Minggu, 14 Februari 2021

Poster partai politik Belanda yang mendukung dan menolak kemerdekaan Indonesia, 1929/1933/1948

(klik untuk memperbesar | © AVS)

Poster di atas diterbitkan oleh Partai Komunis Belanda dalam kampanye pemilihan umum parlemen Belanda di tahun 1929. Poster ini menyatakan bahwa 50 juta rakyat Indonesia mulutnya dibungkam, dengan bendera Belanda, dan oleh tangan dengan tera Singa Belanda; dan bahwa hanya Partai Komunis Belanda yang berjuang untuk mereka, dan karenanya menyeru rakyat Belanda agar memilih Louis de Visser, Ketua Partai Komunis Belanda saat itu.

(klik untuk memperbesar | © AVS)

Pemberontakan kapal perang De Zeven Provinciƫn di perairan Hindia-Belanda di bulan Februari 1933 menggoncang dunia politik Belanda yang tidak menyangkan akan adanya pembangkangan dari kalangan bersenjata di wilayah Hindia-Belanda terhadap pemerintah Belanda. Dalam pemilihan umum parlemen Belanda tahun 1933 kalangan komunis Belanda menggunakan peristiwa ini untuk menyerukan lepasnya Indonesia dari (kekuasaan) Belanda, dan mengutip ucapan Karl Marx (tapi dengan menampilkan siluet Lenin) bahwa "Suatu bangsa tidak akan bebas selama ia menindas bangsa lain".

(klik untuk memperbesar | © AVS)

Posisi yang berbeda dipegang oleh Partai Anti-Revolusioner. Dalam pemilihan umum Belanda tahun 1948, di tengah konflik bersenjata di Indonesia, partai Protestan konservativ yang a.l. dimotor oleh ini menyatakan bahwa yang harus ditegakan di Hindia-Belanda adalah hukum (Belanda) dan bukan kekacauan yang ditimbulkan oleh Republik (Indonesia).

Waktu: 1929, 1933, 1948
Tempat: poster di atas terbit di Belanda dengan mengacu ke hal terkait Indonesia
Tokoh:
Peristiwa:
Juru foto/gambar:
Sumber / Hak cipta: Atlas Van Stolk
Catatan:

Sabtu, 13 Februari 2021

Koleksi foto dari masa kejayaan tembakau di utara Sumatera — Album IV: Medan

PENGANTAR

Seperti sudah disinggung di posting sebelum ini, dan juga sebelumnya lagi, sejarah mewariskan banyak album foto tentang wilayah utara Sumatera dari masa kejayaan perkebunan tembakau. Isinya tentunya foto-foto yang terkait dengan perkebunan tembakau, serta manusia dan tempat atau tempat di sekitarnya. Foto-foto ini umumnya jepretan C.J. Kleingrothe atau keluaran dari studio foto miliknya. Kleingrothe adalah seorang Jerman yang menetap di Medan dari penghujung abad ke-19 hingga awal abad ke-20.

Beberapa foto tampaknya sangat populer, sehingga ia muncul di lebih dari satu album; blog ini akan menampilkan pengulangan foto seperti ini.


Istana Maimun
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Balaikota dan gedung Javasche Bank
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Viadukt dan Jalan Hotel
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Kediaman Residen "Pantai Timur Sumatera"
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Hotel Medan
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Gedung perkumpulan Witte Societeit
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Restoran De Boer
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Tahun terbit album: antara 1903 dan 1920 (foto-foto bisa jadi lebih tua lagi)
Tempat: Sumatera Utara
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: Carl Josef Kleingrothe
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan:

Jumat, 12 Februari 2021

Sambutan atas penerbangan cepat dari Belanda ke Indonesia, 1933-1934

Setelah berhasil melakukan penerbangan langsung dari Belanda ke Indonesia di tahun 1924, para perintis penerbangan Belanda membuat rekor baru di bulan Desember tahun 1933: penerbangan Belanda-Indonesia dalam waktu 4 hari, sebuah prestasi yang mencengangkan di saat itu (lihat posting tentang ini).

(klik untuk memperbesar | © AVS)

Di bulan November 1933, sudah keluar perangko yang menggambarkan akan adanya penerbangan pos cepat pertama antara Amsterdam dan Jakarta. Gambar yang ditampilkan pesawat berbaling-baling tiga, yang sedikit banyak mirip dengan pesawat Fokker F18 "Pelikan" yang sebulan kemudian melakukan penerbangan yang sebenarnya.

(klik untuk memperbesar | © AVS)

Poster ini keluar tahun 1934 untuk mengenang pesawat "Pelikan" dan empat awaknya yang menempuh rute penerbangan terpanjang di dunia saat itu sejauh 14.350 km. Sebagai perbandingan, poster ini menunjukkan rute penerbangan terjauh negara lain seperti Inggris (London-Kapstadt dan London-Madras), serta Perancis (Marseille-Saigon) yang masih lebih pendek daripada Amsterdam-Jakarta-Bandung.

(klik untuk memperbesar | © AVS)

Kalau sebelumnya pabrik biskuit Elder membuat permainan papan untuk mengenang penerbangan H-NACC di tahun 1924, maka kali ini giliran pabrik semir sepatu Erdal untuk membuat permainan yang mirip untuk mengenang penerbangan Pelikan PH-AIP. Permainan ini memperlihatkan rute mulai dari Amsterdam dengan tujuan Jakarta, dilanjutkan ke Bandung, dan kembali ke Amsterdam.

Waktu: 1933, 1934
Tempat: 
Tokoh:
Peristiwa:
Juru foto/gambar:
Sumber / Hak cipta: Atlas Van Stolk
Catatan:

Kamis, 11 Februari 2021

Koleksi foto dari masa kejayaan tembakau di utara Sumatera — Album IV: Pengolahan daun tembakau yang sudah dipanen

PENGANTAR

Seperti sudah disinggung di posting sebelum ini, dan juga sebelumnya lagi, sejarah mewariskan banyak album foto tentang wilayah utara Sumatera dari masa kejayaan perkebunan tembakau. Isinya tentunya foto-foto yang terkait dengan perkebunan tembakau, serta manusia dan tempat atau tempat di sekitarnya. Foto-foto ini umumnya jepretan C.J. Kleingrothe atau keluaran dari studio foto miliknya. Kleingrothe adalah seorang Jerman yang menetap di Medan dari penghujung abad ke-19 hingga awal abad ke-20.

Beberapa foto tampaknya sangat populer, sehingga ia muncul di lebih dari satu album; blog ini akan menampilkan pengulangan foto seperti ini.


Pengikatan daun tembakau
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Pengelompokan daun tembakau dalam ikatan
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Gantungan daun tembakau di gudang pengeringan
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Pemilahan daun tembakau
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Proses fermentasi
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Proses pengepresan dan pengepakan tembakau
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Proses pengepresan dan pengepakan tembakau
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Tahun terbit album: antara 1903 dan 1920 (foto-foto bisa jadi lebih tua lagi)
Tempat: Sumatera Utara
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: Carl Josef Kleingrothe
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan:

Rabu, 10 Februari 2021

Sambutan atas penerbangan pertama langsung dari Belanda ke Indonesia, 1925 & 1930

Keberhasilan melakukan penerbangan langsung dari Belanda ke Indonesia di bulan Oktober-November 1924, meskipun dengan banyak pemberhentian dan kendala (lihat posting tentang ini), merupakan hal yang sangat membanggakan warga Belanda. Betapa tidak, ini adalah penerbangan langsung terpanjang di dunia saat itu, dan sebuah pesawat dengan 3 awak membuktikan bahwa jarak 16.000 km bukan halangan untuk sebuah penerbangan langsung.

Tidak mengherankan apabila prestasi ini mendapat banyak perhatian, baik sebelum maupun sesudahnya, yang a.l. akan ditampilkan di bawah ini.

(klik untuk memperbesar | © AVS)

Ketika ketiga awak Fokker N-HACC kembali ke Belanda dari Indonesia, kali dengan pesawat berkode H-NACK, sambutan warga Belanda luar biasa (lihat posting ini). Majalah Het Leven mengeluarkan edisi khusus di bulan April 1925 untuk menyambut peristiwa ini. Sampul majalah memperlihatkan pesawat H-NACC dan bagaimana Nona Belanda dan Mbok Indonesia bisa saling mengulurkan tangan.

(klik untuk memperbesar | © AVS)

Petualangan pesawat Fokker H-NACC telah mengilhami perusahaan biskuit Elder di tahun 1930 untuk membuat permainan papan dengan nama Holland-Indiƫ Spel. Permainan ini dimulai di Amsterdam dengan tujuan Batavia dan kembali ke Amsterdam, dengan melewati kota seperti Athena dan Istanbul, tempat seperti gurun dan awan, serta menempuh bencana seperti badai, pendaratan darurat, hingga ke patah sayap.

Waktu: 1925, 1930
Tempat: Belanda
Tokoh:
Peristiwa:
Juru foto/gambar:
Sumber / Hak cipta: Atlas Van Stolk
Catatan:

Selasa, 09 Februari 2021

Koleksi foto dari masa kejayaan tembakau di utara Sumatera — Album IV: Area perkebunan tembakau

PENGANTAR

Seperti sudah disinggung di posting sebelum ini, dan juga sebelumnya lagi, sejarah mewariskan banyak album foto tentang wilayah utara Sumatera dari masa kejayaan perkebunan tembakau. Isinya tentunya foto-foto yang terkait dengan perkebunan tembakau, serta manusia dan tempat atau tempat di sekitarnya. Foto-foto ini umumnya jepretan C.J. Kleingrothe atau keluaran dari studio foto miliknya. Kleingrothe adalah seorang Jerman yang menetap di Medan dari penghujung abad ke-19 hingga awal abad ke-20.

Beberapa foto tampaknya sangat populer, sehingga ia muncul di lebih dari satu album; blog ini akan menampilkan pengulangan foto seperti ini.


Menanam benih tembakau
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Ladang tembakau
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Perbukitan yang dijadikan ladang tembakau
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Barisan pohon tembakau muda
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Pekerja Keling dan Tionghoa serta mandor Belanda di area ladang tembakau
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Tahun terbit album: antara 1903 dan 1920 (foto-foto bisa jadi lebih tua lagi)
Tempat: Sumatera Utara
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: Carl Josef Kleingrothe
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan:

Senin, 08 Februari 2021

Sambutan atas penerbangan pertama langsung dari Belanda ke Indonesia, 1924

Keberhasilan melakukan penerbangan langsung dari Belanda ke Indonesia di bulan Oktober-November 1924, meskipun dengan banyak pemberhentian dan kendala (lihat posting tentang ini), merupakan hal yang sangat membanggakan warga Belanda. Betapa tidak, ini adalah penerbangan langsung terpanjang di dunia saat itu, dan sebuah pesawat dengan 3 awak membuktikan bahwa jarak 16.000 km bukan halangan untuk sebuah penerbangan langsung.

Tidak mengherankan apabila prestasi ini mendapat banyak perhatian, baik sebelum maupun sesudahnya, yang a.l. akan ditampilkan di bawah ini.

(klik untuk memperbesar | © AVS)

Ini adalah sampul dari majalah Het Vliegveld keluaran September 1924, beberapa hari sebelum penerbangan langsung dari Belanda ke Indonesia dilaksanaan. Sampul ini menampilkan pesawat Fokker H-NACC yang akan melakukan penerbangan bersejarah ini.

(klik untuk memperbesar | © Johan Braakensiek / AVS)

Karikatur di atas terbit di De Amsterdammer edisi 4 Oktober 1924 yang memperlihatkan pelopor pelayaran dari Belanda ke Nusantara di abad ke-16, Cornelis de Houtman, menyaksikan lepas landasnya si Fokker H-NACC sambil berucap: "Anak-anak yang hebat! Persis seperti di zamanku: Pergi untuk pertama kalinya ke Hindia Timur ... dan juga tanpa bantuan pemerintah."

(klik untuk memperbesar | © AVS)

Ini adalah isi dari majalah Het Leven keluaran 29 November 1924. Foto paling atas memperlihatkan kerumunan warga Belanda di depan kantor KLM untuk membaca berita berhasilnya penerbangan langsung ini. Foto tengah kiri menunjukkan karangan bunga dan berbagai ucapan selamat untuk tiga awak yang berhasil terbang langsung dari Belanda ke Indonesia. Sementara foto tengah kanan tampaknya merupakan montage dari foto ketiga awak dengan karangan bunga dan baling-baling. [Foto paling bawah merupakan pesawat karya Belanda lain yang akan dipamerkan di Paris.]

(klik untuk memperbesar | © AVS)

Lembaran peringatan ini terbit di Surabaya di bulan November/Desember 1924, setelah keberhasilan penerbangan langsung. Lembaran berisi sajak pujian atas tonggak perhubungan antara Belanda dan Nusantara ini. Prestasi tiga awak Fokker H-NACC disandingkan dengan apa yang dilakukan oleh Cornelis de Houtman sekitar 300 tahun sebelumnya.

Waktu: 1924
Tempat: Belanda, Surabaya
Tokoh:
Peristiwa:
Juru foto/gambar: Johan Braakensiek (gambar nomor 2)
Sumber / Hak cipta: Atlas Van Stolk
Catatan: