Selasa, 21 April 2020

Propaganda Jepang yang menyeru rakyat Indonesia untuk menangkapi warga Belanda, 1942

(klik untuk memperbesar | © Het Geheugen / NIOD)
Waktu: Mei 1942
Tempat: lembaran ini ditemukan di Flores
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Het Geheugen van Nederland / Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie
Catatan:

Senin, 20 April 2020

Hindia-Belanda dalam foto stereoskopi (2): Dari Pasar Baru, Jakarta ke Sangihe

PENGANTAR
Di akhir abad ke-19 foto stereoskop cukup populer untuk melihat foto dengan kesan tiga dimensi. Teknik yang digunakan saat itu adalah dengan membuat dua foto dengan sudut pengambilan yang sedikit berbeda. Kemudian kedua foto ini disandingkan, dan dilihat dengan menggunakan alat bersekat yang memisahkan pandangan mata kiri dan kanan. Gambar di kiri memperlihatkan contoh alat ini.

Wilayah Hindia-Belanda pun tak luput dari mode fotografi ini. Seri berikut akan menampilkan beberapa motif foto dari Hindia-Belanda yang ada di koleksi penggemar stereoskopi.

Pasar Baru, Jakarta
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Para putri Susuhunan Solo
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Pasar di Tahuna, Kepulauan Sangihe
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Menangkap hiu di Sangihe
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Tak ada perahu gendong pun jadi
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Waktu: sekitar awal abad ke-20
Tempat: Jakarta, Solo, Sangihe
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: A. Person
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan:

Minggu, 19 April 2020

Tiga foto Soeharto dari tahun 1966-1968

21 Maret 1966: Ruslan Abdulgani, Sultan Hamengkubuwono IX, dan Letjen Soeharto, di saat Soeharto mengumumkan penangkapan 15 menteri yang dikaitkan dengan PKI di kabinet sebelumnya (yaitu Subandrio, Chaerul Saleh, Setiadi Reksoprojo, Sumarjo, Oei Tjoe Tat, Yusuf Muda Dalam, Armunanto, Surachman, Sutomo, Astrawinata, Achmadi, Syafei, Yunius Kurami Tumakaka, Achadi, and Sumarno Sosroatmojo)
(klik untuk memperbesar | © Het Geheugen / ANP)
20 April 1967: Soeharto menerima kunjungan singkat politisi AS Richard Nixon yang didampingi Dubes AS di Jakarta, Marshall Green. Dua tahun kemudian Nixon terpilih sebagai Presiden AS.
(klik untuk memperbesar | © Het Geheugen / ANP)
17 Agustus 1968: Soeharto berpidato pada Hari Proklamasi Kemerdekaan
(klik untuk memperbesar | © Het Geheugen / ANP)
Waktu: 1966, 1967, 1968
Tempat: Jakarta
Tokoh: Letjen Soeharto (de facto orang terkuat di Indonesia), Hamengkubuwono IX (Sultan Yogyakarta), Ruslan Abdulgani (mantan Menteri Penerangan), Richard Milhouse Nixon (politisi AS), Marshall Green (Duta Besar AS di Jakarta)
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Het Geheugen van Nederland / Netherlands National News Agency
Catatan:

Sabtu, 18 April 2020

Hindia-Belanda dalam foto stereoskopi (1)

PENGANTAR
Di akhir abad ke-19 foto stereoskop cukup populer untuk melihat foto dengan kesan tiga dimensi. Teknik yang digunakan saat itu adalah dengan membuat dua foto dengan sudut pengambilan yang sedikit berbeda. Kemudian kedua foto ini disandingkan, dan dilihat dengan menggunakan alat bersekat yang memisahkan pandangan mata kiri dan kanan. Gambar di kiri memperlihatkan contoh alat ini.

Wilayah Hindia-Belanda pun tak luput dari mode fotografi ini. Seri berikut akan menampilkan beberapa motif foto dari Hindia-Belanda yang ada di koleksi penggemar stereoskopi.

Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, 1866
(klik untuk memperbesar | © NGA / Neville Keasberry)
Surabaya, tanpa tahun
(klik untuk memperbesar | © NGA / Merkelbach & Co)
Hutan bambu di Jawa, 1904
(klik untuk memperbesar | © NGA / Benjamin W. Kilburn)
Pasar di Jawa, 1905
(klik untuk memperbesar | © NGA / Kawin & Co)

Waktu: 1866, 1904, 1905
Tempat: Surabaya, Jawa
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan:

Jumat, 17 April 2020

Yatijan, Makki Perdanakusuma, Sugih Arto, Sarino Mangunpranoto, dan Awaluddin Jamin di Kabinet Dwikora III, 1966

(klik untuk memperbesar | © Het Geheugen / ANP)
(klik untuk memperbesar | © Het Geheugen / ANP)

Waktu: 31 Maret 1966
Tempat: Istana Merdeka, Jakarta
Tokoh (d.ki.k.ka.):
Peristiwa: Pelantikan kelima tokoh di atas sebagai pejabat tinggi negara di Kabinet Dwikora III
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Het Geheugen van Nederland / Netherlands National News Agency
Catatan:

Tambahan foto:
Di hari yang sama di Istana Merdeka, Presiden Soekarno menerima seorang tamu yang tampaknya disuguhi kopi dan cemilan tradisional
(klik untuk memperbesar | © Het Geheugen / ANP)

Kamis, 16 April 2020

Pembantu rumah tangga di zaman Belanda (3)

Sekitar 1915, kemungkinan di Surabaya: Keluarga Belanda bersama kusir
(klik untuk memperbesar | © NGA / Tjan Tian)
Antara 1915 dan 1920, kemungkinan di Jawa Barat: Tuan Belanda senang celana gombrangnya sudah dijahit
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Sekitar 1920, kemungkinan di Jawa Barat (berdasarkan model kebaya): Nyonya Belanda bersama tim pembantu
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Sekitar 1920, Jawa: Pengasuh bayi
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Supir?
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Waktu: 1915, 1920
Tempat: Jawa, Jawa Barat, Surabaya
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: Tjan Tian (foto pertama)
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan:

Rabu, 15 April 2020

Rachmawati Soekarnoputri sebagai anggota Paskibra, 1966

(klik untuk memperbesar | © Het Geheugen / ANP)
Waktu: 17 Agustus 1966
Tempat: Jakarta
Tokoh: Rachmawati Soekarnoputri (anak Presiden Soekarno; berambut dikepang)
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Het Geheugen van Nederland / Netherlands National News Agency
Catatan: