, 1895-1901 (10)

PENGANTAR

Foto-foto berikut berasal dari publikasi yang dikeluarkan oleh Koloniaal Museum Haarlem, Belanda, dari tahun 1895 hingga 1901. Rangkaian publikasi ini umumnya menampilkan budaya manusia sehari-hari, dunia flora, serta budi daya manusia atas dunia botanika ini.

(klik untuk memperbesar)

Beberapa foto muncul di lebih dari satu publikasi; blog ini tetap akan menampilkan dublet seperti ini.


Jawa (?): Perkebunan tebu
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Jawa Barat (?): Perkebunan teh
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Pohon karet
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Perkebunan kopi
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Umbi garut
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Mengangkut tebu dengan pedati
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Waktu: 1895 (5 foto pertama), 1900 (foto terakhir)
Tempat: Jawa
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: J. H. de Bussy (5 foto pertama) | H. Kleinmann & Co. (foto terakhir)
Sumber / Hak cipta: Koloniaal Museum Haarlem / National Gallery of Australia
Catatan:

Kamis, 17 Maret 2022

Sketsa dari ekspedisi di Sumatera Tengah 1877-1879: Alat musik, perhiasan, dan sisir

PENGANTAR

Sejak tanggal 17 Agustus 2020 hingga 6 Oktober 2020 blog ini menampilkan foto-foto dari ekspedisi yang dilakukan Koninklijk Nederlandsch Aardrijkskundig Genootschap di wilayah yang mereka sebut Midden-Sumatra (Sumatera Tengah), yang meliputi wilayah di Bengkulu, Jambi, Sumatera Barat, dan Sumatera Selatan. Penjelajahan ini selain menelurkan sebuah album foto dan beberapa buku ilmiah, juga menghasilkan sebuah buku lukisan atau sketsa, yang salah satu salinannya tersedia di archive.org.

Buku sketsa ini menjadi penting karena berisi gambar-gambar yang melukiskan detail budaya yang sulit terekam oleh foto; misalnya perhiasan, cara mengikat rambut, ukiran, anyaman, dsb. Selain itu, buku sketsa ini menampilkan hal-hal terkait Rejang Lebong, sebuah daerah yang dikunjungi tim penjelajahan, tetapi tidak ada rekaman foto dari wilayah ini. Tidak adanya foto dari Rejang Lebong, sementara ada lebih dari 100 foto dari wilayah lain, menimbulkan dugaan bahwa foto dari Rejong Lebong sejatinya ada tetapi kemudian rusak atau hilang sebelum bisa dibukukan. Buku sketsa ini menjadi sesuatu yang menutupi kehilangan ini.

Berikut gambar-gambar dari buku sketsa ini. Sebenarnya, buku ini juga berisi keterangan terinci tentang setiap gambar yang ditampilkan. Blog ini akan menampilkan keterangan singkat saja demi menghemat tempat.


Berbagai perhiasan seperti kurabu, lonta, dan sunting dari Alahan Panjang, Bukitinggi, Maninjau, Pariaman, Sijunjung, dan Solok
(klik untuk memperbesar)
Berbagai perhiasan dari Lesung Batu, Napal Licin, Padangpanjang, Pariaman, dan Supayang
(klik untuk memperbesar)
Kakolong dari Talang Babungo, serta pelengkap pakaian khas Minangkabau
(klik untuk memperbesar)
Orang Kubu, sketsa atas gigi suku Melayu, serta berbagai barang seperti sisir dan jimat
(klik untuk memperbesar)
Talimpung, kelentang, alat petik rebab, sisir dari tanduk kerbau, perhiasan
(klik untuk memperbesar)

Waktu: antara 1877 dan 1879
Tempat: Jambi, Minangkabau, Sumatera Selatan
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer / Juru gambar: Arend Ludolf van Hasselt
Sumber / Hak cipta: Internet Archive
Catatan:

Rabu, 16 Maret 2022

Wajah flora dan manusia Nusantara di publikasi Koloniaal Museum Haarlem, 1895-1901 (9)

PENGANTAR

Foto-foto berikut berasal dari publikasi yang dikeluarkan oleh Koloniaal Museum Haarlem, Belanda, dari tahun 1895 hingga 1901. Rangkaian publikasi ini umumnya menampilkan budaya manusia sehari-hari, dunia flora, serta budi daya manusia atas dunia botanika ini.

(klik untuk memperbesar)

Beberapa foto muncul di lebih dari satu publikasi; blog ini tetap akan menampilkan dublet seperti ini.


Buah vanili
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Pohon vanili
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Pohon kapuk
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Pohon coklat
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Jawa: Menanam benih padi di sawah
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Perkebunan lada
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Waktu: sekitar 1895
Tempat: Jawa (foto nomor 5)
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: J. H. de Bussy
Sumber / Hak cipta: Koloniaal Museum Haarlem / National Gallery of Australia
Catatan: