Minggu, 07 Februari 2021

Koleksi foto dari masa kejayaan tembakau di utara Sumatera — Album IV: Profil daun tembakau

PENGANTAR

Seperti sudah disinggung di posting sebelum ini, dan juga sebelumnya lagi, sejarah mewariskan banyak album foto tentang wilayah utara Sumatera dari masa kejayaan perkebunan tembakau. Isinya tentunya foto-foto yang terkait dengan perkebunan tembakau, serta manusia dan tempat atau tempat di sekitarnya. Foto-foto ini umumnya jepretan C.J. Kleingrothe atau keluaran dari studio foto miliknya. Kleingrothe adalah seorang Jerman yang menetap di Medan dari penghujung abad ke-19 hingga awal abad ke-20.

Beberapa foto tampaknya sangat populer, sehingga ia muncul di lebih dari satu album; blog ini akan menampilkan pengulangan foto seperti ini.


Daun tembakau yang siap dipanen
(klik untuk memperbesar | © NGA)
(klik untuk memperbesar | © NGA)
(klik untuk memperbesar | © NGA)
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Tahun terbit album: antara 1903 dan 1920 (foto-foto bisa jadi lebih tua lagi)
Tempat: Sumatera Utara
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: Carl Josef Kleingrothe
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan:

Sabtu, 06 Februari 2021

Peristiwa-peristiwa dalam sejarah Indonesia menurut karikatur Belanda, 1955-1958 & 1970

Het Parool, 19 April 1955
(klik untuk memperbesar | © Leo Jordaan / AVS)

Bagi Leo Jordaan yang membuat karikatur ini, Konferensi Asia Afrika di Bandung adalah ajang buat Zhou Enlai untuk menawarkan komunisme dan Jawaharlal Nehru untuk mengkampanyekan nasionalisme-sekuler di kalangan bangsa-bangsa Asia dan Afrika.

(klik untuk memperbesar | © Menno van Meeteren / AVS)

Karikatur yang berjudul Het verloren paradijs ("surga yang lepas") ini disebut berasal dari tahun 1956, tapi mungkin dibuat di tahun 1950. Karya ini menggambarkan seorang Belanda dengan pakaian a la Gubernur Jenderal meninggalkan Indonesia dengan menahan malu, sementara Singa Belanda yang mendampinginya tampak cedera.

Vrij Nederland, 1 Maret 1958
(klik untuk memperbesar | © Leo Jordaan / AVS)

Perang saudara di Indonesia antara pemerintah pusat di Jakarta dengan pemberontak di Sumatera Barat digambarkan oleh Leo Jordaan sebagai peristiwa di mana pada ujungnya dunia komunisme (diwakili oleh Nikita Khrushchev dan Mao Zedong) adalah pihak yang akan mengambil keuntungan.

De Tijd - De Maasbode, 12 Agustus 1970
(klik untuk memperbesar | © Charles Boost / AVS)

Soekarno banyak berkunjung ke manca negara, dan berbagai negara di Eropa, tapi tidak pernah ke Belanda. Karenanya, kunjungan Soeharto ke Belanda di tahun 1970 merupakan tonggak penting dalam pemulihan persahabatan antara Belanda dan Indonesia. Namun, di Belanda sudah menunggu berbagai kalangan yang cenderung negatif terhadap Indonesia seperti diperlihatkan di karikatur di atas. Ini mulai dari Door de Eeuwen Trouw yang mendukung RMS, hingga ke kalangan yang menyebut Soeharto sebagai moordenaar (jagal), dan yang memperjuangkan hak-hak rakyat Papua.

Waktu: 1955, 1956, 1958, 1970
Tempat: karikatur di atas terbit di Belanda dengan mengacu ke peristiwa terkait Indonesia
Tokoh:
Peristiwa:
Juru foto/gambar: Charles Boost | Leo Jordaan | Menno van Meeteren
Sumber / Hak cipta: Atlas Van Stolk
Catatan:

Jumat, 05 Februari 2021

Koleksi foto dari masa kejayaan tembakau di utara Sumatera — Album IV: Danau Laut Tador dan beberapa sungai

PENGANTAR

Seperti sudah disinggung di posting sebelum ini, dan juga sebelumnya lagi, sejarah mewariskan banyak album foto tentang wilayah utara Sumatera dari masa kejayaan perkebunan tembakau. Isinya tentunya foto-foto yang terkait dengan perkebunan tembakau, serta manusia dan tempat atau tempat di sekitarnya. Foto-foto ini umumnya jepretan C.J. Kleingrothe atau keluaran dari studio foto miliknya. Kleingrothe adalah seorang Jerman yang menetap di Medan dari penghujung abad ke-19 hingga awal abad ke-20.

Beberapa foto tampaknya sangat populer, sehingga ia muncul di lebih dari satu album; blog ini akan menampilkan pengulangan foto seperti ini.


Sungai Deli di kawasan Labuhan
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Kemungkinan Sungai Wampu di Stabat (Langkat)
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Kawasan hulu Sungai Belawan di pedalaman
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Sungai Gerpa di kawasan Padang Cermin (?)
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Danau Laut Tador di Batu Bara
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Sebuah sungai di Lubuk Dalam (Langkat)
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Sungai Buaya (Deli Serdang)
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Sungai Wampu di Langkat
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Tahun terbit album: antara 1903 dan 1920 (foto-foto bisa jadi lebih tua lagi)
Tempat: Aceh dan Sumatera Utara
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: Carl Josef Kleingrothe
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan:

Kamis, 04 Februari 2021

Peristiwa-peristiwa dalam sejarah Indonesia menurut karikatur Belanda, 1949-1952

De Vlam, 26 Maret 1949
(klik untuk memperbesar | © Wim van Wieringen / AVS)

Salah satu saat paling kelam dalam sejarah Belanda adalah era pendudukan Jerman Nazi di masa Perang Dunia II. Karenanya, membandingkan petinggi sipil dan militer Belanda dengan tokoh Nazi merupakan sindiran yang sangat pedas. Dan ini dilakukan oleh karikaturis Wim van Wieringen.

Pemicunya adalah sanggahan dari para pejabat Belanda atas adanya kekerasan atau malah kejahatan perang yang dilakukan KNIL dan/atau militer Belanda di Indonesia; padahal, laporan tentang itu paling tidak terdengar dari Sulawesi Selatan, Pakishaji, Bondowoso, Karawang, dan Bangka. Wim membandingkan sanggahan ini dengan penyangkalan para tokoh Nazi bahwa mereka tahu adanya pengiriman kaum Yahudi ke kamp pemusnahan.

Wim menggambarkan Komisioner Tinggi untuk Hindia-Belanda, Louis Beel (kelak menjadi PM Belanda), dan Panglima Belanda Jenderal Simon Spoor, berbaris seirama dengan Panglima SS, Heinrich Himmler, dan Menteri Propaganda Jerman, Joseph Goebbels, dan semuanya berteriak dalam bahasa Jerman "Es ist nicht wahr" (Itu tidak benar).

De Vlam, 5 November 1949
(klik untuk memperbesar | © Wim van Wieringen / AVS)

Penghujung 1949 adalah masa ketika Belanda harus mengakui kedaulatan Indonesia. Karikatur di atas menggambarkan burung garuda yang menjadi terbang bebas meninggalkan sebagian kalangan Belanda yang tampaknya selama ini memiliki beberapa rencana yang terpaksa menjadi batal dan berantakan. Rencana yang terbaca a.l. penangkapan atas ibunda Soekarno, pergerakan tentara, serta rencana atas Papua.

Vrij Nederland, 28 Januari 1950
(klik untuk memperbesar | © Leo Jordaan / AVS)

Buku sejarah di Indonesia umumnya menyebut pemberontakan APRA sebagai ulah Westerling. Tetapi karikatur di atas menggambarkan bahwa Westerling hanyalah sebagai bidak catur yang dimainkan orang lain. Karikatur ini bertanya: "Wie is de speler?" (Siapa pemainnya/dalangnya?).

Vrij Nederland, 31 Maret 1952
(klik untuk memperbesar | © Leo Jordaan / AVS)

Pada tanggal 22 Mei 1952, atasa militer Indonesia di Belanda, Kolonel Mas Tirtodarmo Haryono, dikepung dan ditodong dengan pistol oleh 2 orang tak dikenal. Sempat terjadi pergulatan dan tembakan, namun Haryono selamat meskipun kepalanya berdarah terpukul gagang pistol. Karikatur di atas memperlihatkan bagaimana PM Belanda, Willem Drees, bersama Nona (Nyonya?) Belanda harus kaget melihat bahwa di kasur mereka (artinya di negeri mereka) banyak sekali kutu busuk. Menurut catatan atas karikatur ini, pelaku kekerasan atas Haryono bukanlah perorangan, melainkan bagian dari kelompok anti-Indonesia yang terorganisir.

Waktu: 1949, 1950, 1952
Tempat: karikatur di atas terbit di Belanda dengan mengacu ke peristiwa di Belanda dan Indonesia
Tokoh:
Peristiwa:
Juru foto/gambar: Leo Jordaan | Wim van Wieringen
Sumber / Hak cipta: Atlas Van Stolk
Catatan:

Rabu, 03 Februari 2021

Koleksi foto dari masa kejayaan tembakau di utara Sumatera — Album IV: Pesawahan dan pemukiman di sekitar Danau Toba

PENGANTAR

Seperti sudah disinggung di posting sebelum ini, dan juga sebelumnya lagi, sejarah mewariskan banyak album foto tentang wilayah utara Sumatera dari masa kejayaan perkebunan tembakau. Isinya tentunya foto-foto yang terkait dengan perkebunan tembakau, serta manusia dan tempat atau tempat di sekitarnya. Foto-foto ini umumnya jepretan C.J. Kleingrothe atau keluaran dari studio foto miliknya. Kleingrothe adalah seorang Jerman yang menetap di Medan dari penghujung abad ke-19 hingga awal abad ke-20.

Beberapa foto tampaknya sangat populer, sehingga ia muncul di lebih dari satu album; blog ini akan menampilkan pengulangan foto seperti ini.


Pesawahan di Rakut Besi (Simalungun)
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Pesawahan yang belum ditanami di tepian Danau Toba
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Desa Tongging (Karo) di tepian Danau Toba
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Gembala kerbau di Naga Saribu (Simalungun)
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Warga melakukan penjelajahan melintasi sawah dan ladang
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Tahun terbit album: antara 1903 dan 1920 (foto-foto bisa jadi lebih tua lagi)
Tempat: Sumatera Utara
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: Carl Josef Kleingrothe
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan:

Selasa, 02 Februari 2021

Peristiwa-peristiwa dalam sejarah Indonesia menurut karikatur Belanda, 1948

De Vlam, antara 1946 dan 1948
(klik untuk memperbesar | © Wim van Wieringen / AVS)

Ada kalangan di Belanda yang menganggap bahwa Uni Sovyet, atau dunia komunisme, mendukung Indonesia dalam perjuangannya melawan Belanda. Menurut karikatur ini, kenyataannya keberanian Indonesia yang dengan tangan kosong melawan Singa Belanda yang bersenjata pedang, justru membuat melongo si Beruang Rusia.

(klik untuk memperbesar | © Leo Jordaan / AVS)

Karikatur karya Leo Jordaan yang berjudul De oplossing? (Solusi?) ini tampaknya mengajukan pendapat bahwa solusi atas konflik bersenjata antara Belanda dan Indonesia mungkin bisa tercapai apabila kekuatan militer kedua belah pihak meletakkan senjatanya dan beristirahat tanpa harus segan-segan berdekatan.

De Groene Amsterdammer, 24 Juli 1948
(klik untuk memperbesar | © Leo Jordaan / AVS)

Olimpiade 1948 yang diselenggarakan di London seharusnya bisa menjadi ajang persahabatan pertama dunia setelah usainya Perang Dunia II. Kenyataannya 1948 merupakan tahun yang penuh konflik, a.l. Arab vs. Israel, Stalin vs. Tito, Marshall vs. Molotov, dsb. termasuk Soekarno vs. Van Mook. Dewi pembawa obor Olimpiade tampak digambarkan kesulitan untuk berjalan melewati pihak-pihak yang bertikai ini.

Het Parool, 14 Desember 1948
(klik untuk memperbesar | © Leo Jordaan / AVS)

Karikatur ini memperlihatkan Muhammad Hatta dan Menlu Belanda Dirk Stikker, yang sebenarnya berdiri tidak jauh dari satu sama lain, dan keduanya sudah bersedia dan bersiap untuk saling menghampiri. Tetapi belukar yang terdiri dari berbagai macam persoalan menghalangi keduanya untuk makin mendekat. Beluar ini a.l. adalah kesalahpahaman, gengsi, penafsiran atas hasil perjanjian Linggarjati dan Renville, dll.

Waktu: 1948
Tempat: karikatur di atas terbit di Belanda dengan mengacu konflik Belanda-Indonesia di tahun 1948.
Tokoh:
Peristiwa:
Juru foto/gambar: Leo Jordaan | Wim van Wieringen
Sumber / Hak cipta: Atlas Van Stolk
Catatan:

Senin, 01 Februari 2021

Koleksi foto dari masa kejayaan tembakau di utara Sumatera — Album IV: Perkebunan kopi Bangun Purba di Deli Serdang

PENGANTAR

Seperti sudah disinggung di posting sebelum ini, dan juga sebelumnya lagi, sejarah mewariskan banyak album foto tentang wilayah utara Sumatera dari masa kejayaan perkebunan tembakau. Isinya tentunya foto-foto yang terkait dengan perkebunan tembakau, serta manusia dan tempat atau tempat di sekitarnya. Foto-foto ini umumnya jepretan C.J. Kleingrothe atau keluaran dari studio foto miliknya. Kleingrothe adalah seorang Jerman yang menetap di Medan dari penghujung abad ke-19 hingga awal abad ke-20.

Beberapa foto tampaknya sangat populer, sehingga ia muncul di lebih dari satu album; blog ini akan menampilkan pengulangan foto seperti ini.


Perkebunan kopi di Bangun Purba, Deli Serdang
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Fasilitas pengolahan kopi "Greahan" di Bangun Purba
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Wanita Jawa pekerja perkebunan kopi
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Panen kopi
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Perempuan dari Jawa memilah kopi
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Tahun terbit album: antara 1903 dan 1920 (foto-foto bisa jadi lebih tua lagi)
Tempat: Sumatera Utara
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: Carl Josef Kleingrothe
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan: