Jumat, 20 Desember 2019

Kawasan pecinan Jakarta Kota di tahun 1947

(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 1947
Tempat: kemungkinan sekitar Jakarta Kota
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Kamis, 19 Desember 2019

Peninggalan purbakala dari bagian tenggara Jawa Barat: Talaga

PENGANTAR

Pada tahun 1863-1864 Isidore van Kinsbergen menerbitkan sebuah album berjudul Oudheden van Java, op last der Ned. Indische regering, onder toezigt van het Bataviaasch Genootschap van Kunsten en Wetenschappen yang berisi foto-foto peninggalan purbakala di Jawa, dari wilayah Banten hingga ke Jawa Timur.


Candi, arca, dan situs purbakala dari bagian tengah dan timur pulau Jawa umumnya sudah sangat terkena, banyak dibahas, dan menjadi objek wisata hingga sekarang. Berbeda dengan peninggalan purbakala di bagian barat, yang tampaknya tidak mendapat perhatian sebesar di bagian tengah dan timur.

Seri foto berikut akan mencoba untuk memperlihatkan apa yang sudah didokumentasikan oleh van Kinsbergen lebih dari 100 tahun lalu, dengan harapan mudah-mudahan tidak membuat kita lupa akan peninggalan nenek moyang ini.


Peta di bawah memperlihatkan situs-situs tempat ditemukannya benda-benda purbakala di bagian tenggara Jawa Barat, yang sekarang meliputi wilayah Ciamis, Garut, Kuningan, Majalengka, dan Tasikmalaya.
(klik untuk memperbesar)

Baju zirah peninggalan Kerajaan Talagamanggung
(klik untuk memperbesar | © Tropenmuseum)
Dua genta perungu dan sebuah patung kecil
(klik untuk memperbesar | © Tropenmuseum)
Ujung tombak
(klik untuk memperbesar | © Tropenmuseum)
Dinding kayu berukir
(klik untuk memperbesar | © Tropenmuseum)

Waktu: 1864
Tempat: Talaga (Majalengka)
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Tropenmuseum
Catatan:

Rabu, 18 Desember 2019

Tiga perwira TRI (Tentara Republik Indonesia) berbincang-bincang

(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: masa perang kemerdekaan
Tempat: Yogyakarta (?)
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan: Yang berbincang-bincang sebenarnya empat orang, hanya saja hanya tiga yang terlihat mukanya.

Selasa, 17 Desember 2019

Peninggalan purbakala dari bagian tenggara Jawa Barat: Patung-patung Buddha dari Kerajaan Talagamanggung

PENGANTAR

Pada tahun 1863-1864 Isidore van Kinsbergen menerbitkan sebuah album berjudul Oudheden van Java, op last der Ned. Indische regering, onder toezigt van het Bataviaasch Genootschap van Kunsten en Wetenschappen yang berisi foto-foto peninggalan purbakala di Jawa, dari wilayah Banten hingga ke Jawa Timur.


Candi, arca, dan situs purbakala dari bagian tengah dan timur pulau Jawa umumnya sudah sangat terkena, banyak dibahas, dan menjadi objek wisata hingga sekarang. Berbeda dengan peninggalan purbakala di bagian barat, yang tampaknya tidak mendapat perhatian sebesar di bagian tengah dan timur.

Seri foto berikut akan mencoba untuk memperlihatkan apa yang sudah didokumentasikan oleh van Kinsbergen lebih dari 100 tahun lalu, dengan harapan mudah-mudahan tidak membuat kita lupa akan peninggalan nenek moyang ini.


Peta di bawah memperlihatkan situs-situs tempat ditemukannya benda-benda purbakala di bagian tenggara Jawa Barat, yang sekarang meliputi wilayah Ciamis, Garut, Kuningan, Majalengka, dan Tasikmalaya.
(klik untuk memperbesar)

Patung Buddhayang dijuluki Simbarkencana oleh warga setempat
(klik untuk memperbesar | © Tropenmuseum)
Patung Bodhisatwa, yang dijuluki Prabu Siliwangi oleh warga setempat
(klik untuk memperbesar | © Tropenmuseum)
Patung Buddha yang dijuluki Raden Panglurah oleh warga setempat
(klik untuk memperbesar | © Tropenmuseum)
Patung Buddha yang dijuluki Susuhunan Talagamanggung oleh warga setempat
(klik untuk memperbesar | © Tropenmuseum)

Waktu: 1864
Tempat: Talaga (Majalengka)
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Tropenmuseum
Catatan:

Senin, 16 Desember 2019

Para pejabat Uni Belanda-Indonesia, 1950 (1)

(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: kemungkinan 1950
Tempat: lapangan terbang Kemayoran, Jakarta
Tokoh:
Peristiwa: Uni Belanda-Indonesia (UBI) merupakan hasil dari Konferensi Meja Bundar, di mana Belanda dan Indonesia sepakat membentuk semacam persemakmuran yang beranggotakan Kerajaan Belanda beserta mantan dan masih tanah jajahannya. Foto di atas memperlihatkan kedatangan delegasi UBI dari Belanda ke Jakarta yang disambut rekanannya dari Indonesia.
Dari kiri ke kanan:
* Kusumo Utoyo (utusan Kementrian Luar Negeri)
* Subekti (Pengadilan Arbitrase UBI)
* M.J.C. Reyers (Pengadilan Arbitrase UBI)
* L.J.C. Beaufort (Pengadilan Arbitrase UBI)
* J. Donner (Wakil Ketua Delegasi Belanda)
* A.J. Prinsen (anggota delegasi Belanda)
* Schuurman (Komisi Tinggi Belanda di Indonesia)
* Kusumah Atmaja (Ketua Delegasi Indonesia)
* Alexander Andries Maramis (anggota delegasi Indonesia)
* Wirjono Prodjodikoro (anggota delegasi Indonesia)
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Minggu, 15 Desember 2019

Peninggalan purbakala dari bagian tenggara Jawa Barat: Patung-patung Hindu dari Kerajaan Talagamanggung

PENGANTAR

Pada tahun 1863-1864 Isidore van Kinsbergen menerbitkan sebuah album berjudul Oudheden van Java, op last der Ned. Indische regering, onder toezigt van het Bataviaasch Genootschap van Kunsten en Wetenschappen yang berisi foto-foto peninggalan purbakala di Jawa, dari wilayah Banten hingga ke Jawa Timur.


Candi, arca, dan situs purbakala dari bagian tengah dan timur pulau Jawa umumnya sudah sangat terkena, banyak dibahas, dan menjadi objek wisata hingga sekarang. Berbeda dengan peninggalan purbakala di bagian barat, yang tampaknya tidak mendapat perhatian sebesar di bagian tengah dan timur.

Seri foto berikut akan mencoba untuk memperlihatkan apa yang sudah didokumentasikan oleh van Kinsbergen lebih dari 100 tahun lalu, dengan harapan mudah-mudahan tidak membuat kita lupa akan peninggalan nenek moyang ini.


Peta di bawah memperlihatkan situs-situs tempat ditemukannya benda-benda purbakala di bagian tenggara Jawa Barat, yang sekarang meliputi wilayah Ciamis, Garut, Kuningan, Majalengka, dan Tasikmalaya.
(klik untuk memperbesar)

Trimurti
(klik untuk memperbesar | © Tropenmuseum)
Dewa Syiwa
(klik untuk memperbesar | © Tropenmuseum)
Dewi Laksmi, yang dijuluki Ambet Kasih oleh warga setempat
(klik untuk memperbesar | © Tropenmuseum)

Waktu: 1864
Tempat: Talaga (Majalengka)
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Tropenmuseum
Catatan:

Sabtu, 14 Desember 2019

Sepak terjang, dan kekejaman, pasukan khusus Belanda di Sulawesi Selatan, 1946/1947 (5)

PENGANTAR

Seri foto berikut berasal dari sebuah unit DST (Depot Speciale Troepen, cikal bakal Korps Speciale Troepen yang kemudian mengilhami TNI untuk membentuk pasukan khusus Angkatan Darat) yang beroperasi di wilayah Sulawesi Selatan dari sekitar Desember 1946 hingga ke Juni 1947. Foto-foto ini diberi catatan tanggal, peristiwa, dan tempat; sehingga kita bisa menelusuri aktivitas unit DST ini. Nama tempat seperti Batu-batu, Camba, Gelenge, Maros, Parepare, dan Salomoni bisa diidentifikasi dengan jelas; tapi ada juga nama seperti "Tahalasi" (Takkalasi?) dan "Balla" (Ralla di dekat Salomoni?) yang perlu diteliti lebih lanjut.

(klik untuk memperbesar)

Seri foto ini, selain memperlihatkan patroli mereka dalam memburu para pejuang kemerdekaan, juga menunjukkan bagaimana mereka berkali-kali membakar rumah penduduk, bahkan juga menggranatinya, jika mereka mencurigai pemiliknya adalah pejuang atau bersimpati pada kemerdekaan Indonesia. Yang mencengangkan, mereka juga melakukan eksekusi massal di lapangan terbuka, di hadapan warga yang dikumpulkan, serta mempertontonkan jasad para warga yang mereka bunuh.

Mengejutkan bahwa foto-foto ini tidak hilang atau dihilangkan. Kita tidak tahu apakah ada kekejaman lain yang tidak mereka foto atau yang fotonya disembunyikan. Mudah-mudahan foto yang ada di sini bisa menambah kontribusi atas sejarah perjuangan kemerdekaan di Sulawesi Selatan.

1 Maret 1947: Ekspedisi unit DST dari Batu-batu ke arah Gelenge
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
1 Maret 1947: Catatan unit DST menyebutkan bahwa ekspedisi hari itu tidak menemukan apa-apa
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
2 Maret 1947: Unit DST berpose di sungai berbatu di mana sehari sebelumnya satu unit pasukan Belanda disergap para pejuang yang menewaskan seorang tentara Belanda
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
2 Maret 1947: Unit DST beristirahat; tidak jelas apakah warga lokal yang ada di foto merupakan pengusung perbekalan atau warga setempat yang dikumpulkan
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
2 Maret 1947: Unit DST menyebut lokasi ini sebagai tempat berlatih para "ekstrimis" atau para pejuang
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
2 Maret 1947: Sebuah rumah milik "ekstrimis" yang kemudian dibakar unit DST
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 1947
Tempat: Sulawesi Selatan
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan: