Kamis, 22 Juli 2021

Tempat-tempat bersejarah di Jakarta menjelang akhir 1940-an (1)

De Uitkijk Post, sekarang bernama Menara Syahbandar di kawasan Sunda Kelapa
(klik untuk memperbesar | © AVS)
De Uitkijk Post, dilihat dari arah Pasar Ikan
(klik untuk memperbesar | © AVS)
Ereveld Ancol, monumen untuk mengenang warga Belanda, dan juga Indonesia, yang dieksekusi Jepang di masa 1942-1945
(klik untuk memperbesar | © AVS)
Monumen Pieter Erberverd, si Pangeran Pecah Kulit
(klik untuk memperbesar | © AVS)
Rangkaian kuburan di Ereveld Ancol
(klik untuk memperbesar | © AVS)
Waktu: antara 1946-1949
Tempat: Jakarta
Tokoh:
Peristiwa:
Juru gambar/foto:
Sumber / Hak cipta: Atlas Van Stolk
Catatan:

Rabu, 21 Juli 2021

Jepretan Kassian Céphas tentang upacara, ampilan, dan sendratari di Kedaton Yogyakarta I-IV, 1888

PENGANTAR

Sejarah fotografi Indonesia tidak lepas dari nama Kassian Céphas, lelaki Jawa pertama yang tercatat belajar menggunakan kamera dan mewariskan banyak foto yang mengabadikan suasana di Yogyakarta dan sekitarnya di zamannya, yang beberapa di antaranya sudah dimuat di blog ini. Buku foto pertama Kassian Céphas yang dikeluarkan untuk khalayak ramai berjudul In den Kedáton te Jogjåkártå: Oepåtjårå, ampílan en tooneldansen yang diterbitkan tahun 1888 bersama J. Groneman. National Gallery of Australia memiliki dua versi dari buku ini, yang berasal dari koleksi Leo Haks. Blog ini akan menampilkan keduanya secara simultan.

Jilid versi pertama
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Jilid versi kedua
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Halaman judul
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Versi pertama

Ia
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Ib
(klik untuk memperbesar | © NGA)
II
(klik untuk memperbesar | © NGA)
III
(klik untuk memperbesar | © NGA)
IV
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Versi kedua

Ia
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Ib
(klik untuk memperbesar | © NGA)
II
(klik untuk memperbesar | © NGA)
III
(klik untuk memperbesar | © NGA)
IV
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Waktu: 1888
Tempat: Yogyakarta
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: Kassian Céphas
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan:

Selasa, 20 Juli 2021

Empat lukisan pemandangan Nusantara di buku "De Indische Archipel" keluaran C.W. Mieling 1865

Gembala kerbau di Jawa, karya Frans Lebret
(klik untuk memperbesar | © AVS)
Danau Tondano di Minahasa, karya Louis de Stuers
(klik untuk memperbesar | © AVS)
Berburu harimau di Priangan, karya Raden Saleh
(klik untuk memperbesar | © AVS)
Ngarai Sianok di Bukittinggi, karya Charles Deeleman
(klik untuk memperbesar | © AVS)

Waktu: 1865 (lukisan-lukisannya tentunya dibuat sebelum buku diterbitkan)
Tempat: Jawa, Minahasa, Jawa Barat, Bukittinggi
Tokoh:
Peristiwa:
Juru foto/gambar: Frans Lebret | Louis de Stuers | Raden Saleh | Charles Deeleman
Sumber / Hak cipta: C.W. Mieling / Atlas Van Stolk
Catatan:

Senin, 19 Juli 2021

Dari buku foto tentang Priangan dan Jawa Timur keluaran George Lewis dan Studio Kurkdjian: Jawa Timur II, 1910

Sungai berbatu
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Kalipahit yang berasal dari kawah Ijen
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Hutan cemara
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Kawah Ijen
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Jalan desa yang diapit pohon rimbun
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Jembatan kereta api menjelang Banyuwangi
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Waktu: sekitar 1910
Tempat: Jawa Timur
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: George Lewis / Studio Onnes Kurkdjian
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan:

Minggu, 18 Juli 2021

Parade budaya Nusantara oleh para mahasiswa Delft, 5 Mei 1857 (3)

(klik untuk memperbesar | © AVS)
(klik untuk memperbesar | © AVS)
(klik untuk memperbesar | © AVS)

Waktu: 5 Mei 1857
Tempat: Delft
Tokoh:
Peristiwa: Pada tanggal 5 Mei 1857 para mahasiswa Delft, Belanda, berpawai dalam pakaian tradisional Nusantara. Bagian utama dari arak-arakan ini adalah penampilan acara Grebeg Maulud khas Yogyakarta; namun, seperti terlihat di rangkaian gambar ini, bagian lain dari wilayah Nusantara serta berbagai etnik terwakili.
Juru foto/gambar: J.H. Hofmeister
Sumber / Hak cipta: Atlas Van Stolk
Catatan:

Sabtu, 17 Juli 2021

Dari buku foto tentang Priangan dan Jawa Timur keluaran George Lewis dan Studio Kurkdjian: Jawa Timur I, 1910

Air terjun di Tosari
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Perumahan warga Tengger
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Jembatan kereta api menjelang Malang
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Ranu Klakah di Lumajang dengan latar belakang Gunung Lamongan
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Pemandian Banyubiru, Pasuruan
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Warga Tretes (Prigen, Pasuruan) di pinggir sawah dengan latar belakang Gunung Welirang
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Waktu: sekitar 1910
Tempat: Jawa Timur
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: George Lewis / Studio Onnes Kurkdjian
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan:

Jumat, 16 Juli 2021

Parade budaya Nusantara oleh para mahasiswa Delft, 5 Mei 1857 (2)

(klik untuk memperbesar | © AVS)
(klik untuk memperbesar | © AVS)
(klik untuk memperbesar | © AVS)

Waktu: 5 Mei 1857
Tempat: Delft
Tokoh:
Peristiwa: Pada tanggal 5 Mei 1857 para mahasiswa Delft, Belanda, berpawai dalam pakaian tradisional Nusantara. Bagian utama dari arak-arakan ini adalah penampilan acara Grebeg Maulud khas Yogyakarta; namun, seperti terlihat di rangkaian gambar ini, bagian lain dari wilayah Nusantara serta berbagai etnik terwakili.
Juru foto/gambar: J.H. Hofmeister
Sumber / Hak cipta: Atlas Van Stolk
Catatan: