Selasa, 22 Desember 2020

Dua peta kuno Pulau Bali, dari tahun 1613 dan 1849

(klik untuk memperbesar | © AVS)

Peta ini berasal dari tahun 1613 berarti dibuat di masa awal Belanda menjelajahi kepulauan Nusantara. Peta yang berumur 400 tahun lebih ini menggunakan konvensi saat itu yaitu selatan ada di atas dan utara di bawah. Karena itu Pulau Jawa digambarkan di sebelah kanan, sementara Lombok di sebelah kiri.

Kelihatannya Belanda sudah sedikit banyak mengetahui kontur pulau ini, meskipun bagian pedalamannya belum begitu terdokumentasikan. Peta ini menyebut tiga Coninjkx pallaijs (istana raja) yang mengindikasikan bahwa Belanda paling tidak mengenal tiga kerajaan di Bali saat itu.

(klik untuk memperbesar | © AVS)

Peta ini dibuat sekitar seperempat abad kemudian, tepatnya di tahun 1849, dan mengikuti tradisi yang kita kenal sekarang: utara di atas, selatan di bawah. Kontur Pulau Bali sudah terpetakan lumayan bagus, dengan skala beserta garis bujur dan lintang.

Bagian dalam Bali pun sudah dijelajahi Belanda dan ditampilkan oleh peta ini, dengan pembagian wilayah beberapa kerajaan yaitu Badung, Bangli, Buleleng, Gianyar, Jembrana, Karangasem, Klungkung, Mengwi, dan Tabanan. Menarik untuk dicatat bahwa Belanda menyebut Nusa Penida sebagai Bandieten Eilanden (pulau-pulau bandit); tampaknya saat itu Belanda kerepotan dengan aktivitas para perompak(?) yang bersembunyi di sekitar Nusa Penida.

Waktu: 1613, 1849
Tempat: Bali
Tokoh:
Peristiwa:
Juru foto/gambar:
Sumber / Hak cipta: Atlas Van Stolk
Catatan:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar