Kamis, 30 April 2015

Gundukan padi hasil panen di Bogor, 1923

(klik untuk memperbesar | © gahetna)
(klik untuk memperbesar | © gahetna)
Waktu: 1923
Tempat: Bogor
Tokoh:
Peristiwa: Petani dengan hasil panen yang menggunung, dan para wanita yang menumbuk padi di lesung.
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Het Nationaal Archief
Catatan:

Rabu, 29 April 2015

Para bangsawan Blitar di sekitar tahun 1875

(klik untuk memperbesar | © gahetna)

Waktu: 1875
Tempat: Blitar, semasa Kresidenan Kediri
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Het Nationaal Archief
Catatan:


UPDATE 4 Desember 2019
Foto yang sama dalam ukuran yang lebih besar:

(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)

Selasa, 28 April 2015

A.M. Hens, Gubernur Aceh 1923-1926

(klik untuk memperbesar | © gahetna)

Waktu: 1922
Tempat: Aceh
Tokoh: A.M. Hens (Gubernur Aceh 1923-1926)
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Het Nationaal Archief
Catatan: Foto tampaknya ketika A.M. Hens masih menjadi Residen Palembang.

Senin, 27 April 2015

Ketika guru masih sangat dihormati

(klik untuk memperbesar | © gahetna)

Waktu: akhir abad ke-19
Tempat: Bogor
Tokoh:
Peristiwa: Guru di zaman dulu begitu sangat berwibawa dan dihormati hingga para murid harus menunduk jika lewat di sampingnya.
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Het Nationaal Archief
Catatan:

Minggu, 26 April 2015

Jemaah haji Indonesia di kapal milik Rotterdamse Lloyd, 1951 (2)

(klik untuk memperbesar | © gahetna)
(klik untuk memperbesar | © gahetna)
(klik untuk memperbesar | © gahetna)
(klik untuk memperbesar | © gahetna)
Waktu: 1951
Tempat: sebuah kapal milik Rotterdamse Lloyd
Tokoh:
Peristiwa: jemaah haji asal Indonesia di dalam perjalanan menuju Jiddah
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Het Nationaal Archief
Catatan:

Sabtu, 25 April 2015

Jemaah haji Indonesia di kapal milik Rotterdamse Lloyd, 1951 (1)

(klik untuk memperbesar | © gahetna)
(klik untuk memperbesar | © gahetna)
(klik untuk memperbesar | © gahetna)
(klik untuk memperbesar | © gahetna)
(klik untuk memperbesar | © gahetna)

Waktu: 1951
Tempat: sebuah kapal milik Rotterdamse Lloyd
Tokoh:
Peristiwa: jemaah haji asal Indonesia di dalam perjalanan menuju Jiddah
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Het Nationaal Archief
Catatan:

Jumat, 24 April 2015

Jemaah haji Indonesia di tahun 1938

Dinas imigrasi Hindia-Belanda memeriksa surat-surat calon jemaah haji Indonesia sebelum mereka bertolak ke tanah suci.
(klik untuk memperbesar | © gahetna)
Kapal yang akan membawa jemaah haji Indonesia ke tanah suci.
(klik untuk memperbesar | © gahetna)
Waktu: 1938
Tempat: Tanjung Priuk
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Het Nationaal Archief
Catatan:

Rabu, 22 April 2015

Selamatan di Bogor dengan wayang golek, kepala kerbau, dan makan bareng di tahun 1930

(klik untuk memperbesar | © gahetna)
(klik untuk memperbesar | © gahetna)
(klik untuk memperbesar | © gahetna)
Waktu: 1930
Tempat: Bogor
Tokoh:
Peristiwa: Peringatan 25 tahun berdirinya Lembaga Pertanian di Bogor, diperingati dengan makan bareng, pertunjukan wayang golek, dan penanaman kepala kerbau.
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Het Nationaal Archief
Catatan:

Selasa, 21 April 2015

Para pekerja rumah tangga beserta keluarganya, di Jakarta 1904

(klik untuk memperbesar | © gahetna)
(klik untuk memperbesar | © gahetna)
Waktu: 1904
Tempat: Jakarta
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Het Nationaal Archief
Catatan: 1. Tidak diketahui untuk siapa mereka bekerja; tetapi dengan jumlah seperti itu mungkin untuk seorang pembesar Belanda yang isterinya (?) diperlihatkan di foto bawah. 2. Foto pertama dengan ukuran lebih besar dimuat di posting ini.

Senin, 20 April 2015

Penobatan Tuanku Sultan Mahmud Abdul Jalil Rakhmat Shah sebagai Sultan Langkat, 1927

(klik untuk memperbesar | © gahetna)
(klik untuk memperbesar | © gahetna)
(klik untuk memperbesar | © gahetna)
(klik untuk memperbesar | © gahetna)
Waktu: 1927
Tempat: Langkat
Tokoh: Mahmud Abdul Jalil Rakhmat Shah (Sultan Langkat 1927-1948)
Peristiwa: Penobatan Tuanku Sultan Mahmud Abdul Jalil Rakhmat Shah sebagai Sultan Langkat
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Het Nationaal Archief
Catatan:

Minggu, 19 April 2015

Sabtu, 18 April 2015

Penobatan Tengku Besar Amaluddin sebagai Sultan Deli, 1925

(klik untuk memperbesar | © gahetna)
(klik untuk memperbesar | © gahetna)

Waktu: 8 Februari 1925
Tempat: Deli
Tokoh: Amaluddin Al Sani Perkasa Alamsyah (Sultan Deli 1924-1945; foto atas, di singgasana kanan), C.J. van Kempen (Gubernur Pantai Timur Sumatera; foto atas, di singgasana kanan)
Peristiwa: Penobatan Amaluddin sebagai Sultan Deli dengan disaksikan oleh van Kempen (atas); pesta rakyat di halaman istana memeriahkan acara penobatan (bawah).
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Het Nationaal Archief
Catatan:

Jumat, 17 April 2015

Wajah pendeta Hindu Tengger di awal abad ke-20

(klik untuk memperbesar | © gahetna)

Waktu: awal abad ke-20 (atau akhir abad ke-19)
Tempat: dataran tinggi Tengger
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Het Nationaal Archief
Catatan:

Kamis, 16 April 2015

Rabu, 15 April 2015

Selasa, 14 April 2015

Letusan Anak Krakatau di tahun 1928

(klik untuk memperbesar | © gahetna)
(klik untuk memperbesar | © gahetna)
Waktu: 21 Januari 1928
Tempat: Selat Sunda
Tokoh:
Peristiwa: Aktifitas dari Anak Krakatau
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Het Nationaal Archief
Catatan:

Senin, 13 April 2015

Persidangan atas Leon Nicolaas Huber Jungschläger (1), 1954

(klik untuk memperbesar | © gahetna)

Waktu: 1954
Tempat: Jakarta
Tokoh: Leon Nicolaas Hubert Jungschläger (mantan perwira intel AL Belanda), Herman Bouman (pengacara Jungschläger; berdasi)
Peristiwa: Persidangan atas Jungschläger yang didakwa membantu pemberontakan DI/TII dengan memasok uang dan peralatan militer.
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Het Nationaal Archief
Catatan:
1. Jungschläger didakwa hukuman mati yang menyulut dukungan penduduk Belanda atas dirinya. Di tahun 1956, hanya beberapa hari sebelum vonis dijatuhkan, Jungschläger menderita pendarahan dan meninggal. Persidangan tidak dilanjutkan.
2. Wanita di barisan belakang kemungkinan adalah isteri dari Herman Bouman, yang kemudian menjadi pembela Jungschläger karena Herman Bouman belakangan ikut dituduh bekerja sama dengan Jungschläger dan karenanya segera meninggalkan Indonesia. Isteri Bouman sebenarnya guru bahasa, tidak mengecap pendidikan hukum.

Minggu, 12 April 2015

Banjir di Jakarta dan sekelilingnya di sekitar tahun 1930

(klik untuk memperbesar | © gahetna)
(klik untuk memperbesar | © gahetna)
(klik untuk memperbesar | © gahetna)
(klik untuk memperbesar | © gahetna)

Waktu: sekitar 1930-1933
Tempat: Jakarta dan sekitarnya
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Het Nationaal Archief
Catatan:

Sabtu, 11 April 2015

Soekarno dan Gubernur Jenderal Hindia-Belanda terakhir, Tony Lovink

(klik untuk memperbesar | © gahetna)

Waktu: 1949
Tempat: Yogyakarta
Tokoh: Soekarno (Presiden Republik Indonesia), Antonius Hermanus Johannes Lovink (Komisaris Tinggi, ditunjuk sebagai Gubernur Jenderal Hindia-Belanda)
Peristiwa:
Fotografer: Willem Boshouwers
Sumber / Hak cipta: Het Nationaal Archief
Catatan:

Jumat, 10 April 2015

Tempat kongkow di Surabaya di tahun 1928

Moulin Rouge
(klik untuk memperbesar | © gahetna)
Restoran Haven di kawasan pelabuhan
(klik untuk memperbesar | © gahetna)
Restoran Hellendoorn
(klik untuk memperbesar | © gahetna)
Gedung Papagaai (kakaktua)
(klik untuk memperbesar | © gahetna)
Waktu: 1928
Tempat: Surabaya
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Het Nationaal Archief
Catatan:

Rabu, 08 April 2015

Pertandingan sepakbola antara Hindia-Belanda melawan Belanda di Amsterdam, 1938

Tim sepakbola Hindia-Belanda berfoto bersama di Amsterdam, setelah mengikuti Piala Dunia 1938 di Perancis.
(klik untuk memperbesar | © KVNB via gahetna)
Achmad Nawir (kapten kesebelasan Hindia-Belanda) di sebelah Puck van Heel (kapten kesebelasan Belanda) menuju lapangan.
(klik untuk memperbesar | © KVNB via gahetna)
Gol untuk Belanda.
(klik untuk memperbesar | © KVNB via gahetna)
Gol lagi untuk Belanda.
(klik untuk memperbesar | © KVNB via gahetna)
Gol lagi untuk Belanda. KVNB tampaknya hanya mengarsip foto yang menunjukkan gawang Hindia-Belanda kebobolan.
(klik untuk memperbesar | © KVNB via gahetna)
Waktu: 26 Juni 1938
Tempat: Amsterdam
Tokoh:
Peristiwa: Pertandingan persahabatan antara Hindia-Belanda melawan Belanda di Stadion Olimpiade, Amsterdam. Adu laga ini berakhir 9-2 untuk Belanda.
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Het Nationaal Archief
Catatan: Foto Achmad Nawir sudah muncul di blog ini sebelumnya. Kali ini ukurannya lebih besar.