Minggu, 21 Februari 2021

Koleksi foto dari masa kejayaan tembakau di utara Sumatera — Album V: Fasilitas penunjang industri tembakau

PENGANTAR

Seperti sudah disinggung di posting sebelum ini, dan juga sebelumnya lagi, sejarah mewariskan banyak album foto tentang wilayah utara Sumatera dari masa kejayaan perkebunan tembakau. Isinya tentunya foto-foto yang terkait dengan perkebunan tembakau, serta manusia dan tempat atau tempat di sekitarnya. Foto-foto ini umumnya jepretan C.J. Kleingrothe atau keluaran dari studio foto miliknya. Kleingrothe adalah seorang Jerman yang menetap di Medan dari penghujung abad ke-19 hingga awal abad ke-20.

Beberapa foto tampaknya sangat populer, sehingga ia muncul di lebih dari satu album; blog ini akan menampilkan pengulangan foto seperti ini.


Tanjung Morawa: Perumahan para pekerja perkebunan
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Ruangan tempat pengikatan dan penyusunan daun tembakau
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Padang Bulan (?): Fasilitas fermentasi dan pemilahan tembakau
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Ruangan pemilahan tembakau berdasarkan ukuran dan warna
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Ruangan tempat proses fermentasi, press, dan pengemasan tembakau
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Kediaman adminsitrateur perkebunan Sungai Krio
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Tahun terbit album: antara 1903 dan 1920 (foto-foto bisa jadi lebih tua lagi)
Tempat: Sumatera Utara (a.l. Tanjung Morawa di Deli Serdang, Padang Bulan di Medan Baru)
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: Carl Josef Kleingrothe
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan:

Sabtu, 20 Februari 2021

Empat bangsawan Nusantara yang menghadiri penobatan Ratu Wilhelmina, dalam lukisan Nicolaas van der Waay, 1898

Pangeran Ario Mataram, menantu dari Pakubuwono X
(klik untuk memperbesar | © AVS)

Aji Pangeran Mangkunegoro dari Kutai
(klik untuk memperbesar | © AVS)

Sultan Siak, Syarif Kasim Abdul Jalil Saifuddin
(klik untuk memperbesar | © AVS)

Pangeran Sosro dari Kutai
(klik untuk memperbesar | © AVS)


Waktu: 1898
Tempat: Belanda
Tokoh:
Peristiwa: Pelantikan Ratu Wilhelmina di tahun 1898 dihadiri oleh banyak bangsawan dari Hindia-Belanda. Pelukis Belanda, Nicolaas van der Waay, membuat sketsa dan lukisan cat air dari beberapa di antaranya.
Juru foto/gambar: Nicolaas van der Waay
Sumber / Hak cipta: Atlas Van Stolk
Catatan:

Jumat, 19 Februari 2021

Koleksi foto dari masa kejayaan tembakau di utara Sumatera — Album V: Perkebunan tembakau

PENGANTAR

Seperti sudah disinggung di posting sebelum ini, dan juga sebelumnya lagi, sejarah mewariskan banyak album foto tentang wilayah utara Sumatera dari masa kejayaan perkebunan tembakau. Isinya tentunya foto-foto yang terkait dengan perkebunan tembakau, serta manusia dan tempat atau tempat di sekitarnya. Foto-foto ini umumnya jepretan C.J. Kleingrothe atau keluaran dari studio foto miliknya. Kleingrothe adalah seorang Jerman yang menetap di Medan dari penghujung abad ke-19 hingga awal abad ke-20.

Beberapa foto tampaknya sangat populer, sehingga ia muncul di lebih dari satu album; blog ini akan menampilkan pengulangan foto seperti ini.


Penanaman bibit tembakau (atas); perawatan pohon yang masih muda (bawah)
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Perbukitan yang dijadikan lahan perkebunan tembakau
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Penjejeran pohon tembakau (atas); daun yang siap dipanen (bawah)
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Batang dan daun tembakau tampak dekat
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Mengangkut daun tembakau dari perkebunan ke gudang fermentasi
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Tahun terbit album: antara 1903 dan 1920 (foto-foto bisa jadi lebih tua lagi)
Tempat: Sumatera Utara
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: Carl Josef Kleingrothe
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan:

Kamis, 18 Februari 2021

Foto-foto dari adegan di film Nyai Dasima, 1929

Tjerita Njai Dasima adalah sebuah kisah karya Gijsbert Francis yang diterbitkan di Jakarta pada tahun 1896. Cerita ini tampaknya sangat populer sehingga pada tahun 1929, sutradara Lie Tek Swie memfilmkannya dengan judul Njai Dasima; sebuah film bisu yang tampaknya sangat laku di masayarakat.

(klik untuk memperbesar | © AVS)

Film ini bercerita tentang Dasima, wanita lokal yang menjadi nyai (gundik) seorang Inggris bernama Edward William, dan dari hubungan ini mempunyai anak bernama Nancy. Seorang kusir delman bernama Samiun melirik Dasima, dan berusaha merebut hatinya, a.l. dengan jampi-jampi. Dasima meninggalkan Edward demi Samiun, tetapi kemudian tersadar bahwa Samiun ternyata mengincar hartanya belaka. Ketika sutau hari Dasima pergi ke kampung sebelah untuk menonton pertunjukan sandiwara, Dasima dicegat oleh orang suruhan Samiun yang kemudian membunuhnya dan membuang jasadnya ke sungai. Jenazah Dasima terbawa air hingga ke belakang rumah Edward yang kemudian menemukannya.

Waktu: 1929
Tempat: Jakarta
Tokoh:
Peristiwa:
Juru foto/gambar:
Sumber / Hak cipta: Atlas Van Stolk
Catatan:

Rabu, 17 Februari 2021

Koleksi foto dari masa kejayaan tembakau di utara Sumatera — Album V: Dari wilayah Aceh

PENGANTAR

Seperti sudah disinggung di posting sebelum ini, dan juga sebelumnya lagi, sejarah mewariskan banyak album foto tentang wilayah utara Sumatera dari masa kejayaan perkebunan tembakau. Isinya tentunya foto-foto yang terkait dengan perkebunan tembakau, serta manusia dan tempat atau tempat di sekitarnya. Foto-foto ini umumnya jepretan C.J. Kleingrothe atau keluaran dari studio foto miliknya. Kleingrothe adalah seorang Jerman yang menetap di Medan dari penghujung abad ke-19 hingga awal abad ke-20.

Beberapa foto tampaknya sangat populer, sehingga ia muncul di lebih dari satu album; blog ini akan menampilkan pengulangan foto seperti ini.


Kutaraja: Masjid Raya Baturrahman dan pohon Kohler (atas);
Vredespark sekarang Taman Sari (bawah)
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Rantau Panjang (Peureulak): Sumur minyak dan gas bumi
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Rantau Panjang (Peureulak): Pembuatan kaleng minyak (atas);
pengisian minyak ke kaleng (bawah)
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Aceh Tamiang: Kuala Simpang (atas);
pasar di Binjai (bawah)
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Sabang: Pelabuhan (atas); kapal pos pengangkut tembakau ke Belanda (bawah)
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Tahun terbit album: antara 1903 dan 1920 (foto-foto bisa jadi lebih tua lagi)
Tempat: Aceh (Binjai, Kuala Simpang, Kutaraja, Rantau Panjang, Sabang)
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: Carl Josef Kleingrothe
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan:

Selasa, 16 Februari 2021

Stasiun akhir repatriasi warga Belanda dan pengungsian warga Indonesia pro-Belanda, 1958

Bubarnya Republik Indonesia Serikat dan tidak berjalannya Uni Belanda-Indonesia, yang kemudian disusul oleh nasionalisasi aset-aset Belanda di Indonesia, membuat warga Belanda meninggalkan Indonesia dan berepatriasi ke negeri leluhurnya, dengan diikuti juga oleh sebagian warga lokal dan Indo-Belanda yang lebih memilih tinggal di Belanda daripada menetap di Indonesia.

(klik untuk memperbesar | © AVS)

Dua bocah berwajah Nusantara tampak turun dan dituntun dari kapal Willem Ruys yang mengangkut mereka dari Indonesia ke Rotterdam.

(klik untuk memperbesar | © Guust Hens / AVS)

Dua anak di foto pertama di atas mungkin menjadi inspirasi buat Guust Hens untuk membuat sketsa di atas, paling tidak dalam menggambarkan dua bocah lelaki dan perempuan di barisan paling depan dari antrian warga yang turun dari kapal Willem Ruys ini. Berbeda dengan foto sebelumnya yang memperlihatkan wajah yang ceria, wajah-wajah di sketsa ini, terutama di kalangan dewasa, cenderung lebih dingin.

(klik untuk memperbesar | © Leo Jordaan / AVS)

Suasana lebih dingin ditampilkan oleh Leo Jordaan dalam karikatur di atas. Tampak satu keluarga yang melakukan repatriasi (si ibu tampaknya mengenakan bawahan kain batik) harus menghadapi bukan hanya cuaca yang dingin, pepohonan yang kering, rumah susun yang sepi dan gelap, tapi juga penghuni lama yang tampak apatis. Leo Jordaan tampaknya ingin memperlihatkan itulah sambutan dan tempat tinggal yang menanti mereka di Belanda.

Waktu: 1958
Tempat: Rotterdam
Tokoh:
Peristiwa:
Juru foto/gambar: Guust Hens | Leo Jordaan
Sumber / Hak cipta: Atlas Van Stolk
Catatan:

Senin, 15 Februari 2021

Koleksi foto dari masa kejayaan tembakau di utara Sumatera — Album V: Tanjung Pura dan Klumpang

PENGANTAR

Seperti sudah disinggung di posting sebelum ini, dan juga sebelumnya lagi, sejarah mewariskan banyak album foto tentang wilayah utara Sumatera dari masa kejayaan perkebunan tembakau. Isinya tentunya foto-foto yang terkait dengan perkebunan tembakau, serta manusia dan tempat atau tempat di sekitarnya. Foto-foto ini umumnya jepretan C.J. Kleingrothe atau keluaran dari studio foto miliknya. Kleingrothe adalah seorang Jerman yang menetap di Medan dari penghujung abad ke-19 hingga awal abad ke-20.

Beberapa foto tampaknya sangat populer, sehingga ia muncul di lebih dari satu album; blog ini akan menampilkan pengulangan foto seperti ini.


Tanjung Pura: Perahu di sungai Wampu dengan latar belakang istana Sultan Langkat
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Tanjung Pura: Jalanan diapit rimbun pepohonan
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Tanjung Pura: Masjid Azizi
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Klumpang: Kelenteng Tionghoa
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Klumpang: Tampak dalam kelenteng
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Tahun terbit album: antara 1903 dan 1920 (foto-foto bisa jadi lebih tua lagi)
Tempat: Klumpang (Deli Serdang), Tanjung Pura (Langkat)
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: Carl Josef Kleingrothe
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan: