Sabtu, 14 Juli 2018

Pertemuan antara TNI dan militer Belanda di sekitar Salatiga: 8 Oktober 1948

PENGANTAR

Menjelang pengakuan kedaulatan oleh pihak Belanda, yang menandai berakhirnya perang kemerdekaan, banyak terjadi pertemuan antara militer Belanda dengan TNI, yang umumnya diperantarai oleh KTN (Komisi Tiga Negara). Pertemuan bisa merundingkan gencatan senjata atau, jika di penghujung 1949, proses serah terima kekuasaan dari militer Belanda ke pihak TNI dan Republik.

Desa Klero (sekarang bagian dari kecamatan Tengaran, Semarang) menjadi tempat penting, karena beberapa kali menjadi lokasi pertemuan antara TNI dengan militer Belanda. Kemungkinan desa ini dipilih karena menjadi batas demarkasi antara Belanda dan Republik Indonesia, di mana Belanda mendapat banyak kesulitan untuk merengsek lebih jauh lagi.

Rangkaian foto berikut akan menunjukkan peristiwa-peristiwa pertemuan ini.

Garis di Klero yang membatasi wilayah kekuasaan Belanda dengan daerah yang dipegang TNI
(klik untuk memperbesar | © gahetna)
Perwira Belanda melintasi jembatan bambu menuju tempat pertemuan
(klik untuk memperbesar | © gahetna)
Seorang perwira TNI di antara militer Belanda dan KTN
(klik untuk memperbesar | © gahetna)
Perwira TNI siap menyalami Kapten Gerard de Corvet setelah perundingan
(klik untuk memperbesar | © gahetna)
Rombongan KTN kembali ke wilayah kekuasaan Belanda diantar seorang prajurit TNI yang membawa bendera putih
(klik untuk memperbesar | © gahetna)
Waktu: 8 Oktober 1948
Tempat: Klero (Tengaran, Semarang), Salatiga
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: Th. van de Burgt
Sumber / Hak cipta: Het Nationaal Archief
Catatan:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar