Senin, 01 Juni 2020

Buku bergambar untuk anak-anak Belanda tentang Perang Aceh (1)

Gambar-gambar berikut berasal dari buku Tafereelen uit den oorlog met Atchin; voor de jeugd (Adegan-adegan Perang Aceh, untuk kaum muda) yang mencoba menampilkan Perang Aceh kepada anak-anak Belanda dalam bentuk gambar dan sajak. Tentu saja Belanda digambarkan berada di pihak yang baik, dan Aceh di pihak sebaliknya. Kita akan melihat bagaimana Belanda diceritakan harus menghadapi penderitaan dan kesusahpayahan; tetapi pada akhirnya mendapatkan kemenangan. Pembantaian atas warga Aceh tentu saja tidak akan ada di buku ini.

Jilid buku
(klik untuk memperbesar | © AVS)
Sajak pertama memberikan justifikasi mengapa Belanda menyerang Aceh. Aceh digambarkan sebagai perompak yang merebut apa saja yang mereka dapatkan. Belanda mengirimkan para pahlawannya untuk menghentikan ini.
(klik untuk memperbesar | © AVS)
Sajak kedua menggambarkan keberanian Mayor Jenderal Köhler yang berujung pada gugurnya di medan perang
(klik untuk memperbesar | © AVS)
Waktu: buku berkisah tentang peristiwa di tahun 1873-1874
Tempat: Aceh
Tokoh: Mayor Jenderal Johan Harmen Rudolf Köhler (Panglima ekspedisi Belanda pertama di Aceh)
Peristiwa:
Penerbit: A. Tjaden
Sumber / Hak cipta: Atlas Van Stolk
Catatan:
Sajak pertama
Ontscheping.
In het verre Oosten,
Aan Sumatra's Noorderstrand,
Ligt het rijk der Atchineezen,
Grooter dan heel Nederland
't Woest, naar strijd begeerig, volkje
Roofde zeer brutaal ter zee,
En sleepte al wat het kon vangen,
Als zijn buit d'oever mee.
Dat wou Neerland niet gedoogen,
En het zond zijn helden uit
Om den Atchinees te dwingen,
Tot vergoeding voor dien buit.
Sajak kedua
Sneuvelen van Köhler.
Köhler zou den strijd besturen,
Hij was vurig van gemoed,
En men dacht: bij 't zien der wapens
Onderwerpt zich heel 't gebroed.
Maar men had te min gerekend
Op des vijands dweperij;
Waren onze strijders moedig,
Gene vielen zij aan zij
Köhler waagde, bij een treffen,
Zich te dicht bij 's vijands lood,
En hij vond, als dapper krijgsman,
Op het veld den schoonsten dood.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar