Jumat, 14 Juni 2024

Peta perspektif tentang Jakarta dari tahun 1724

(klik untuk memperbesar | © Indies Gallery)

Tahun terbit: 1724
Tempat terbit: Amsterdam
Tokoh:
Deskripsi: Peta perspektif ini menampilkan Kastil Batavia di latar depan, dikelilingi air, dengan empat sudutnya, serta banyak meriam pertahanan di sekelilingya. Laut Jawa berada di bawah, sungai yang bermuara di sebelah kanan adalah Kali Krukut dengan jalur aslinya, serta gambar dari perahu dan kapal yang lalu lalang di sungai ini. Tampak juga bahwa VOC memagari wilayah muara ini, yang menunjukkan kontrol penuh mereka atas lalu lintas perairan serta perdagangan di kawasan ini.
Juru kartografi: François Valentijn (?)
Sumber / Hak cipta: Indies Gallery
Catatan: Lihat juga peta yang lebih tua, yang menampilkan wilayah yang sama dari tahun 1629.

Kamis, 13 Juni 2024

Tentara-tentara Jepang di Indonesia yang didakwa Sekutu dengan tuduhan kejahatan perang (3): Interogasi di lapangan

(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 1945 atau sesudahnya
Tempat:
Tokoh:
Peristiwa: Setelah Perang Dunia II usai, pihak yang menang menangkapi tokoh-tokoh dari pihak yang kalah dan mendakwanya dengan tuduhan kejahatan perang. Informasi dan fakta yang menjadi landasan dakwaan a.l. berasal dari laporan para pasukan Sekutu yang ditawan Jepang, warga sipil yang dijebloskan ke kamp tahanan, serta juga hasil penyelidikan yang dilakukan pihak Sekutu, Foto di atas memperlihatkan sebuah kesatuan Jepang dikumpulkan di sebuah lapangan, dan  diinterogasi oleh tim Sekutu yang dipimpin oleh Mayor Davis (kemungkinan dengan tangan di dada di foto kedua).
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Rabu, 12 Juni 2024

Peta kuno dari tahun 1658: Ketika Jawa lebih luas daripada Sumatera

(klik untuk memperbesar | © Indies Gallery)

Tahun terbit: ~1658
Tempat terbit: Amsterdam
Tokoh:
Deskripsi: Peta Asia dari pertengahan abad ke-17 ini cukup menarik. Ketika kontur Arabia, India, dan pesisir Afrika Timur relatif sudah mengarah ke yang sesungguhnya, wilayah Asia Timur termasuk Nusantara masih belum dikenal. Orang tampaknya sudah pernah dengar Sumatera (di sini Aurea chersonesus) dan Jawa (di sini Iamboli) serta kira-kira di mana letak dan bentuknya, tapi proses pencatatan dan pemetaan yang cermat belum dilakukan. Di peta ini kita lihat bahwa Kalimantan dan puau-pulau di di Filipina belum tergambar; bahkan kawasan Cina, Jepang, dan Korea pun masih tanpa informasi.
Juru kartografi: Jan Jansson
Sumber / Hak cipta: Indies Gallery
Catatan:

Selasa, 11 Juni 2024

Tentara-tentara Jepang di Indonesia yang didakwa Sekutu dengan tuduhan kejahatan perang (2): Anggota Kempetai

Sersan Mayor Jiro Yokohama
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Sersan Nobuo Kubota
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 1945 atau sesudahnya
Tempat:
Tokoh:
Peristiwa: Setelah Perang Dunia II usai, pihak yang menang menangkapi tokoh-tokoh dari pihak yang kalah dan mendakwanya dengan tuduhan kejahatan perang. Salah satu sasaran utama Sekutu adalah para anggota polisi militer yang sangat ditakuti, yaitu Kempetai. Kesatuan ini dikabarkan sangat brutal, sehingga konon ditakuti dan dijauhi oleh para tentara Jepang sendiri. Foto-foto di atas menampilkan sebagian anggota Kempetai yang ditangkap Sekutu di Indonesia dan diadili atas kejahatan perang.
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Senin, 10 Juni 2024

Peta kuno dari tahun 1725: Banda dan sekitarnya

(klik untuk memperbesar | © Indies Gallery)

Tahun terbit: 1725
Tempat terbit: Leiden
Tokoh:
Deskripsi: Akurasi di peta ini memperlihatkan bagusnya pengetahuan bangsa Belanda tentang Pulau Banda dan sekitarnya sejak awal abad ke-18. Di sebelah kiri kita lihat pulau Rohn (Run) yang diberi catatan Engels eyland (pulau malaikat). Kemudian ada pulau Way (Ai), berlanjut ke Banda serta Nera dan Pulau Pisang di utaranya. Di sebelah kanan kita lihat pulau Rossigeyn (Rozengain, atau Hatta) yang diberi catatan Banditen Eyland (pulau bandit).
Juru kartografi: Pierre van der Aa
Sumber / Hak cipta: Indies Gallery
Catatan:

Minggu, 09 Juni 2024

Tentara-tentara Jepang di Indonesia yang didakwa Sekutu dengan tuduhan kejahatan perang (1): Kesatuan di Morotai

Sersan Uchino dan Prajurit Tanaka mencucui pakaian: Mereka didakwa 10 tahun penjara karena membayonet para tentara AU Australia yang tertawan di Morotai
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Mayor Tomura, Kapten Misumi, dan Kolonel Koba di tengah lantunan seruling bambu: Dituntut hukuman mati karena eksekusi atas 3 anggota AU Australia yang ditawan
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Letnan Nomura, Kapten Misumi, Tanaka, dan Letnan Lieutenant Inamura (?) bermain kartu: Didakwa hukuman mati karena mengeksekusi anggota-anggota AU Australia yang ditawan
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Letnan Tanaka bergulat melawan Mayor Tomura dengan diwasiti oleh Kapten Misumi:
Menunggu hasil keputusan mahkamah militer yang menghakimi mereka
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 1945
Tempat: Morotai
Tokoh:
Peristiwa: Ketika Sekutu menduduki Morotai dan menahan pasukan Jepang yang berada di sana, mereka mendakwa kesatuan ini atas kejahatan perang. Dikabarkan bahwa kesatuan ini melakukan tindakan brutal terhadap anggota-anggota AU Australia yang ditawan Jepang di Morotai semasa Perang Dunia II. Kebrutalan ini a.l. penusukan dengan bayonet hingga ke eksekusi mati. Foto-foto diambil di kamp berduri yang menahan para tentara Jepang ini. Mereka melakukan berbagai kegiatan di sela-sela persidangan militer.
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Sabtu, 08 Juni 2024

Peta kuno dari tahun 1753: Bali

(klik untuk memperbesar | © Indies Gallery)

Tahun terbit: 1753
Tempat terbit: kemungkinan Amsterdam (meskipun petanya berbahasa Perancis)
Tokoh:
Deskripsi: Peta tua ini sudah menampilkan utara di atas, tetapi masih menunjukkan kontur Bali yang belum mendekati akurasi. Peta di ditambahkan gambar dengan judul Plan d'un Palais du Roi (bagan dari sebuah istana raja) yang kemungkinan banyak porsi fantasinya. Di dalam peta sendiri ada tiga lokasi dengan Palais du Roi (istana raja).
Juru kartografi: kemungkinan Jakob van der Schley
Sumber / Hak cipta: Indies Gallery
Catatan: Bandingkan juga peta Bali di posting ini.