Jumat, 15 Juni 2018

Jalur kereta api wilayah Priangan di tahun 1900-an (4)

PENGANTAR

Buat para insinyur Belanda, yang berasal dari negeri yang umumnya berkontur datar, jalur kereta api di Indonesia adalah tantangan. Tidak mudah untuk membentangkan rel kereta yang memerlukan lahan landai, tetapi harus melewati perbukitan, dengan sungai, lembah, atau malah jurang di antaranya.
Tidak mengherankan, ketika mereka bisa menjawab tantangan ini, bahkan bisa menyambungkan rel dari Jakarta hingga Bandung di tahun 1884, warga Belanda bangga dengan prestasi ini. Jalur rumit, yang menembus bukit dan melompati lembah, menjadi motif yang banyak muncul di foto dan kartu pos. Kartu pos, yang dikirim ke Belanda seolah-olah berkata ke warga Belanda di sana: "Kami punya ginian loh di sini."

sekitar 1900
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
sekitar 1920
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
Stasiun Cigombong (Sukabumi), sekitar 1915
(klik untuk memperbesar | © Helmig & Co. / Universiteit Leiden)
Stasiun Malangbong (Garut), sekitar 1900
(klik untuk memperbesar | © Salzwedel / Universiteit Leiden)

Waktu: sekitar 1900, 1915, 1920
Tempat: Jawa Barat
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Universiteit Leiden
Catatan:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar