Jumat, 27 April 2018

Aksi Polisionil 1: Perundingan gencatan senjata di Mandiraja, Purbalingga

Kapten Suwito Haryoko (kiri) dan Letnan Abukasan menyalami para perwira KTN, yaitu Letnan R.G. Pierre (AS, kanan) dan Mayor Andrew Smith (Australia), dengan keramahtamahan khas Indonesia
(klik untuk memperbesar | © gahetna)
Abukasan dan Suwito Haryoko bersama R.G. Pierre dan Andrew Smith
(klik untuk memperbesar | © gahetna)
Penandatanganan sebuah dokumen oleh Kapten Suwito Haryoko
(klik untuk memperbesar | © gahetna)
Suwito dan Abukasan bersama para perwira KTNI dan dua perwira Belanda
(klik untuk memperbesar | © gahetna)
Waktu: Agustus 1947
Tempat: Mandiraja (Purbalingga)
Tokoh: Kapten Suwiko Haryoko, Letnan Abukasan
Peristiwa: Pertemuan antara TNI yang diwakili Suwiko Haryoko dan Abukasan dengan KTN dan militer Belanda untuk membicarakan gencatan senjata di wilayah Purbalingga, Jawa Tengah
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Het Nationaal Archief
Catatan:

1 komentar:

  1. Suwito Haryoko apakah orang yang sama dengan pendiri BKR di Salaman Magelang pada tahun 1945 setelah proklamasi Kemerdekaan. Beliau berasal dari Kecamatan Tempuran, Kawedanan Salaman, Kabupaten Magelang. mantan PETA di Prembun, menurut informan dalam penelitian saya tahun 1996-1997 setelah mendirikan BKR karier Suwito Haryoko melonjak, tidak lagi berada di Magelang. Dalam Agresi Militer Belanda II di Magelang Suwito Haryoko sudah tidak bertugas di daerah Magelang. Kalau memang nama yang sama,saya minta ijin untuk menyimpannya, karena beliau yang mendirikan BKR di Salaman Magelang. Terima kasih,

    BalasHapus