Senin, 20 Januari 2020

Jepretan Charles Breijer 1947-1953: Pekan Olahraga Nasional I, Solo 1948 - Acara hiburan (1)

PENGANTAR

Foto-foto tentang Pekan Olahraga Nasional I hampir tidak ada. Dokumentasi tentang PON I yang beredar di dunia maya paling menampilkan foto-foto dari PON sesudahnya, atau kegiatan lain yang diusahakan dikait-kaitkan dengan PON I. Boleh jadi saat itu memang orang belum ngeh tentang bakal pentingnya peristiwa ini. Mungkin juga pada saat itu orang belum yakin bahwa acara ini akan berlanjut secara berkala; perlu diingat bahwa penomoran "I" baru datang belakangan. Pada saat itu Republik Indonesia, yang wilayahnya secara de facto menyusut setelah Aksi Polisionil I, ingin menunjukkan bahwa negara ini mampu mengadakan pekan olahraga dengan peserta dari berbagai pelosok wilayah.

Ketika blog ini mengamati kumpulan foto yang dibuat fotografer Belanda, Charles Breijer, antara tahun 1947 dan 1953, ada beberapa foto yang diberi catatan sportmanifestatie in het stadion van Solo, Indonesiƫ (1948). Kumpulan foto ini tidak banyak memperlihatkan kegiatan olahraganya, tetapi banyak menampilkan kegiatan lain yang cocok dengan deskripsi tentang pembukaan PON I: adanya parade pandu, senam massal, pencak silat, dan hadirnya Wikana yang menjabat Menteri Pemuda sejak kabinet Syahrir II hingga ke kabinet Amir Syarifudin II dan juga merupakan Gubernur Militer wilayah Surakarta sebelum diganti oleh Gatot Subroto.

Apabila jepretan Charles Breijer ini memang berasal dari acara PON I, maka syukurlah masih ada dokumentasi foto dari peristiwa ini.

(klik untuk memperbesar | © Het Geheugen / Nederlands Fotomuseum)
(klik untuk memperbesar | © Het Geheugen / Nederlands Fotomuseum)
(klik untuk memperbesar | © Het Geheugen / Nederlands Fotomuseum)
(klik untuk memperbesar | © Het Geheugen / Nederlands Fotomuseum)
(klik untuk memperbesar | © Het Geheugen / Nederlands Fotomuseum)
(klik untuk memperbesar | © Het Geheugen / Nederlands Fotomuseum)
(klik untuk memperbesar | © Het Geheugen / Nederlands Fotomuseum)
Waktu: kemungkinan besar 9 September 1948
Tempat: Solo
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: Charles Breijer
Sumber / Hak cipta: Het Geheugen van Nederland / Nederlands Fotomuseum
Catatan:

Minggu, 19 Januari 2020

Candi Singhasari di penghujung abad ke-19, awal abad ke-20

1860: Patung Ganesha dari Candi Singhasari
(klik untuk memperbesar | © Woodbury & Page / Universiteit Leiden)
1860: Patung raksasa penjaga candi (Arca Dwarpala)
(klik untuk memperbesar | © Woodbury & Page / Universiteit Leiden)
Sebelum 1880: Patung raksasa penjaga candi (Arca Dwarpala)
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
Sebelum 1880: Reruntuhan candi dengan dua patung Ganesha di depannya
(klik untuk memperbesar | © H. Salzwedel / Universiteit Leiden)
Sebelum 1880: Patung-patung di Candi Singhasari
(klik untuk memperbesar | © H. Salzwedel / Universiteit Leiden)
1901/1902: Reruntuhan candi dengan dua patung Ganesha di depannya
(klik untuk memperbesar | © A.E.F. Muntz / Universiteit Leiden)
1901/1902: Keluarga Belanda berpose di patung raksasa penjaga candi (Arca Dwarpala)
(klik untuk memperbesar | © A.E.F. Muntz / Universiteit Leiden)

Waktu: 1860, 1880, 1901/1902
Tempat: Malang
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: A.E.F. Muntz / H. Salzwedel / Woodbury & Page (Batavia)
Sumber / Hak cipta: Universiteit Leiden
Catatan: Foto nomor 4 dimuat di posting ini sebelumnya dalam ukuran yang lebih kecil dan dari sumber lain.


UPDATE 3 Juli 2020: Gambar nomor 3 dan 4 akan dimuat ulang pada tanggal 13 Agustus 2020 dalam foto yang berasal dari sumber lain.

Sabtu, 18 Januari 2020

Jepretan Charles Breijer 1947-1953: Pekan Olahraga Nasional I, Solo 1948 - Wajah para pandu

PENGANTAR

Foto-foto tentang Pekan Olahraga Nasional I hampir tidak ada. Dokumentasi tentang PON I yang beredar di dunia maya paling menampilkan foto-foto dari PON sesudahnya, atau kegiatan lain yang diusahakan dikait-kaitkan dengan PON I. Boleh jadi saat itu memang orang belum ngeh tentang bakal pentingnya peristiwa ini. Mungkin juga pada saat itu orang belum yakin bahwa acara ini akan berlanjut secara berkala; perlu diingat bahwa penomoran "I" baru datang belakangan. Pada saat itu Republik Indonesia, yang wilayahnya secara de facto menyusut setelah Aksi Polisionil I, ingin menunjukkan bahwa negara ini mampu mengadakan pekan olahraga dengan peserta dari berbagai pelosok wilayah.

Ketika blog ini mengamati kumpulan foto yang dibuat fotografer Belanda, Charles Breijer, antara tahun 1947 dan 1953, ada beberapa foto yang diberi catatan sportmanifestatie in het stadion van Solo, Indonesiƫ (1948). Kumpulan foto ini tidak banyak memperlihatkan kegiatan olahraganya, tetapi banyak menampilkan kegiatan lain yang cocok dengan deskripsi tentang pembukaan PON I: adanya parade pandu, senam massal, pencak silat, dan hadirnya Wikana yang menjabat Menteri Pemuda sejak kabinet Syahrir II hingga ke kabinet Amir Syarifudin II dan juga merupakan Gubernur Militer wilayah Surakarta sebelum diganti oleh Gatot Subroto.

Apabila jepretan Charles Breijer ini memang berasal dari acara PON I, maka syukurlah masih ada dokumentasi foto dari peristiwa ini.

(klik untuk memperbesar | © Het Geheugen / Nederlands Fotomuseum)
(klik untuk memperbesar | © Het Geheugen / Nederlands Fotomuseum)
(klik untuk memperbesar | © Het Geheugen / Nederlands Fotomuseum)
(klik untuk memperbesar | © Het Geheugen / Nederlands Fotomuseum)

Waktu: kemungkinan besar 9 September 1948
Tempat: Solo
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: Charles Breijer
Sumber / Hak cipta: Het Geheugen van Nederland / Nederlands Fotomuseum
Catatan:

Jumat, 17 Januari 2020

Pasar dan pedagang di Jawa di penghujung abad ke-19, awal abad ke-20

Pasar di Garut, 1901/1902
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
Pasar di Garut, 1901/1902
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
Para pedagang di alun-alun Blitar, sebelum 1880
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
Tukang sate, 1900
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)

Waktu: 1880, 1900, 1901/1902
Tempat: Blitar, Garut
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Universiteit Leiden
Catatan:

Kamis, 16 Januari 2020

Jepretan Charles Breijer 1947-1953: Pekan Olahraga Nasional I, Solo 1948 - Barisan pandu

PENGANTAR

Foto-foto tentang Pekan Olahraga Nasional I hampir tidak ada. Dokumentasi tentang PON I yang beredar di dunia maya paling menampilkan foto-foto dari PON sesudahnya, atau kegiatan lain yang diusahakan dikait-kaitkan dengan PON I. Boleh jadi saat itu memang orang belum ngeh tentang bakal pentingnya peristiwa ini. Mungkin juga pada saat itu orang belum yakin bahwa acara ini akan berlanjut secara berkala; perlu diingat bahwa penomoran "I" baru datang belakangan. Pada saat itu Republik Indonesia, yang wilayahnya secara de facto menyusut setelah Aksi Polisionil I, ingin menunjukkan bahwa negara ini mampu mengadakan pekan olahraga dengan peserta dari berbagai pelosok wilayah.

Ketika blog ini mengamati kumpulan foto yang dibuat fotografer Belanda, Charles Breijer, antara tahun 1947 dan 1953, ada beberapa foto yang diberi catatan sportmanifestatie in het stadion van Solo, Indonesiƫ (1948). Kumpulan foto ini tidak banyak memperlihatkan kegiatan olahraganya, tetapi banyak menampilkan kegiatan lain yang cocok dengan deskripsi tentang pembukaan PON I: adanya parade pandu, senam massal, pencak silat, dan hadirnya Wikana yang menjabat Menteri Pemuda sejak kabinet Syahrir II hingga ke kabinet Amir Syarifudin II dan juga merupakan Gubernur Militer wilayah Surakarta sebelum diganti oleh Gatot Subroto.

Apabila jepretan Charles Breijer ini memang berasal dari acara PON I, maka syukurlah masih ada dokumentasi foto dari peristiwa ini.

(klik untuk memperbesar | © Het Geheugen / Nederlands Fotomuseum)
(klik untuk memperbesar | © Het Geheugen / Nederlands Fotomuseum)
(klik untuk memperbesar | © Het Geheugen / Nederlands Fotomuseum)
(klik untuk memperbesar | © Het Geheugen / Nederlands Fotomuseum)
(klik untuk memperbesar | © Het Geheugen / Nederlands Fotomuseum)

Waktu: kemungkinan besar 9 September 1948
Tempat: Solo
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: Charles Breijer
Sumber / Hak cipta: Het Geheugen van Nederland / Nederlands Fotomuseum
Catatan:

Rabu, 15 Januari 2020

Monumen Pieter Erberverd, si Pangeran Pecah Kulit, 1910-1936

PENGANTAR

Di awal abad ke-18 hidup seorang pria campuran Jerman-Siam bernama Pieter di Jakarta. Ayahnya kemungkinan berasal dari kota Elberfeld, Jerman, sehingga pria Indo ini dikenal sebagai Pieter Elberfeldt, atau variasinya Pieter Erberverd. Pieter dikabarkan merencanakan perlawanan terhadap VOC, dengan bantuan beberapa masyarakat Banten.

Pihak Belanda, yang kemudian mengendus rencana ini, tidak kenal ampun. Pieter bersama kelompok perlawanannya dijatuhi hukuman mati dengan cara yang mengerikan. Kedua tangan dan kedua kaki Pieter masing-masing diikat ke seekor kuda. Kemudian, keempat kuda ini dipacu berlari ke empat arah yang berbeda. Hancurnya jasad Pieter dengan hukuman brutal seperti itu membuatnya dijuluki "Pangeran Pecah Kulit" oleh warga Jakarta.

Pihak VOC mendirikan monumen peringatan bertanggal 14 April 1722, dalam bahasa Belanda, dan bahasa Jawa dalam huruf Hanacaraka, yang bertujuan mengingatkan orang untuk tidak mengikuti jejak Pieter. Di atasnya, tengkorak kepala Pieter ditancapkan dengan tombak besi.

Monumen ini tampaknya populer, dan bahkan menjadi semacam objek wisata. Ini terlihat dari banyaknya kartu pos dan foto tentang monumen yang berada di dekat stasiun Jayakarta sekarang ini. Hingga tahun 1936, lebih dari 200 tahun setelah Pieter dieksekusi, masih ada foto tentang tempat peringatan ini.

Ketika Jepang datang, mereka membongkar monumen ini. Sekarang, prasastinya berada di Taman Museum Prasasti, Jakarta.

1910
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
1920
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
1925
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
1928
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
1930
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
1930
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
1936
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)

Waktu: 1910, 1920, 1925, 1928, 1930, 1936
Tempat: Jakarta
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Universiteit Leiden
Catatan:

Selasa, 14 Januari 2020

Jepretan Charles Breijer 1947-1953: Pekan Olahraga Nasional I, Solo 1948 - Pejabat dan penonton

PENGANTAR

Foto-foto tentang Pekan Olahraga Nasional I hampir tidak ada. Dokumentasi tentang PON I yang beredar di dunia maya paling menampilkan foto-foto dari PON sesudahnya, atau kegiatan lain yang diusahakan dikait-kaitkan dengan PON I. Boleh jadi saat itu memang orang belum ngeh tentang bakal pentingnya peristiwa ini. Mungkin juga pada saat itu orang belum yakin bahwa acara ini akan berlanjut secara berkala; perlu diingat bahwa penomoran "I" baru datang belakangan. Pada saat itu Republik Indonesia, yang wilayahnya secara de facto menyusut setelah Aksi Polisionil I, ingin menunjukkan bahwa negara ini mampu mengadakan pekan olahraga dengan peserta dari berbagai pelosok wilayah.

Ketika blog ini mengamati kumpulan foto yang dibuat fotografer Belanda, Charles Breijer, antara tahun 1947 dan 1953, ada beberapa foto yang diberi catatan sportmanifestatie in het stadion van Solo, Indonesiƫ (1948). Kumpulan foto ini tidak banyak memperlihatkan kegiatan olahraganya, tetapi banyak menampilkan kegiatan lain yang cocok dengan deskripsi tentang pembukaan PON I: adanya parade pandu, senam massal, pencak silat, dan hadirnya Wikana yang menjabat Menteri Pemuda sejak kabinet Syahrir II hingga ke kabinet Amir Syarifudin II dan juga merupakan Gubernur Militer wilayah Surakarta sebelum diganti oleh Gatot Subroto.

Apabila jepretan Charles Breijer ini memang berasal dari acara PON I, maka syukurlah masih ada dokumentasi foto dari peristiwa ini.

Para pejabat di tribun, a.l. Wikana (ketiga dari kiri) yang sempat menjadi Menteri Pemuda 1946-1948 dan Gubernur Militer Surakarta. Perlu diteliti lebih lanjut apakah yang kedua dari adalah Menteri Pemuda Supeno (yang gugur ditembak Belanda saat Aksi Polisionil 2).
(klik untuk memperbesar | © Het Geheugen / Nederlands Fotomuseum)
Para pejabat di tribun di foto dari belakang, menghadap ke parade pandu.
(klik untuk memperbesar | © Het Geheugen / Nederlands Fotomuseum)
Anak-anak menyaksikan ...
(klik untuk memperbesar | © Het Geheugen / Nederlands Fotomuseum)
... dan ikut memberi dukungan.
(klik untuk memperbesar | © Het Geheugen / Nederlands Fotomuseum)
Waktu: kemungkinan besar 9 September 1948
Tempat: Solo
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: Charles Breijer
Sumber / Hak cipta: Het Geheugen van Nederland / Nederlands Fotomuseum
Catatan: