Senin, 18 Agustus 2025

Kumpulan beberapa ilustrasi (dan foto) zaman dulu tentang Nusantara (9)

~1870-1880: Empat pria Jawa, dua di antaranya berpose dengan seruling dan rebab
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)
~1880-1890, kemungkinan di Jakarta: Tiga wanita di studio foto
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)
~1880: Foto seorang perempuan Sumatera (Barat?)
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)

Tahun terbit: 1870, 1880
Tempat terbit: a.l. Jakarta
Tokoh:
Deskripsi:
Juru foto/gambar:
Sumber / Hak cipta: Indies Gallery
Catatan:

Minggu, 17 Agustus 2025

Jakarta sekitar September 1945, ketika Republik Indonesia baru berumur beberapa hari (3)

Beberapa warga dengan gerobak berkumpul di depan gerbang sebuah kamp tawanan yang tampak dijaga dan dikelilingi tembok bambu; ada kemungkinan para warga ini menanti pembebasan para penghuni kamp dan berharap bisa mengumpulkan sisa-sisa barang yang ditinggalkan
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Sebuah tempat yang tampaknya menjadi tempat penumpukan mobil-mobil curian/terlantar (lihat posting sebelumnya); teks dalam huruf Latin berbunyi "Outo2 ini di tjuri orang maka kalau ada mempoenja sendiri datang ke kantor Kenpeitai [?] kembali"
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Tukang becak dan orang lalu-lalang; karena ada anak wanita bule di belakang, kemungkinan ini di sekitar salah satu kawasan yang sebelumnya dijadikan kamp tawanan oleh militer Jepang
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Sebuah "betjak bus" atau pangkalan becak di depan sebuah gedung bernama "Fujiyama" [dengan seorang wanita Jepang di tengah belakang?]
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Para penumpang kereta, dengan menempati setiap celah dan pijakan yang masih tersedia, serta seorang berseragam Heiho berdiri di pintu
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 1945
Tempat: Jakarta
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: (kemungkinan besar) H. Ripassa
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan: Lihat juga seri foto yang dibuat oleh H. Ripassa tentang Jakarta di sekitar September dan Oktober 1945 yang dimulai di posting ini.

Sabtu, 16 Agustus 2025

Kumpulan beberapa ilustrasi (dan foto) zaman dulu tentang Nusantara (8)

Sebuah pasar di sekitar pohon beringin di Jawa
[~1920, Jan Christiaan Poortenaar]
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)
Dua anak gadis makan dengan penerangan dari lampu minyak
[~1920, Willem Dooijewaard]
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)
Sebuah usaha batik tulis di Jawa
[~1880-1890]
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)

Tahun terbit: 1880, 1920
Tempat terbit:
Tokoh:
Deskripsi:
Juru foto/gambar: a.l. Jan Christiaan Poortenaar, Willem Dooijewaard
Sumber / Hak cipta: Indies Gallery
Catatan:

Jumat, 15 Agustus 2025

Jakarta sekitar September 1945, ketika Republik Indonesia baru berumur beberapa hari (2)

Seorang prajurit Australia mengamati sebuah gundukan tanah yang menjadi kuburan dari kemungkinan seorang warga kulit putih yang dieksekusi Jepang di saat perang
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Seorang prajurit Australia (kiri), tampaknya ditemani seorang penerjemah (kanan) menanyai seorang warga (tengah), kemungkinan tentang lokasi yang digunakan Jepang untuk mengubur korban-korban eksekusi
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Berdasarkan tulisan Kanji-nya kemungkinan ini adalah rumah atau gedung yang menjadi markas polisi militer Kempetai
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Sebuah tempat yang tampaknya menjadi tempat penumpukan mobil-mobil curian/terlantar (lihat posting berikutnya); teks dalam huruf Latin berbunyi "Outo2 ini di tjuri orang maka kalau ada mempoenja sendiri datang ke kantor Kenpeitai [?] kembali"
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Sebuah trem jalur 2 jurusan ?-Menteng, yang sudah diberi gambar bendera Merah Putih, tanda palang merah, serta coretan yang ditujukan ke pihak Belanda: "Don't touch our national symbol, it would be plain suicide" atau "Jangan sentuh simbol bangsa kami, itu sama saja dengan bunuh diri". 
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 1945
Tempat: Jakarta
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: (kemungkinan besar) H. Ripassa
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan: Lihat juga seri foto yang dibuat oleh H. Ripassa tentang Jakarta di sekitar September dan Oktober 1945 yang dimulai di posting ini.

Kamis, 14 Agustus 2025

Kumpulan beberapa ilustrasi (dan foto) zaman dulu tentang Nusantara (7)

Borobudur
[~1920, Hindia-Belanda, Jan Christiaan Poortenaar]
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)
Patung Dewa Siwa (kiri) dan seorang penari Hindu (kanan)
[~1925, Amsterdam]
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)
Borobudur
[~1925, Amsterdam]
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)

Tahun terbit: 1920, 1925
Tempat terbit: a.l. Amsterdam
Tokoh:
Deskripsi:
Juru foto/gambar: a.l. Jan Christiaan Poortenaar
Sumber / Hak cipta: Indies Gallery
Catatan:

Rabu, 13 Agustus 2025

Jakarta sekitar September 1945, ketika Republik Indonesia baru berumur beberapa hari (1)

Seorang tentara Jepang bersenjata terhunus menjaga sebuah kawasan
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Bongkar muat barang bantuan kemanusiaan dari Tanjung Priuk …
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
… menuju lokasi-lokasi yang menjadi tempat penahanan warga Belanda
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Salah satu kapal pertama di Tanjung Priuk yang mengangkut barang bantuan kemanusiaan …
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
… yang terutama ditujukan bagi warga Belanda yang selama perang disekap oleh pihak Jepang
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 1945
Tempat: Jakarta
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: (kemungkinan besar) H. Ripassa
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan: Lihat juga seri foto yang dibuat oleh H. Ripassa tentang Jakarta di sekitar September dan Oktober 1945 yang dimulai di posting ini.

Selasa, 12 Agustus 2025

Kumpulan beberapa ilustrasi zaman dulu tentang Nusantara (6)

Pulau Banda dan Neira, beserta Gunung Api serta Benteng Nassau, dilihat dari laut
[1724, Amsterdam, François Valentijn]
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)
Hewan-hewan di Jawa menurut sebuah naskah berbahasa Latin yang terbit di Jerman: badak, buaya (!), gajah, kura-kura
[1595-1600, Frankfurt]
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)
Dari naskah yang sama tentang kepercayaan warga Bali yang mengagungkan kasta Brahmana, dan adanya kelompok yang pantang makan daging dan ikan, serta kelompok yang jika suami meninggal maka istrinya ikut dikuburkan hidup-hidup (di gambar tetapi dibakar)
[1595-1600, Frankfurt]
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)

Tahun terbit: 1595, 1724
Tempat terbit: Amsterdam, Frankfurt
Tokoh:
Deskripsi:
Juru foto/gambar: a.l. François Valentijn
Sumber / Hak cipta: Indies Gallery
Catatan: