Kamis, 17 Juli 2014

Warga Tionghoa di masa perang kemerdekaan (1)

Pengantar: Kerusuhan 1998 termasuk bagian paling hitam di dalam sejarah hubungan warga "pribumi" dan Tionghoa di Indonesia. Peristiwa ini memicu munculnya era reformasi yang kemudian memberikan banyak kemajuan di dalam hubungan ini.

Harus diakui, peristiwa di tahun 1998 bukanlah yang pertama. Kekurang-harmonisan ini sudah ada puluhan tahun sebelumnya, termasuk di masa perang kemerdekaan. Blog ini sebelumnya sudah memperlihatkan perusakan pada harta benda warga Tionghoa yang dilakukan pejuang kemerdekaan di beberapa tempat, dan bagaimana Belanda dipandang sebagai pelindung warga Tionghoa dan terlibat dalam pembentukan milisi Tionghoa bersenjata yang berseteru dengan para pejuang.

Sebagian dari kita boleh jadi berpendapat "Ah, sudahlah, itu masa lalu. Tidak diusah diungkit-ungkit, hanya akan membuka luka dan borok lama. Kita lihat ke depan saja agar ada hubungan yang lebih harmonis." Pendapat seperti ini mengimplikasikan bahwa kita sebaiknya menutup sejarah yang tidak enak didengar. Di sini ada kemungkinan bahwa generasi ke depan, dari semua pihak baik "pribumi" maupun Tionghoa, tidak mencernai apa yang telah terjadi sebelumnya, dan menghadapi risiko akan mengulang apa yang justru seharusnya dihindari.

Penyelidikan sejarah secara jernih, tanpa generalisasi, tanpa praduga, tanpa emosi, diharapkan bisa menjadi bahan yang berharga agar kita, semua, bisa belajar dari masa lalu. Gambar-gambar berikut mudah-mudahan bisa memberikan kontribusi ke arah sana.


Bagian 1: Pembebasan warga Tionghoa yang disekap para pejuang kemerdekaan di Kediri

© gahetna

© gahetna

© gahetna

Waktu: 20 Desember 1948
Tempat: Kediri
Tokoh:
Peristiwa: Warga Tionghoa berhamburan setelah pasukan Belanda membebaskan mereka dari sekapan para pejuang kemerdekaan.
Fotografer:
Sumber / Hak Cipta: Het Nationaal Archief

Rabu, 16 Juli 2014

Beberapa gambar, disunting dari film tahun 1950-an tentang Indonesia

Salah satu pesawat Garuda
Harian Pikiran Rakyat dengan berita utama penyerangan udara atas Menado di era pemberontakan PRRI/Permesta.
Ketika PBNU dan Masyumi masih bergabung dengan PKI dalam mengajak orang menghadiri rapat akbar (kemungkinan menentang keterlibatan AS dalam pemberontakan PRRI/Permesta)

Waktu: 1950-an
Tempat: Jakarta
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Michael Rogge


Selasa, 15 Juli 2014

Senin, 14 Juli 2014

Beberapa gedung bersejarah di awal tahun 1950-an

Istana Merdeka
Museum Nasional
Gedung Sate
Stasiun Kota

Waktu: awal 1950-an
Tempat: Jakarta, Bandung
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Michael Rogge


Minggu, 13 Juli 2014

Soekarno, disunting dari film tahun 1950-an




Waktu: 1952
Tempat: Surabaya, Jakarta
Tokoh:Soekarno (Presiden RI), Muhammad Hatta (Wakil Presiden RI)
Peristiwa: Dua gambar pertama kemungkinan besar menunjukkan kedatangan Soekarno di bandara Surabaya, sebelum beliau meresmikan Tugu Pahlawan. Gambar kedua memperlihatkan Soekarno dan Hatta menghadiri shalat Idul Fitri di lapangan yang kemungkinan menjadi cikal bakal lokasi mesjid Istiqlal.
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Michael Rogge

Jumat, 11 Juli 2014

Perangko-perangko pertama Republik Indonesia









Waktu:
Tempat:
Tokoh:
Peristiwa:
Sumber / Hak Cipta: Michael Rogge
Catatan:
1. Gambar-gambar berasal dari film tahun 1955 yang ditujukan untuk memperkenalkan Indonesia ke dunia luar. Film ini direstorasi oleh Michael Rogge dan diunggah ke youtube.
2. Perangko Indonesia dahulu dicetak oleh "Staatsdruckerei Wien" atau Percetakan Negara Austria di Wina.
3. Cukup menarik bahwa bapak-bapak bangsa Indonesia disandingkan dengan negarawan-negarawan Amerika Serikat.