Minggu, 31 Maret 2024

Ereveld Ancol: Pengalihan dan penguburan jenazah warga Belanda yang dieksekusi semasa pendudukan Jepang (2), 1946

Pengangkatan peti jenazah yang terlihat ringan kemungkinan karena tinggal tulang belulang
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Peletakan peti jenazah di dekat liang lahat
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Kesatuan musik militer …
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
… yang diikuti jip militer, kemungkinan berisi jenazah …
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
… dan rombongan pelayat
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Barisan di depan: Kesatuan KNIL yang didominasi wajah lokal
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 14 September 1946
Tempat: Ancol, Jakarta
Tokoh:
Peristiwa: Semasa kekuasaanya di Indonesia pasukan Jepang banyak mengeksekusi warga Belanda dan sekutunya, terutama di awal-awal pendudukannya, yaitu tahun 1942-1943, dan menguburkannya sekedarnya atau secara sederhana (lihat misalnya posting ini). Ketika Belanda kembali ke Indonesia, dilakukan upaya-upaya untuk mengumpulkan jenazah yang berserakan ini, dan menguburkan ulang di pemakaman Ereveld Ancol seperti ditampilkan di foto-foto di atas.
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Sabtu, 30 Maret 2024

Peta Pulau Jawa dan Madura keluaran tahun 1724 berdasarkan deskripsi dari François Valentijn

Empat potongan pertama yang memperlihatkan Banten, Jakarta, Jawa Barat, serta Jawa Tengah
(klik untuk memperbesar | © Indies Gallery)
Tiga potongan berikutnya yang berisi Jawa Timur dan sebagian Bali, dengan pengulangan di potongan yang memperlihatkan Jawa Tengah
(klik untuk memperbesar | © Indies Gallery)
Zoom ke wilayah Jakarta, Tangerang, dan Bekasi
(klik untuk memperbesar | © Indies Gallery)
Zoom ke ujung timur Jawa dan bagian barat Bali
(klik untuk memperbesar | © Indies Gallery)
Zoom ke wilayah Surabaya, Gresik, dan sebagian Madura
(klik untuk memperbesar | © Indies Gallery)

Waktu: 1724
Tempat: Bali, Jawa, Madura
Tokoh:
Peristiwa:
Juru gambar: J. van Braan & G. onder de Linden
Sumber / Hak cipta: Indies Gallery
Catatan:

Jumat, 29 Maret 2024

Ereveld Ancol: Pengalihan dan penguburan jenazah warga Belanda yang dieksekusi semasa pendudukan Jepang (1), 1946

Barisan yang menunggu kedatangan jenazah di depan lubang kuburan yang sudah disiapkan
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Kedatangan rombongan pembawa jenazah
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Persiapan penyambutan rombongan pembawa jenazah; di latar depan tampak sebuah salib tanpa nama hanya dengan tulisan geexecuteerd (=dieksekusi)
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Kesatuan musik militer mendampingi iringan jenazah
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Prosesi penembakan salvo ke udara
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 14 September 1946
Tempat: Ancol, Jakarta
Tokoh:
Peristiwa: Semasa kekuasaanya di Indonesia pasukan Jepang banyak mengeksekusi warga Belanda dan sekutunya, terutama di awal-awal pendudukannya, yaitu tahun 1942-1943, dan menguburkannya sekedarnya atau secara sederhana (lihat misalnya posting ini). Ketika Belanda kembali ke Indonesia, dilakukan upaya-upaya untuk mengumpulkan jenazah yang berserakan ini, dan menguburkan ulang di pemakaman Ereveld Ancol seperti ditampilkan di foto-foto di atas.
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Kamis, 28 Maret 2024

Lukisan tentang Candi Borobudur karya Jan Christiaan Poortenaar

Candi Borobudur dilihat dari halaman pekarangan
(klik untuk memperbesar | © Indies Gallery)
Candi Borobudur dilihat dari kejauhan
(klik untuk memperbesar | © Indies Gallery)
Pemdangan dari stupa utama
(klik untuk memperbesar | © Indies Gallery)
Sebuah patung Buddha di Borobudur
(klik untuk memperbesar | © Indies Gallery)
Lorong menuju stupa utama
(klik untuk memperbesar | © Indies Gallery)
Tangga menuju stupa utama
(klik untuk memperbesar | © Indies Gallery)

Waktu: 1924 atau sebelumnya
Tempat: Magelang
Tokoh:
Peristiwa:
Juru gambar: Jan Christiaan Poortenaar
Sumber / Hak cipta: Indies Gallery
Catatan:

Rabu, 27 Maret 2024

Pemulangan pasukan Jepang ke negeri asalnya setelah kalah perang, 1945

Antrian pasukan Jepang yang akan mengangkut mereka menuju negeri halaman
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Pasukan Jepang di Pulau Rempang, dekat Batam
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
19 Oktober 1945: Pasukan Jepang berjejal di sebuah kapal yang akan berlayar menuju Jepang paling tidak selama 2 minggu
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 1945
Tempat: a.l. Pulau Rempang (Batam)
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan: Catatan foto nomor 3 menyebut Singapura sebagai tempat kapal bersandar; tetapi ada kemungkinan foto ini masih terkait dengan foto nomor 2 yang diambil di Kepulauan Riau.

Selasa, 26 Maret 2024

Kalender Bali 1948 dengan lukisan karya Willem Gerard Hofker

(klik untuk memperbesar | © Indies Gallery)
(klik untuk memperbesar | © Indies Gallery)
(klik untuk memperbesar | © Indies Gallery)
(klik untuk memperbesar | © Indies Gallery)

Waktu: 1948
Tempat: Bali
Tokoh:
Peristiwa:
Juru gambar: Willem Gerard Hofker
Sumber / Hak cipta: Indies Gallery
Catatan:

Senin, 25 Maret 2024

Nasib pasukan Jepang setelah kalah perang (8): jadi kuli pelabuhan dan bandara

Tanjung Priuk
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Edisi lain dari foto di atas
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Tanjung Priuk
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Edisi lain dari foto di atas
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Tanjung Priuk
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
7 Desember 1946: Kemayoran
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 1946
Tempat: Jakarta (Kemayoran dan Tanjung Priuk)
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan: Lihat posting ini yang terkait dengan foto terakhir.

Minggu, 24 Maret 2024

Lukisan karya Willem Gerard Hofker tentang Bali dan Jakarta

1938: Sebuah kampung di Jakarta
(klik untuk memperbesar | © Indies Gallery)
Perempuan Bali di depan pura
(klik untuk memperbesar | © Indies Gallery)
Lelaki Bali di depan pura
(klik untuk memperbesar | © Indies Gallery)
1947: Ni Wiriah, gadis Bali hamil
(klik untuk memperbesar | © Indies Gallery)

Waktu: a.l. 1938, 1947
Tempat: Bali, Jakarta
Tokoh:
Peristiwa:
Juru gambar: Willem Gerard Hofker
Sumber / Hak cipta: Indies Gallery
Catatan: Lukisan nomor 2 dan 3 akan muncul di Kalender Bali 1948, yang akan dimuat setelah ini.

Sabtu, 23 Maret 2024

Kembalinya 6 jenderal Belanda dari kamp tawanan Jepang, 1945

Ketika Jepang merebut Hindia-Belanda, mereka menawan para pejabat tinggi sipil dan militer Belanda, dan membuangnya ke luar negeri seperti ke Manchuria atau Jepang sendiri. Yang paling terkenal adalah Gubernur Jenderal Tjarda van Starkenborgh Stachouwer yang lebih memilih pengasingan daripada tahanan rumah di Jakarta. Selain itu ada enam mayor jenderal KNIL yang setelah Jepang kalah, mendapat kebebasan dan dipulangkan melalui Kolombo, Sri Lanka, menuju Melbourne, Australia. Mereka adalah

  • Mayjen J.D.A. de Dremery
  • Mayjen G.J.F. Statius Muller
  • Mayjen Jacob Jan Pesman (dikalahkan Jepang di Kalijati dan Ciater)
  • Mayjen J.H. Uhl
  • Mayjen J. van Rees
  • Mayjen R. Bakkers

D.ki.k.ka.: J.D.A. de Dremery, G.J.F. Statius Muller, J.J. Pesman, J.H. Uhl, J. van Rees, dan R. Bakkers disambut oleh perwira Australia Mayjen P. Mourer di Melbourne
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Para mayor jenderal disambut militer Australia (Mayjen P. Mourer, paling kiri) dan Belanda (Laksamana Pieter Koenraad, kedua dari kanan; dan Letkol dr. Brandon, paling kanan) di Melbourne
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Para jenderal diwawancarai wartawan di atas kapal Inggris "RMS Strathmore"
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Mayjen J. van Rees (kiri) bersama Letkol dr. Brandon dari kesatuan kesehatan militer Belanda
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
R. Bakkers dan J.H. Uhl berbincang bersama perwira Australia Mayjen P. Mourer
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Kedatangan kapal Inggris "RMS Strathmore" yang membawa keenam jenderal dari Kolombo ke Melbourne
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 25 September 1945
Tempat: Melbourne
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan: