Sabtu, 06 April 2024

Ereveld Ancol: Pengalihan dan penguburan jenazah warga Belanda yang dieksekusi semasa pendudukan Jepang (5), 1946

Peti jenazah yang terkesan pendek, kemungkinan karena dari jenazah hanya tersisa tulang belulang
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Salib untuk J.L. Appleby warga Australia (?) yang berusia 33 tahun ketika dieksekusi Jepang di Batutulis, Bogor
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Salib untuk Hanna Christa Hilgers, perempuan Belanda muda berusia 21 tahun ketika dieksekusi Jepang di Batutulis, Bogor(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Salib untuk T.H. Powell, warga Inggris yang berusia 30 tahun ketika dieksekusi Jepang di Batutulis, Bogor
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Liang lahat baru dengan latar depan kuburan yang sudah ada terlebih dulu
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Peti jenazah dengan topi baja, kemungkinan karena yang meninggal adalah tentara
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 14 September 1946
Tempat: Ancol, Jakarta
Tokoh:
Peristiwa: Semasa kekuasaanya di Indonesia pasukan Jepang banyak mengeksekusi warga Belanda dan sekutunya, terutama di awal-awal pendudukannya, yaitu tahun 1942-1943, dan menguburkannya sekedarnya atau secara sederhana (lihat misalnya posting ini). Ketika Belanda kembali ke Indonesia, dilakukan upaya-upaya untuk mengumpulkan jenazah yang berserakan ini, dan menguburkan ulang di pemakaman Ereveld Ancol seperti ditampilkan di foto-foto di atas.
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar