Rabu, 19 April 2023

Suasana di kamp tahanan Banyubiru, Semarang, setelah Jepang kalah perang, 1945 (5)

Pesawat Dakota milik pasukan Inggris, kemungkinan menjatuhkan suplai makanan dengan parasut di sekitar kamp
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Anak-anak penghuni kamp didatangi petugas kesehatan
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Empat wanita Belanda penghuni kamp Banyubiru
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Sebuah beranda di kamp Banyubiru
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: November 1945
Tempat: Banyubiru (Semarang)
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Selasa, 18 April 2023

Dari serakan foto hasil jepretan studio "Gah Hin" dan "Onnes Kurkdjian"

Onnes Kurkdjian, ~1900: Halaman utama Hotel Tengger di kawasan Tosari
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Onnes Kurkdjian, 1924: Armada lokomotif di pabrik gula Jatiroto II, Lumajang
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Onnes Kurkdjian, 1924: Para pekerja lokal di laboratorium pabrik gula Jatiroto II, Lumajang
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Gah Hin, ~1910: Sepasang pengantin dan orang tuanya di Yogyakarta
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Gah Hin: Sebuah keluarga bangsawan Yogyakarta
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Waktu: 1900, 1910, 1924
Tempat: Jatoroto (Lumajang), kawasan Tengger, Yogyakarta
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: Gah Hin | Onnes Kurkdjian
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan:

Senin, 17 April 2023

Suasana di kamp tahanan Banyubiru, Semarang, setelah Jepang kalah perang, 1945 (4)

Nenek dan cucu di truk militer yang mengangkut mereka keluar dai kamp
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Sebagian penghuni kamp melanjutkan proses evakuasi dengan pesawat militer (dari pangkalan udara Semarang?)
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Salah satu truk militer Inggris yang mengangkut penghuni kamp, dengan membawa kasur, keluar dari Banyubiru
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Antrian truk dan barang yang akan keluar dari kamp
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Antrian warga Belanda untuk menaiki truk yang akan membawa mereka menuju Ambarawa/Semarang
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: November 1945
Tempat: Banyubiru (Semarang)
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Minggu, 16 April 2023

Dari serakan foto hasil jepretan studio "Ernst & Co" dan "Charls, Van Ess & Co"

Ernst & Co, 1880: Sebuah rumah di kawasan perkebunan di Sumatera
(klik untuk memperbesar | © NGA)
H. Ernst, 1885: Pengeboran sebuah sumur di tengah hutan di Sumatera (?)
(klik untuk memperbesar | © NGA)
H. Ernst, 1910: Pembesar perkebunan di Sumatera (?)
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Charls, Van Ess & Co, awal 1900-an: Sebuah gedung komersial di Jakarta
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Charls, Van Ess & Co: Tampak dalam sebuah rumah Belanda
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Waktu: 1880, 1885, awal 1900-an, 1910
Tempat: Jakarta, Sumatera
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: Ernst & Co | Charls, Van Ess & Co
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan:

Sabtu, 15 April 2023

Suasana di kamp tahanan Banyubiru, Semarang, setelah Jepang kalah perang, 1945 (3)

Area di kamp untuk buang air besar
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Bagian barak di kamp dengan dinding kayu
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Bagian barak di kamp dengan dinding bambu
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Kemungkinan area mandi bersama di kamp
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Para penghuni kamp diangkut pasukan Inggris menuju Ambarawa/Semarang
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: November 1945
Tempat: Banyubiru (Semarang)
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Jumat, 14 April 2023

Dari serakan foto-foto karya Woodbury & Page (6)

Walter Bentley Woodbury dan James Page adalah dua orang Inggris yang menjadi salah dua perintis dunia fotografi profesional di Hindia-Belanda. Studio foto yang mereka dirikan di Batavia menjadi teladan bagi fotografer lain untuk mendirikan hal yang sama di Padang, Semarang, Surabaya, dan kota-kota lain di Nusantara. Blog ini sudah menampilkan banyak karya keluaran dari studio ini. Kali ini kita akan mencoba mengumpulkan foto-foto karya Woodbury dan Page yang berserakan.


1857: Aneka buah-buahan Nusantara
(klik untuk memperbesar | © NGA)
1881: Aneka buah-buahan Nusantara, diwarnai
(klik untuk memperbesar | © NGA)
1860-an: Prajurit Nias
(klik untuk memperbesar | © NGA)
1864: Pangeran Buleleng, Gusti Ngurah Ketut Jelantik, bersama pengiringnya dalam kunjungan ke Jakarta menghadap Gubernur Jenderal Hindia-Belanda
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Waktu: 1857, 1860-an, 1864, 1881
Tempat: Jakarta, Nias
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: Woodbury & Page
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan: Foto terakhir pernah dimuat di posting ini dalam ukuran yang lebih kecil.

Kamis, 13 April 2023

Suasana di kamp tahanan Banyubiru, Semarang, setelah Jepang kalah perang, 1945 (2)

Kemungkinan lubang yang digunakan sebagai kakus di kamp
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Bambu dengan corong untuk menampung air embun (?)
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Kemungkinan ruang makan bersama di kamp
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Ruangan mandi bareng di kamp
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Barak para penghuni kamp dengan dinding ilalang
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 1945
Tempat: Banyubiru (Semarang)
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan: