Tampilkan postingan dengan label Hussein Jayadiningrat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hussein Jayadiningrat. Tampilkan semua postingan

Kamis, 05 Maret 2026

Prof. Hussein Jayadiningrat memimpin sidang Komisi Indonesia Serikat, 1947

Prof. Hussein Jayadiningrat (berdiri memegang kertas) berbicara di sebuah sidang Komisi Indonesia Serikat. Komisi ini diprakarsai pihak Belanda untuk mendorong pembentukan negara Republik Indonesia Serikat untuk memperkecil peranan Republik Indonesia.
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 4 November 1947
Tempat: Jakarta
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Selasa, 28 Oktober 2025

Politisi Belanda, Lambertus Neher, di Indonesia, 1947/1948

Lambertus Neher adalah seorang politisi Belanda dari Partai Buruh. Ketika Belanda diduduki Jerman, Neher merupakan salah satu tokoh kunci dari barisan warga Belanda yang melawan Jerman. Setelah Jerman kalah perang, Neher ditunjuk menjadi pucuk pimpinan dari bidang yang memang dia kuasai, komunikasi: yaitu pos, telepon, dan telegraf. Ketika Perang Kemerdekaan bergolak di Hindia-Belanda, Neher merupakan salah satu politisi yang ditunjuk untuk mencari jalan keluar.


November 1947, kemungkinan di kapal USS Renville di perairan Tanjung Priuk: Acara makan menjelang perundingan Renville yang a.l. dihadiri d.ki.k.ka Lambertus Neher, Jan Jonkman, Frank Graham, dan Willem Drees
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Jakarta, 1 Januari 1948: Neher (kanan) berbincang dengan dua orang tokoh Belanda lain dalam acara resepsi tahun baru yang diadakan oleh Letnan Gubernur Jenderal Van Mook
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Jakarta, 1 Januari 1948: Neher (kiri) berbincang dengan dua orang tokoh Belanda, salah satunya berseragam angkatan laut, dalam acara resepsi yang sama yang disebut di atas
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
November 1948, kemungkinan di Jakarta: Lambertus Neher berdiskusi dengan Hussein Jayadiningrat
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 1947, 1948
Tempat: Jakarta
Tokoh: Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Rabu, 24 September 2025

Van Mook, Letnan Gubernur Jenderal Hindia-Belanda, dan para tamunya di tahun 1948 (1)

1 Januari 1948, resepsi awal tahun baru di Istana Gubernur Jenderal yang kelak menjadi Istana Merdeka: Istri Van Mook, Alberta Erika, menyambut kedatangan sepasang Indonesia, kemungkinan Rosihan Anwar dan istri
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
1 Januari 1948: Pasangan Van Mook menyambut kedatangan Hussein Jayadiningrat, orang Indonesia pertama yang meraih gelar doktor dan guru besar, yang datang bersama istri
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
1 Agustus 1948, resepsi perpisahan Van Mook di Istana Gubernur Jenderal: Van Mook dan istri menyambut kedatangan para tamu
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
1 Agustus 1948: Pasangan Van Mook dan istri menyambut kedatangan mantan Gubernur Jawa Timur Charles Olke van der Plas dalam resepsi perpisahan
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 1948
Tempat: Jakarta
Tokoh: Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan: