Minggu, 08 September 2024

Peta lipat untuk perjalanan dari tahun 1905 tentang Jawa dan Madura

Tampilan penuh peta dalam 30 lipatan
(klik untuk memperbesar | © Indies Gallery)

Jilid pembungkus peta
(klik untuk memperbesar | © Indies Gallery)
Tampilan dekat ke salah satu bagian peta
(klik untuk memperbesar | © Indies Gallery)
Index yang mempermudah pencarian sebuah tempat di peta
(klik untuk memperbesar | © Indies Gallery)

Tahun terbit: 1905
Tempat terbit: Amsterdam
Tokoh:
Deskripsi: Awal abad ke-20 merupakan masa dimulainya produksi mobil untuk khalayak yang berada. Ini memicu mobilitas serta minat akan perjalanan ke berbagai pelosok, termasuk di Pulau Jawa. Di awal abad ke-20 ini kita mencatat dokumentasi, termasuk foto-foto, dari beberapa kunjungan warga Belanda ke Jawa. Atau warga Belanda sendiri yang sudah berdiam di Jawa atau dari luar Jawa dan kemudian mengadakan perjalanan keliling di pulau ini. Tak dilupakan pula perjalanan dari beberapa bangsawan Jawa yang bisa membeli mobil dan menggunakannya untuk pelancongan ke beberapa daerah. Ini semua membutuhkan adanya peta seperti yang terpampang di atas ini. Peta yang bisa dilipat ini memang cocok untuk digunakan di dalam perjalanan.
Hal lain yang bisa dicatat dari peta ini adalah pembagian wilayah di Jawa saat itu: Banten, Jakarta (yang meliputi hingga Subang), Priangan (yang melebar hingga ke Banjar), Cirebon, Banyumas, Pekalongan, Kedu, Semarang, Yogyakarta, Surakarta, Rembang, Madiun, Kediri, Surabaya, Pasuruan, dan Besuki. Madura, seperti biasa digolongkan sebagai satu wilayah tersendiri.
Juru kartografi: E. de Geest / J. F. Niermeyer
Sumber / Hak cipta: Indies Gallery
Catatan:

Sabtu, 07 September 2024

Foto-foto dari "masa bersiap": Ekshumasi korban-korban kekerasan (3)

"Masa bersiap" atau "bersiap" adalah istilah yang digunakan warga Belanda dan sejarah Belanda untuk menyebut masa-masa awal setelah warga Indonesia memproklamasikan diri yang diikuti konflik dan perseteruan di beberapa tempat yang dipicu banyak sekali faktor seperti nasionalisme, sentimen anti penjajah, kecemburuan sosial, dendam yang terpendam, masih belum siapnya aparat pemerintahan, dsb. Blog ini akan menampilkan beberapa foto dari era ini, yang beberapa di antaranya memang menampilkan sisi kejam dari masa ini.

Penggalian kembali jasad lebih dari 20 warga Tionghoa yang menjadi korban "pembantaian Mergosono"
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Penguburan warga Tionghoa yang menjadi korban masa "bersiap"
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: Agustus 1947 (foto atas)
Tempat: Malang (foto atas)
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan: Masih perlu penelitian lebih lanjut apakah foto bawah terkait tragedi Mergosono.

Jumat, 06 September 2024

Peta kota Jakarta dari tahun 1780

(klik untuk memperbesar | © Indies Gallery)


Tahun terbit: 1780
Tempat terbit: Amsterdam
Tokoh:
Deskripsi: Ini adalah salah satu peta kota tentang Jakarta yang tertua, yang tentunya masih terpusat ke kawasan pelabuhan utama saat itu, yaitu wilayah Sunda Kelapa, Pusat peta ini adalah Kastil Batavia dengan pengambangan kota ke sekelilingnya selain ke utara yang memang wilayah laut. Dari selatan ke utara, atau dari bawah ke atas, kita a.l. bisa melihat adanya gereja, wilayah pecinan, pasar bambu, balai kota, gereja berikutnya, laboratorium (=bengkel) persenjataan artileri, laboratorium kesehatan, tempat eksekusi, serta kawasan pemukiman orang Jawa. Menarik untuk dicatat bahwa dua sudut di kawasan orang Jawa ini ditempatkan loo (kakus) dan dieren (kandang ternak).
Juru kartografi: A. van Krevelt
Sumber / Hak cipta: Indies Gallery
Catatan:

Kamis, 05 September 2024

Foto-foto dari "masa bersiap": Ekshumasi korban-korban kekerasan (2)

"Masa bersiap" atau "bersiap" adalah istilah yang digunakan warga Belanda dan sejarah Belanda untuk menyebut masa-masa awal setelah warga Indonesia memproklamasikan diri yang diikuti konflik dan perseteruan di beberapa tempat yang dipicu banyak sekali faktor seperti nasionalisme, sentimen anti penjajah, kecemburuan sosial, dendam yang terpendam, masih belum siapnya aparat pemerintahan, dsb. Blog ini akan menampilkan beberapa foto dari era ini, yang beberapa di antaranya memang menampilkan sisi kejam dari masa ini.

Seorang Belanda menunjuk ke sebuah sumur kecil tempat korban masa "bersiap" dibuang, di latar belakang tampak tengkorak dan tulang belulang yang kelihatannya digali dari dasar sumur
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Bagian tengah foto memperlihatkan sumur, dengan dinding yang sebagian runtuh, yang menjadi tempat pembuangan korban "bersiap". Di latar belakang tampak sebuah meja yang diduga pihak Belanda merupakan tempat eksekusi atas 18 warga Belanda dari berbagai usia.
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 17 Agustus 1946
Tempat: Balapulang (Tegal)
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan: Foto para tersangka pelaku yang kemudian ditangkap Belanda akan dimuat di posting tanggal 17 Oktober 2024.

Rabu, 04 September 2024

Peta kuno dari tahun 1680: Nusantara di tengah dunia

(klik untuk memperbesar | © Indies Gallery)

Tahun terbit: 1680
Tempat terbit: Amsterdam
Tokoh:
Deskripsi: Ini merupakan peta maritim yang digunakan oleh VOC dalam penjelajahan lautnya ke berbagai pelosok dunia, dan tentunya ke wilayah Nusantara sesuai dengan judul peta yaitu Oost Indien. Salah satu keistimewaan dari peta ini adalah pencantuman pulau-pulau yang kecil, yang membuatnya terkesan over-proportional. Tapi ada kemungkinan ini memang disengaja dan sudah diperhitungkan agar wilayah-wilayah ini turut terdeteksi. Ini a.l. membuat wilayah Nusantara, dan juga Filipina, sangat banyak dihiasi oleh pulau-pulau kecil ini.
Juru kartografi: Johannes van Keulen
Sumber / Hak cipta: Indies Gallery
Catatan:

Selasa, 03 September 2024

Foto-foto dari "masa bersiap": Ekshumasi korban-korban kekerasan (1)

"Masa bersiap" atau "bersiap" adalah istilah yang digunakan warga Belanda dan sejarah Belanda untuk menyebut masa-masa awal setelah warga Indonesia memproklamasikan diri yang diikuti konflik dan perseteruan di beberapa tempat yang dipicu banyak sekali faktor seperti nasionalisme, sentimen anti penjajah, kecemburuan sosial, dendam yang terpendam, masih belum siapnya aparat pemerintahan, dsb. Blog ini akan menampilkan beberapa foto dari era ini, yang beberapa di antaranya memang menampilkan sisi kejam dari masa ini.

Bandung, 1947: Pihak Belanda memeriksa jasad seorang Belanda korban masa "bersiap" setelah digali kembali
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Bandung, 1947: Pihak Belanda mendatangi tempat yang diduga merupakan lokasi penguburan warga-warga (Indo-)Belanda yang menjadi korban masa "bersiap"
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 1947
Tempat: Bandung
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Senin, 02 September 2024

Dokumen dari tahun 1599 yang memuat peta Pulau Banda dan sekitarnya

(klik untuk memperbesar | © Indies Gallery)

Tahun terbit: sekitar 1599
Tempat terbit: Frankfurt (?)
Tokoh:
Deskripsi: Ini merupakan halaman dokumen kuno berbahasa Latin yang memperlihatkan peta Banda dan sekitarnya. Petanya sendiri sudah dimuat di posting ini. Teks di halaman ini a.l. memuat kalimat Stofferolla, Stofferolla, Ascehad an la, Ascehad an la, yll lolla, yll lolla, Mahumed di e rossulla, yang tampaknya didengar dan dicatat si pembuat dokumen ketika di berada di Banda. Kalimat ini tak lain sebenarnya Astaghfirullaah, astaghfirullaah, asyhadu an-laa ilaaha illallaahu, (wa asyhadu anna) muhammadan rasuulullaahi.
Juru kartografi: Theodore De Bry
Sumber / Hak cipta: Indies Gallery
Catatan: