Kamis, 14 November 2019

Belanda menggali tulang belulang korban kekerasan para pemuda pejuang semasa hiruk pikuk setelah proklamasi kemerdekaan, 1946/1947

Balapulang (Tegal) 1946: Tulang belulang warga Belanda atai Indo korban kekerasan
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Bandung, 1947: Tim medis memeriksa jasad korban kekerasan
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Waktu: 1946, 1947
Tempat: Balapulang (Tegal), Bandung
Tokoh:
Peristiwa: Pihak Belanda memiliki istilah yang jarang muncul di buku sejarah Indonesia: "masa bersiap". Ini adalah masa di penghujung 1945 hingga ke 1946, ketika Indonesia sudah memproklamirkan diri, tetapi para pemuda pejuang belum terkonsolidasi dan terkontrol secara solid, sementara warga Belanda yang tersisa di Indonesia masih mengandalkan sisa-sisa KNIL dan sedikit tentara Belanda yang sudah datang untuk mencari keamanan.
Epori kemerdekaan, kebencian terhadap bangsa penjajah, dan hiruk pikuk pasca proklamasi membuat munculnya insiden-insiden kekejaman tak terkendali atas warga Belanda atau Indo-Belanda.
Setelah pasukan reguler dikapalkan dari Belanda, dan militer Belanda menguasai beberapa wilayah penting, pihak Belanda menggali kuburan-kuburan dari korban tindak kekerasan ini, yang dua di antaranya ditampilkan di atas ini.
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar