Kamis, 16 Februari 2023

Orang Korea yang menjadi bagian dari pasukan Jepang di Indonesia (1)

Tidak semua tentara Jepang yang masuk ke Indonesia adalah orang Jepang. Kasus Tan Tik An dan Tan Tjian Loe, yang di masa perang kemerdekaan bergabung dengan para pemuda Indonesia melawan Belanda, dan kasus Teruo Nakamura alias Lee Kuang-hui, yang bersembunyi di hutan dari tahun 1945 hingga 1974, menunjukkan warga Taiwan yang loyal terhadap Jepang. Selain itu, tidak sedikit warga Korea yang juga diterjunkan di Indonesia sebagai bagian dari pasukan Jepang. Blog ini akan menampilkan foto dari beberapa warga Korea di Indonesia ini, yang sayangnya tanpa keterangan lebih lanjut misalnya tentang siapa dan di mana.


Empat warga Korea yang menjadi penjaga sebuah kamp tawanan
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: masa pendudukan Jepang
Tempat: Jawa (?)
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Rabu, 15 Februari 2023

Kumpulan foto hasil jepretan Isidore van Kinsbergen: Wajah-wajah penghuni pulau Jawa (1)

Dunia purbakala Indonesia tidak akan lepas dari nama Isidore van Kinsbergen. Juru foto asal Belgia ini merupakan orang pertama yang mencoba mendokumentasikan peninggalan purbakala warga di sepanjang Jawa, dari barat hingga ke timur di sekitar tahun 1860. Di samping situs-situs terkenal seperti Borobudur dan Panataran, Isidore juga merambah ke tempat lain yang belum mendapat perhatian orang seperti Ciamis, Garut, Kuningan, Majalengka, dan Tasikmalaya. Blog ini pernah memuat sebagian dari foto-foto purbakala ini (lihat posting dari tanggal 5 Desember 2019 hingga 6 Januari 2020). Selain itu, Isidore juga meninggalkan banyak foto tentang wajah-wajah orang Jawa menjelang akhir abad ke-19 dari berbagai kalangan.

Blog ini mencoba mengumpulkan foto-foto ini yang tampak bertebaran di berbagai tempat.


Halaman kumpulan lima foto
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Penjual burung
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Penjual peralatan rumah tangga dari anyaman bambu
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Penari serimpi di Bandung
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Empat lelaki Jawa makan-minum di atas dipan
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Waktu: 1860-an
Tempat: Jawa (a.l. Bandung)
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: Isidore van Kinsbergen
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan:

Selasa, 14 Februari 2023

Dukungan masyarakat atas Jepang

Pawai masyarakat di Jakarta …
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
… dengan membawa spanduk anti Amerika dan Inggris
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Khalayak mengelu-elukan barisan tentara Jepang
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: masa pendudukan Jepang
Tempat: Jawa (a.l. Jakarta)
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan: Dua foto pertama pernah dimuat di posting ini dalam ukuran yang lebih kecil.

Senin, 13 Februari 2023

Kumpulan foto hasil jepretan Isidore van Kinsbergen: Pengantin Banten dan penari Singaraja

Dunia purbakala Indonesia tidak akan lepas dari nama Isidore van Kinsbergen. Juru foto asal Belgia ini merupakan orang pertama yang mencoba mendokumentasikan peninggalan purbakala warga di sepanjang Jawa, dari barat hingga ke timur di sekitar tahun 1860. Di samping situs-situs terkenal seperti Borobudur dan Panataran, Isidore juga merambah ke tempat lain yang belum mendapat perhatian orang seperti Ciamis, Garut, Kuningan, Majalengka, dan Tasikmalaya. Blog ini pernah memuat sebagian dari foto-foto purbakala ini (lihat posting dari tanggal 5 Desember 2019 hingga 6 Januari 2020). Selain itu, Isidore juga meninggalkan banyak foto tentang wajah-wajah orang Jawa menjelang akhir abad ke-19 dari berbagai kalangan.

Blog ini mencoba mengumpulkan foto-foto ini yang tampak bertebaran di berbagai tempat.


Pengantin Banten (Lebak?) diapit dua pengiring berpakaian adat
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Edisi lain dari foto di atas
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Penari Bali dari Singaraja, yang diberi judul salah (bukan oleh Isidore) Dansense javanaise
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Edisi lain dari foto nomor di atas
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)

Waktu: 1860-an
Tempat: Banten, Singaraja
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: Isidore van Kinsbergen
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia / Universiteit Leiden
Catatan: Versi lain dari foto nomor 1 pernah dimuat di posting ini.

Minggu, 12 Februari 2023

Pengerahan anak-anak Indonesia untuk mendukung Jepang (2)

Barisan anak-anak …
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
… hasil gemblengan pihak militer Jepang
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Anak-anak melambaikan tangan mendukung Jepang
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: masa pendudukan Jepang
Tempat: Jawa (?)
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan: Foto nomor 2 pernah di muat di posting ini dalam ukuran yang lebih kecil.

Sabtu, 11 Februari 2023

Kumpulan foto hasil jepretan Isidore van Kinsbergen: Kalangan ningrat Jawa

Dunia purbakala Indonesia tidak akan lepas dari nama Isidore van Kinsbergen. Juru foto asal Belgia ini merupakan orang pertama yang mencoba mendokumentasikan peninggalan purbakala warga di sepanjang Jawa, dari barat hingga ke timur di sekitar tahun 1860. Di samping situs-situs terkenal seperti Borobudur dan Panataran, Isidore juga merambah ke tempat lain yang belum mendapat perhatian orang seperti Ciamis, Garut, Kuningan, Majalengka, dan Tasikmalaya. Blog ini pernah memuat sebagian dari foto-foto purbakala ini (lihat posting dari tanggal 5 Desember 2019 hingga 6 Januari 2020). Selain itu, Isidore juga meninggalkan banyak foto tentang wajah-wajah orang Jawa menjelang akhir abad ke-19 dari berbagai kalangan.

Blog ini mencoba mengumpulkan foto-foto ini yang tampak bertebaran di berbagai tempat.


Seorang bangsawan Jawa, yang sayangnya diberi judul salah (bukan oleh Isidore) Malaischer Radjah
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Tengah: 3 putri dari Sultan Hamengkubuwono VI;
kanan: istri dari Bupati Lebak (?);
kiri: 2 putri dari Bupati Lebak, yaitu Mursilah dan Saripah
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Putra tertua dari Bupati Bandung
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Seorang wanita ningrat bersama abdi dalemnya
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Waktu: 1860-an
Tempat: Jawa (a.l. Bandung, Lebak, Yogyakarta)
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: Isidore van Kinsbergen
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan: Untuk foto nomor 2 lihat juga posting ini.

Jumat, 10 Februari 2023

Pengerahan anak-anak Indonesia untuk mendukung Jepang (1)

Anak-anak berlatih pertahanan
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
1944: Bocah-bocah diajari hormat militer
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Anak-anak dalam simulasi pertempuran
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: masa pendudukan Jepang (a.l. 1944)
Tempat: Jawa (?)
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan: Foto nomor 2 pernah di muat di posting ini, nomor 3 di sini, dalam ukuran yang lebih kecil.