Minggu, 11 Februari 2018

Kunjungan Presiden Negara Indonesia Timur, Sukawati, ke Kupang, 1947

(klik untuk memperbesar | © KITLV)

Waktu: 22 Januari 1947
Tempat:  Kupang
Tokoh: Cokorda Gde Raka Sukawati (Presiden Negara Indonesia Timur; berdiri di depan tengah), Anak Agung Gde Agung (Menteri Dalam Negeri NIT; berdiri di belakang kanan), Raja Kupang (kiri depan), Raja Amarasi (kedua  dari kiri, depan)
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Koninklijk Instituut voor Taal-, Land- en Volkenkunde
Catatan:

Sabtu, 10 Februari 2018

Serangan pejuang kemerdekaan atas jalur kereta api: Jombang, 8 November 1949

(klik untuk memperbesar | © gahetna)
(klik untuk memperbesar | © gahetna)
(klik untuk memperbesar | © gahetna)
(klik untuk memperbesar | © gahetna)
(klik untuk memperbesar | © gahetna)
(klik untuk memperbesar | © gahetna)

Waktu: 9 November 1949
Tempat: Mojokerto
Tokoh:
Peristiwa: Pada tanggal 8 November 1949 para pejuang kemerdekaan memasang ranjau di jalur kereta Surabaya-Madiun, di sekitar Jombang. Sebuah iringan kereta barang menjadi korban sabotase ini. Foto diambil sehari sesudahnya pada tanggal 9 November 1949, di mana panglima Divisi A tentara Belanda, Kolonel J.A. Scheffelaar (tampak di latar depan foto ketiga) datang meninjau langsung lokasi sabotase.
Fotografer: A.J.M. Loomans
Sumber / Hak cipta: Het Nationaal Archief
Catatan:

Jumat, 09 Februari 2018

Pemilihan dan penetapan Cokorda Gde Raka Sukawati sebagai Presiden Negara Indonesia Timur di Konferensi Denpasar, 1946

Cokorda Gde Raka Sukawati memberikan suara, disaksikan van Mook (duduk di tengah)
(klik untuk memperbesar | © KITLV)
Pengukuhan Cokorda Gde Raka Sukawati sebagai Presiden Negara Indonesia Timur, dibacakan oleh Tajuddin Nur
(klik untuk memperbesar | © KITLV)
Waktu: Desember 1946
Tempat: Denpasar
Tokoh: Cokorda Gde Raka Sukawati (bangsawan Bali, bakal Presiden Negara Indonesia Timur), Hubertus Johannes van Mook (Letnan Gubernur Jenderal Hindia-Belanda), Tajuddin Nur (pengacara dari Makassar, pernah menjadi anggota Volksraad mewakili PNI)
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Koninklijk Instituut voor Taal-, Land- en Volkenkunde
Catatan:

Kamis, 08 Februari 2018

Serangan pejuang kemerdekaan atas jalur kereta api: Cikampek, 23 Juni 1948

(klik untuk memperbesar | © R.G. Jonkman / gahetna)
(klik untuk memperbesar | © R.G. Jonkman / gahetna)
(klik untuk memperbesar | © H. Wakker / gahetna)
Waktu: 24 & 25 Juni 1948
Tempat: Cikampek
Tokoh:
Peristiwa: Pada tanggal 23 Juni 1948 para pejuang kemerdekaan menyabot jalur kereta Jakarta-Bandung di posisi sekitar 3 km setelah Cikampek. Setelah gerbong terlempar keluar rel, para pejuang menembaki rangakaian kereta ini. Dikabarkan ada korban cedera bahkan tewas, a.l. seorang perwira Angkatan Udara Belanda bernama Kapten B. Wetters. Foto diambil sehari sesudahnya pada tanggal 24 Juni 1948 (dua foto pertama) dan 25 Juni 1948 (foto terakhir).
Fotografer: R.G. Jonkman & H. Wakker
Sumber / Hak cipta: Het Nationaal Archief
Catatan:

Rabu, 07 Februari 2018

Pembentukan Kabinet Negara Indonesia Timur, 1947

(klik untuk memperbesar | © KITLV)
(klik untuk memperbesar | © KITLV)
Waktu: 13 Januari 1947
Tempat: Jakarta
Tokoh: Cokorda Gde Raka Sukawati (Presiden Negara Indonesia Timur), Anak Agung Gde Agung (Menteri Dalam Negeri NIT)
Peristiwa: Cokorda Gde Raka Sukawati berbicara di depan susunan kabinet Negara Indonesia Timur, yang antara lain terdiri dari Anak Agung Gde Agung (Menteri Dalam Negeri), S.J. Warouw (Menteri Kesehatan), Tjia Kok Tjiang (Menteri Kehakiman), A.T.H. Bogaart (Sekretaris Departemen Sosial), F.W. van Diffelen (Direktur Pendidikan dan Kerohanian), Kolonel C.A. Warners (Direktur Perhubungan dan Perairan), W. Hoven (Direktur Administrasi Dalam Negeri)
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Koninklijk Instituut voor Taal-, Land- en Volkenkunde
Catatan:

Selasa, 06 Februari 2018