Rabu, 20 Oktober 2021

Sejarah Belanda di Indonesia 1595-1646 menurut gambar berseri dari tahun 1768-1778 (2)

1607: Utusan Laksamana Steven van der Hagen mengunjungi Sultan Gresik
(klik untuk memperbesar | © AVS)
1608/1609: Sultan Aceh menerima kunjungan dari utusan Laksamana Matelief
(klik untuk memperbesar | © AVS)
22 Mei 1609: Laksamana Pieter Willemsz Verhoeven tewas di Banda Neira
(klik untuk memperbesar | © AVS)

Waktu: lukisan dibuat tahun 1768-1778, menggambarkan peristiwa di tahun 1697, 1609
Tempat: Gresik, Aceh, Banda Neira
Tokoh:
Peristiwa:
Juru foto/gambar: Bernardus Mourik
Sumber / Hak cipta: Staatkundige historie van Holland / Atlas Van Stolk
Catatan:

Selasa, 19 Oktober 2021

Museum Gajah ketika masih bernama Bataviaasch Genootschap van Kunsten en Wetenschappen, 1928 (3)

Ruangan dengan gamelan dan rumah adat
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Ruangan dengan kursi-kursi duduk untuk pengunjung
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Ruangan dengan maket rumah adat
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Peta timbul wilayah Hindia-Belanda
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Gamelan dan koleksi wayang kulit
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Ruangan dengan totem dan koleksi senjata tajam
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Waktu: sekitar 1928
Tempat: Jakarta
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan:

Senin, 18 Oktober 2021

Sejarah Belanda di Indonesia 1595-1646 menurut gambar berseri dari tahun 1768-1778 (1)

2 April 1595: Rombongan kapal Belanda berlayar menuju wilayah Nusantara
(klik untuk memperbesar | © AVS)
17 Februari 1601: Armada Laksamana Wolfart Harmensz memasuki perairan Ternate
[yang di lukisan kemungkinan adalah peperangan antara armada Belanda melawan Portugis di Banten, Desember 1601]
(klik untuk memperbesar | © AVS)
Juli 1602: Pangeran Maurits menerima rombongan Kesultanan Aceh yang datang ke Belanda di bawah pimpinan Sri Muhamad dan Mir Hasan
[peristiwa ini sejatinya terjadi tanggal 4 September 1602]
(klik untuk memperbesar | © AVS)

Waktu: lukisan dibuat tahun 1768-1778, menggambarkan peristiwa di tahun 1595, 1601, 1602
Tempat: Belanda, Banten
Tokoh:
Peristiwa:
Juru foto/gambar: Bernardus Mourik
Sumber / Hak cipta: Staatkundige historie van Holland / Atlas Van Stolk
Catatan:

Minggu, 17 Oktober 2021

Museum Gajah ketika masih bernama Bataviaasch Genootschap van Kunsten en Wetenschappen, 1928 (2)

Ruang pertemuan (?) dengan berbagai publikasi
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Koleksi keramik dan perabot rumah kayu berukir
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Sebuah ruangan dengan a.l. maket sebuah gereja (?)
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Koleksi peralatan tempur
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Keris dan karya seni dari Bali-Lombok
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Ruangan dengan keramik dan gerabah
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Waktu: sekitar 1928
Tempat: Jakarta
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan:

Sabtu, 16 Oktober 2021

Karikatur tentang penyebaran faham komunisme di Indonesia oleh kelompok kiri Belanda, 1930

(klik untuk memperbesar | © AVS)

Waktu: 14 Juni 1930
Tempat:
Tokoh:
Peristiwa: Wilhelm Middendorp adalah mantan anggota parlemen Belanda yang dikirim ke Indonesia untuk menjadi asisten-residen. Middendorp berpaham kiri, dan karikatur di atas memperlihatkan bagaimana dia mencoba menyebarkan ideologinya di kalangan masyarakat Indonesia. Lambang Kerajaan Belanda tampak tak terurus, semantara foto Lenin malah terpasang rapi. Bendera palu arit tampak berada di kursi rumah dinasnya sebagai asisten-residen, dan juga menyebar ke masyarakat Indonesia yang mendengarkannya.
Juru foto/gambar: Wam Heskes
Sumber / Hak cipta: Atlas Van Stolk
Catatan:

Jumat, 15 Oktober 2021

Museum Gajah ketika masih bernama Bataviaasch Genootschap van Kunsten en Wetenschappen, 1928 (1)

Tampak depan museum
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Salah satu ruangan di dalam museum
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Koleksi  patung kayu
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Wayang kulit dan topeng dari Jawa Tengah
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Ganesha di antara arca-arca lain
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Ganesha, kepala Buddha, dan arca-arca lain
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Koleksi patung-patung batu
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Waktu: sekitar 1928
Tempat: Jakarta
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan:

Kamis, 14 Oktober 2021

Lukisan tentang Jan Pieterszoon Coen dari tahun 1859

(klik untuk memperbesar | © AVS)

Waktu: lukisan dibuat tahun 1859, Jan Pieterszoon Coen sendiri hidup di tahun 1587-1629
Tempat:
Tokoh: Jan Pieterszoon Coen (Gubernur Jenderal Hindia-Belanda 1627-1629)
Peristiwa:
Juru foto/gambar:
Sumber / Hak cipta: Atlas Van Stolk
Catatan: