Rabu, 15 Mei 2024

Peta kuno dari tahun 1857: Pesisir utara Jakarta

(klik untuk memperbesar | © Indies Gallery)

Tahun terbit: 1857
Tempat terbit: Amsterdam
Tokoh:
Deskripsi: Sebuah peta yang memperlihatkan pesisir sekitar Jakarta, mulai dari Tanjung Kait di sebelah kiri, hingga ke Tanjung Pasir (Ontong Java), Tanjung Priuk, dan Muara Beting (Hoek Krawang), termasuk juga beberapa pulau di Kepulauan Seribu.
Juru kartografi: B.G. Escher, I.A.C. Eschauzier, B.H. Staring, E.H. Boom
Sumber / Hak cipta: Indies Gallery
Catatan:

Selasa, 14 Mei 2024

Lansia Belanda yang diinternir Jepang di RS Mater Dolorosa, 1945 (3)

Tempat darurat untuk mengurus pasien/lansia yang meninggal
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Perawat bernama Jongsma di dekat dua penghuni rumah sakit yang juga menjadi kamp tawanan
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Pojok tempat para perawat
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Suster Jongsma berbincang dengan seorang lansia
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: sekitar Oktober 1945
Tempat: RS Mater Dolorosa, Jakarta (sekarang Yayasan Gembala Baik, Santa Maria Fatima, Jatinegara)
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: H. Ripassa (?)
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan: Lihat posting sebelumnya di sini yang juga memperlihatkan foto nomor 2 tetapi terbalik-cermin.

Senin, 13 Mei 2024

Peta kuno yang memperlihatkan wilayah Nusantara dari tahun 1719

(klik untuk memperbesar | © Indies Gallery)

Tahun terbit: 1719
Tempat terbit: London
Tokoh:
Deskripsi: Sebuah peta yang memperlihatkan wilayah Asia mulai dari Hindia Barat hingga Hindia Timur, termasuk Jepang, Korea, dan Tiongkok. Di sebelah kiri ditampilkan peta kecil khusus tentang kota-kota pelabuhan penting saat itu; wilayah Nusantara diwakili oleh dua tempat: Banten (Bantam) dan Jakarta (Batavia).
Juru kartografi: Herman Moll
Sumber / Hak cipta: Indies Gallery
Catatan:

Minggu, 12 Mei 2024

Lansia Belanda yang diinternir Jepang di RS Mater Dolorosa, 1945 (2)

(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Kemungkinan peti mayat darurat yang dibuat dari batang dan anyaman bambu
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: sekitar Oktober 1945
Tempat: RS Mater Dolorosa, Jakarta (sekarang Yayasan Gembala Baik, Santa Maria Fatima, Jatinegara)
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: H. Ripassa (?)
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan: Lihat posting sebelumnya di sini.

Sabtu, 11 Mei 2024

Peta kuno dari tahun 1652: Pulau Banda dan sekitarnya

(klik untuk memperbesar | © Indies Gallery)

Tahun terbit: 1652
Tempat terbit: Amsterdam
Tokoh:
Deskripsi:
Juru kartografi: Ioan Ioanssonius (Jan Jansson)
Sumber / Hak cipta: Indies Gallery
Catatan:

Jumat, 10 Mei 2024

Suasana di Manado setelah berakhirnya Perang Dunia II (2)

Sebuah rumah sakit dengan lambang palang merah di atapnya, serta kebun jagung di pekarangannya
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Gereja Katolik Santo Paulus di Lembean
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Penjual makanan yang dibungkus daun pisang (?)
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Empat lelaki di depan Gereja St. Paulus
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 1945
Tempat: Manado
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Kamis, 09 Mei 2024

Peta grafis dari tahun 1951: Bali

(klik untuk memperbesar | © Indies Gallery)

Tahun terbit: 1951
Tempat terbit: Belanda
Tokoh:
Deskripsi:
Juru kartografi: François ten Have
Sumber / Hak cipta: Indies Gallery
Catatan: