Minggu, 14 Juli 2019

Foto bocah-bocah kecil di sampul Djawa Baroe, bagian dari propaganda Jepang, 1943

Balita dalam seragam militer Jepang
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Kanak-kanak menaikkan bendera Matahari Terbit
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 1943
Tempat: Jawa
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Sabtu, 13 Juli 2019

Kemiskinan semasa perang kemerdekaan (7): Baturaja dan Bogor

PENGANTAR

Kemiskinan di negeri kita ada di sebelum kemerdekaan, di saat perang kemerdekaan, setelah perang kemerdekaan, di masa pemerintahan Soekarno, Soeharto, dan boleh jadi hingga sekarang ini.
Situasi rakyat miskin semasa perang tetapi lebih memilukan karena orang lain memiliki prioritas lain daripada memperhatikan mereka. Dan foto-foto rakyat miskin di masa perang menjadi lebih memiliki nilai propaganda karena publik luar dengan mudah mengasosiasikannya dengan perang, dan bisa menganggapnya sebagai dampak dari peperangan, yang bisa jadi benar.

Foto-foto berikut akan memperlihatkan rakyat miskin kita semasa perang kemerdekaan.

Baturaja, Juli 1947
(klik untuk memperbesar | © gahetna)
Bogor, 17 Desember 1948
(klik untuk memperbesar | © gahetna)
Waktu: 1947 & 1948
Tempat: Baturaja (Ogan Komering Ulu), Bogor
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Het Nationaal Archief
Catatan:

Jumat, 12 Juli 2019

Seruan propaganda Jepang di bidang ekonomi untuk rakyat Indonesia, 1944

(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 1944
Tempat: Jawa
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Kamis, 11 Juli 2019

Biara Ordo Fransiskan di Cicurug, Sukabumi yang terlantarkan di masa perang kemerdekaan, 1947 (2)

Altar yang menunjukkan usaha perusakan dan pembakaran
(klik untuk memperbesar | © gahetna)
Dinding gereja dengan sisa-sisa perusakan
(klik untuk memperbesar | © gahetna)
Barang-barange gereja yang dirusak
(klik untuk memperbesar | © gahetna)
Waktu: 30 Juli 1947
Tempat: Cicurug (Sukabumi)
Tokoh:
Peristiwa: Ketika Belanda mulai melancarkan Aksi Polisionil 1 di bulan Juli 1947 dan merebut wilayah-wilayah Republika Indonesia, TNI melancarkan aksi bumi hangus ke objek-objek vital dan juga ke bangunan yang dianggap sebagai simbol Belanda, a.l. biara Ordo Fransiskan ini.
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Het Nationaal Archief
Catatan: Lihat juga posting sebelum ini.

Rabu, 10 Juli 2019

Muhammad Hatta mendengarkan radio di Belanda, 1949

(klik untuk memperbesar | © BeeldbankWO2/ NIOD)
Waktu: 1949
Tempat: Belanda
Tokoh: Muhammad Hatta (Wakil Presiden RI)
Peristiwa: Kemungkinan besar foto ini diambil saat Bung Hatta berkunjung ke Belanda dalam rangka Konferensi Meja Bundar.
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Selasa, 09 Juli 2019

Pengadilan Militer Belanda atas warga Belanda Douwe Duursma, 1947 (2)

Jaksa militer Ph. G. M. Brugman membacakan dakwaan atas Duursma
(klik untuk memperbesar | © gahetna)
Douwe Duursma di hadapan dewan hakim
(klik untuk memperbesar | © gahetna)
Douwe Duursma
(klik untuk memperbesar | © gahetna)

Waktu: 27 Oktober 1947
Tempat: Jakarta
Tokoh: Douwe Duursma, seorang tokoh warga Belanda di Padang di saat Jepang memasuki Hindia-Belanda. Saat itu Duursma dikabarkan memegang jabatan residentierechter atau hakim dan menjadi Landraadvoorzitter atau Ketua Dewan Daerah.
Peristiwa: Douwe Duursma diadili oleh Mahkamah Militer Darurat Belanda di Jakarta atas tuduhan mengkhianati warga Belanda lain kepada pihak Jepang. Duursma divonis 18 tahun penjara yang kemudian dipotong menjadi 10 tahun. Duursma meninggal di Belanda pada tahun 1963.
Fotografer: P. de Bruijn
Sumber / Hak cipta: Het Nationaal Archief
Catatan: Lihat juga posting sebelumnya.

Senin, 08 Juli 2019

Propaganda Jepang: Para gadis bergotong-royong mencangkul, 1944

(klik untuk memperbesar | © BeeldbankWO2 / NIOD)
(klik untuk memperbesar | © BeeldbankWO2 / NIOD)

Waktu: kemungkinan 1944
Tempat: kemungkinan Jawa Barat
Tokoh:
Peristiwa: Ini adalah bagian dari propaganda Jepang untuk mengajak semua kalangan masyarakat, termasuk wanita, untuk bersama-sama membantu Jepang dalam perang melawan Sekutu. Foto atas berasal dari majalah Djawa Baroe terbitan 15 April 1944.
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan: