Kamis, 10 Juli 2014

Tentara Jepang yang memilih desersi atau bergabung dengan pemuda Indonesia di dalam melawan Belanda (3)

Pengantar: Setelah kapitulasi Jepang semua tentaranya diperintahkan untuk menyerahkan diri dan peralatan perangnya kepada Sekutu. Secara umum perintah ini dipatuhi, yang membuat usaha para pemuda Indonesia untuk merebut senjata dari tangsi-tangsi pasukan Jepang menemui rintangan. Korban jatuh di kedua belah pihak.

Di sisi lain, sebagian serdadu Jepang tidak sudi menyerah, dan lebih memilih desersi atau malah bergabung dengan para pejuang kemerdekaan di dalam perang melawan Belanda. Berikut beberapa fotonya.

© gahetna
Delapan serdadu Jepang yang ditangkap Belanda di Sumatera, dan ditahan di penjara militer Glodok.
Foto diambil bulan Agustus 1947.
Dari kiri ke kanan, berdiri: Kasaharu Sengi (ditangkap di Belawan), Kodama Mitsugi (Siantar), Hayasi Tadao (Arnhemia), Kitassura Slisahu (Kuala, Binjai);
jongkok: Akiyama Fiiatri (Kabanjahe), Tamaki Keizo (?), Kuollya (Binjai), Tomon Hiroshi (Siantar).
Catatan: nama-nama di atas berdasarkan catatan Belanda, ada kemungkinan salah tulis.

© gahetna

Sebelas serdadu Jepang yang ditangkap Belanda dan ditahan di penjara Cipinang.
Foto diambil bulan September 1947.
Dari kiri ke kanan, berdiri: Kaneda Keijun, Kanemoto Masao, Matsuyama Yukio, Yoshimoto Eikichi, Onehara Sanchin, Shimamoto Nagao;
jongkok: Okamura Zaimei, Wata Yusukuni, Matsui Kanshin, Kanayama Eemihisa, Yanagawa Ketsei.
Catatan: nama-nama di atas berdasarkan catatan Belanda, ada kemungkinan salah tulis.

© gahetna
Enam serdadu Jepang yang ditangkap Belanda dan ditahan di penjara Cipinang.
Nama-namanya: Hirikazu Yakanischi, Kanetatsu Kure, Masanosuke Fujita, Mizuyoshi Yanai, Sangozo Michisita, Son Seng Ko.
Catatan: Nama-nama di atas berdasarkan catatan Belanda, ada kemungkinan salah tulis; sayangnya juga catatan foto hanya menyebut nama-nama, tapi tidak menyebut apakah dari kiri ke kanan, atau dimulai dari yang berdiri.


Tambahan info: Pasukan Jepang yang membangkang tampaknya cukup aktif di wilayah Medan dan sekitarnya sehingga warga Tionghoa di sana berunjuk rasa menuntut memyerahnya apa yang disebut "Japanese deserters and war criminals" sebagaimana terlihat di foto di bawah ini.

© gahetna

UPDATE 24 Juni 2019
Foto pertama dan kedua dengan ukuran yang lebih besar dan kualitas lebih bagus:
(klik untuk memperbesar | © gahetna)
(klik untuk memperbesar | © gahetna)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar