![]() |
(klik untuk memperbesar | © BeeldbankWO2/ NIOD) |
Waktu: masa pendudukan Jepang
Tempat: Jawa (?)
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:
Sebuah usaha untuk mengumpulkan foto/gambar tentang Indonesia zaman dulu yang tersebar di dunia maya. Setelah 12 tahun (hampir) tiap hari mengudara blog ini mohon izin untuk mulai mengurangi frekwensi siarannya. Anda tetap diminta untuk menambahkan/membetulkan informasi di setiap foto/gambar ini. Urun rembug Anda akan membantu pemirsa yang lain.
![]() |
(klik untuk memperbesar | © BeeldbankWO2/ NIOD) |
![]() |
Karya Ernest Hardouin, sekitar tahun 1851 (klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden) |
![]() |
Karya Ernest Hardouin, sekitar tahun 1851 (klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden) |
![]() |
Karya Auguste van Pers, sekitar tahun 1860 (klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden) |
![]() |
De Verkoop van Opium op Java, 1892 [Penjualan Candu di Jawa] (klik untuk memperbesar | © zwiggelaarauctions) |
![]() |
De Opium-Vloek op Java, 1890 [Kutukan Candu di Jawa] (klik untuk memperbesar | © zwiggelaarauctions) |
![]() |
(klik untuk memperbesar | © BeeldbankWO2/ NIOD) |
![]() |
Toko penjual ganja di Solo, sekitar tahun 1905; plang di sebelah kiri akan diperbesar di gambar di bawah (klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden) |
![]() |
Plang loko penjual ganja secara terbuka di Solo, sekitar tahun 1905, dalam bahasa Belanda, Jawa, Melayu, dan huruf Latin, Jawi, serta Kanji. (klik untuk memperbesar) |
![]() |
Jakarta, antar tahun 1906 dan 1930 (klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden) |
![]() |
Jakarta, antar tahun 1906 dan 1930 (klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden) |
![]() |
Bali, sekitar tahun 1920 (klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden) |
![]() |
(klik untuk memperbesar | © BeeldbankWO2/ NIOD) |
![]() |
Sekitar tahun 1900 (klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden) |
![]() |
Sekitar tahun 1900 (klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden) |
![]() |
Sekitar tahun 1900 (klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden) |
![]() |
Sekitar tahun 1930 (klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden) |
![]() |
Sjahrir menyalami Christion (klik untuk memperbesar | © BeeldbankWO2/ NIOD) |
![]() |
D.ki.k.ka.: Amir Syarifuddin, Brigadir A.G. Maclain, Philip Christison, Sutan Sjahrir, Hubertus van Mook (klik untuk memperbesar | © BeeldbankWO2/ NIOD) |
![]() |
Sebelum tahun 1867 (klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden) |
![]() |
Sekitar tahun 1870 (klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden) |
![]() |
Sekitar tahun 1875 (klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden) |
![]() |
(klik untuk memperbesar | © BeeldbankWO2/ NIOD) |
![]() |
(klik untuk memperbesar | © BeeldbankWO2/ NIOD) |
![]() |
Jakarta, sekitar tahun 1860 (klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden) |
![]() |
Sekitar tahun 1865 (klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden) |
![]() |
Jakarta, sekitar tahun 1870 (klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden) |
![]() |
Sekitar tahun 1870 (klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden) |
![]() |
Sutan Sjahrir berbicara dengan latar belakang Soekarno dan Hatta (klik untuk memperbesar | © BeeldbankWO2/ NIOD) |
![]() |
Mr. Assaat (Datuk Mudo) berpidato (klik untuk memperbesar | © BeeldbankWO2/ NIOD) |
![]() |
Pertemuan Soekarno dengan para anggota KNIP (klik untuk memperbesar | © BeeldbankWO2/ NIOD) |
![]() |
(klik untuk memperbesar | © zwiggelaarauctions) |
![]() |
(klik untuk memperbesar | © zwiggelaarauctions) |
![]() |
(klik untuk memperbesar | © zwiggelaarauctions) |
![]() |
Muhammad Hatta dan Sultan Hamid II memimpin sidang (klik untuk memperbesar | © BeeldbankWO2/ NIOD) |
![]() |
Hatta dan Sultan Hamid II (klik untuk memperbesar | © BeeldbankWO2/ NIOD) |
![]() |
Suasana sidang (klik untuk memperbesar | © BeeldbankWO2/ NIOD) |
![]() |
Suasana sidan dari sudut pandang yang lain (klik untuk memperbesar | © BeeldbankWO2/ NIOD) |
![]() |
Hatta dan Sultan Hamid II berdiri mengamati diskusi antara Mohammad Roem dan Ida Anak Agung Gde Agung (klik untuk memperbesar | © BeeldbankWO2/ NIOD) |
![]() |
Prajurit dan perwira KNIL kulit putih (klik untuk memperbesar | © zwiggelaarauctions) |
![]() |
Pasukan KNIL dengan tenaga bantuan warga lokal (klik untuk memperbesar | © zwiggelaarauctions) |
![]() |
Prajurit KNIL lokal (kiri) dan dari Afrika (kanan) (klik untuk memperbesar | © zwiggelaarauctions) |
![]() |
Pasukan KNIL dari Afrika berlatih dalam pengawasan perwira Belanda. Pasukan "londo item" seperti ini dikerahkan a.l. oleh Belanda dalam perang Diponegoro. (klik untuk memperbesar | © zwiggelaarauctions) |
![]() |
Sutan Sjahrir turun dari pesawat militer Amerika yang membawanya kembali ke Jakarta. Di belakangnya tampak Mohammad Roem. (klik untuk memperbesar | © BeeldbankWO2 / NIOD) |
![]() |
Muhammad Hatta disambut kembali di Jakarta, a.l. oleh Johannes Latuharhary (kedua dari kanan). Di latar belakang tampak pesawat militer berbendera Amerika yang membawa Hatta kembali ke Jakarta. (klik untuk memperbesar | © BeeldbankWO2 / NIOD) |
![]() |
Hatta dan Sjahrir disambut di aula bandara (klik untuk memperbesar | © BeeldbankWO2 / NIOD) |
![]() |
Frank Graham (kiri) bersama Sjahrir dan Hatta setelah kedatangan keduanya kembali di Jakarta (klik untuk memperbesar | © BeeldbankWO2 / NIOD) |
![]() |
Halaman ini menunjukkan Soekarno, Hatta, dan Sjahrir setelah ditangkap Belanda, dengan judul "Gevangen!" (tertangkap); Soekarno dan Hatta di Maguwo, menunggu diasingkan ke Bangka; serta Gedung Kegubernuran di Jogjakarta yang diberi judul "Paleis van Soekarno" (Istana Soekarno) setelah diduduki Belanda. (klik untuk memperbesar | © zwiggelaarauctions) |
![]() |
Halaman ini diberi judul "Op weg naar Bangka" (menuju Bangka) yang memperlihatkan Soekarno, Hatta, dan Sjahrir digiring pasukan Belanda ke Maguwo untuk diterbangkan ke pengasingan di Bangka. (klik untuk memperbesar | © zwiggelaarauctions) |
![]() |
Halaman ini menunjukkan barisan tentara NICA yang oleh pemilik album disebut "anjing" (mungkin ironis); seorang prajurit KNIL mengasah kelewang; dan parade panser Belanda. (klik untuk memperbesar | © zwiggelaarauctions) |
![]() |
Halaman ini berisi foto ranjau yang kemungkinan dipasang TNI; kesatuan "Peloppors" sedang makan, yang tampaknya adalah milisi bentukan Belanda yang memerangi bangsanya sendiri; beberapa prajurit Belanda menyeberang sungai; dan foto Ungaran, kemungkinan tempat si tentara pernah bertugas. (klik untuk memperbesar | © zwiggelaarauctions) |