Jumat, 12 Januari 2018

Konferensi Malino, 1946 (10): Rosihan Anwar dan para wartawan peliput konferensi

PENGANTAR

Konferensi Malino adalah sebuah pertemuan yang berlangsung dari tanggal 15 hingga 25 Juli 1946, diprakarsai pihak Belanda, dan dihadiri oleh 39 perwakilan dari Kalimantan dan Indonesia bagian Timur (De Groote Oost), untuk membicarakan rencana pembentukan negara-negara federal di Hindia-Belanda. Pertemuan yang dipimpin oleh Letnan Gubernur Jenderal van Mook ini tampaknya bertujuan mengukuhkan pengaruh Belanda di masa depan Indonesia, dengan membentuk wilayah-wilayah yang cenderung pro-Belanda.

Berikut beberapa foto dari peristiwa ini.


Rosihan Anwar berbicara di Konferensi Malino
(klik untuk memperbesar | © KITLV)
(klik untuk memperbesar | © KITLV)
K.F.J. Verboeket, Kepala Regeerings Voorlichtings Dienst, berbicara di acara makan malam penutup konferensi
(klik untuk memperbesar | © KITLV)

Waktu: antara 15 dan 25 Juli 1946
Tempat: Malino (Sulawesi Selatan)
Tokoh di foto kedua d.ki.k.ka.: F.J. Goedhart (Parool, Amsterdam); Sujatmoko Mangundiningrat (Het Inzicht, Jakarta); S.T. Hsieh (Central News Agency, Nanking); John de la Valette (Sydney Morning Herald); W.A. van Goudoever (Regeerings Voorlichtings Dienst / Jawatan Informasi Pemerintah, Jakarta); T. Taylor (awak kamera Regeerings Voorlichtings Dienst, Jakarta); Wim Latumeten (Het Nieuwsblad, Jakarta); Royal Arch Gunnison (N.A.N.A. & Mutual Broadcasting System, New York); A. Teunis (reporter radio Regeerings Voorlichtings Dienst, Jakarta); C.J. Hasperhoven (bagian humas (awak kamera Regeerings Voorlichtings Dienst, Jakarta)
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Koninklijk Instituut voor Taal-, Land- en Volkenkunde
Catatan: Di foto kedua para wartawan ini sepertinya sedikit meniru lukisan karya pelukis Belanda Rembrandt, yaitu Pelajaran Anatomi Dr. Nicolaes Tulp, di mana tatapan mata para lelaki tertuju ke arah yang berbeda-beda.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar