Selasa, 04 Agustus 2020

Dari album foto perwira artileri Letnan H.A. Zeilmaker, 1900: Foto lain-lain

PENGANTAR

Letnan H.A. Zeilmaker adalah seorang perwira artileri Belanda yang bertugas di Hindia-Belanda paling tidak dari tahun 1894 hingga 1899. Dia diterjunkan di Perang Aceh, dan tampaknya kemudian tinggal di Surabaya. Dia membuat sebuah album album foto pada tahun 1900 dengan judul "1894 Souvenir 1899" yang kelihatannya ditujukan untuk kerabatnya di Belanda untuk memperlihatkan bagaimana itu Hindia-Belanda.

Selain foto-foto yang memang terkait dengan dia dan sejawatnya, album ini juga berisi foto-foto dari studio atau juru potret lain, yang juga bisa ditemukan di album atau kumpulan foto pihak lain. Ini menunjukkan bahwa pada saat itu peredaran dan jual-beli foto dengan motif tertentu bukan hal yang jarang.

Album foto ini pada akhirnya menjadi salah satu sumber berharga untuk menengok sejarah negeri kita di masa lampau beserta manusia-manusia yang hidup di saat itu.


1894: Kapal Koningin Regentes yang membawa Zeilmaker dari Belanda pada tanggal 19 Oktober 1894 hingga ke Tanjung Priok pada tanggal 28 November 1894
(klik untuk memperbesar | © AVS)

Kediaman Zeilmaker di pos militer Belanda di Lambaro, Aceh. Di sebelah kiri tampaknya pembantu rumah tangga, sementara di kanan salah seorang sejawat Zeilmaker
(klik untuk memperbesar | © AVS)

Lombok, 1894: Para pembesar sipil dan militer Belanda dengan dua penguasa terakhir dari Karangasem untuk Lombok pada saat Perang Lombok (lihat catatan di bawah)
(klik untuk memperbesar | © AVS)

Waktu: 1894
Tempat: Belanda (atas); Lambaro, Aceh (tengah); Lombok (bawah)
Tokoh: Gusti Gede Jelantik (tokoh Bali yang ditempatkan Belanda sebagai penguasa Lombok, dari tahun 1894 hingga 1902, setelah ekspedisi militer Belanda); Mayor Jenderal Petrus van Ham (Panglima KNIL yang tewas di Lombok pada pertempuran di bulan Agustus 1894); Mayor Jenderal Jacobus Vetter (Panglima KNIL pada saat Perang Lombok); M.C. Dannenbargh (pejabat sipil yang ditempatkan Belanda sebagai residen di Lombok)
Peristiwa:
Juru foto:
Sumber / Hak cipta: Atlas Van Stolk
Catatan: Zeilmaker dipastikan tidak ikut dalam Perang Lombok karena pada saat itu dia ditugaskan di Aceh. Tetapi album fotonya menjadi berharga karena menyimpan foto yang memperlihatkan dua penguasa terakhir Karangasem di Lombok bersama para pembesar Belanda pada saat ekspedisi militer Belanda di Lombok. Para tokoh di foto ini, d.ki.k.ka. (duduk): Anak Agung Ketut Ngurah Karangasem, Petrus van Ham, Jacobus Vetter, M.C. Dannenbargh, Gusti Gede Jelantik; (berdiri): Hendrik Willemstijn, A.J. Hamerster, Frederik Liefrinck, Boerema, Hendrik Kotting.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar