Kamis, 16 Januari 2020

Jepretan Charles Breijer 1947-1953: Pekan Olahraga Nasional I, Solo 1948 - Barisan pandu

PENGANTAR

Foto-foto tentang Pekan Olahraga Nasional I hampir tidak ada. Dokumentasi tentang PON I yang beredar di dunia maya paling menampilkan foto-foto dari PON sesudahnya, atau kegiatan lain yang diusahakan dikait-kaitkan dengan PON I. Boleh jadi saat itu memang orang belum ngeh tentang bakal pentingnya peristiwa ini. Mungkin juga pada saat itu orang belum yakin bahwa acara ini akan berlanjut secara berkala; perlu diingat bahwa penomoran "I" baru datang belakangan. Pada saat itu Republik Indonesia, yang wilayahnya secara de facto menyusut setelah Aksi Polisionil I, ingin menunjukkan bahwa negara ini mampu mengadakan pekan olahraga dengan peserta dari berbagai pelosok wilayah.

Ketika blog ini mengamati kumpulan foto yang dibuat fotografer Belanda, Charles Breijer, antara tahun 1947 dan 1953, ada beberapa foto yang diberi catatan sportmanifestatie in het stadion van Solo, Indonesiƫ (1948). Kumpulan foto ini tidak banyak memperlihatkan kegiatan olahraganya, tetapi banyak menampilkan kegiatan lain yang cocok dengan deskripsi tentang pembukaan PON I: adanya parade pandu, senam massal, pencak silat, dan hadirnya Wikana yang menjabat Menteri Pemuda sejak kabinet Syahrir II hingga ke kabinet Amir Syarifudin II dan juga merupakan Gubernur Militer wilayah Surakarta sebelum diganti oleh Gatot Subroto.

Apabila jepretan Charles Breijer ini memang berasal dari acara PON I, maka syukurlah masih ada dokumentasi foto dari peristiwa ini.

(klik untuk memperbesar | © Het Geheugen / Nederlands Fotomuseum)
(klik untuk memperbesar | © Het Geheugen / Nederlands Fotomuseum)
(klik untuk memperbesar | © Het Geheugen / Nederlands Fotomuseum)
(klik untuk memperbesar | © Het Geheugen / Nederlands Fotomuseum)
(klik untuk memperbesar | © Het Geheugen / Nederlands Fotomuseum)

Waktu: kemungkinan besar 9 September 1948
Tempat: Solo
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: Charles Breijer
Sumber / Hak cipta: Het Geheugen van Nederland / Nederlands Fotomuseum
Catatan:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar