Jumat, 18 Juni 2021

Kunjungan rombongan wartawan Amerika untuk meliput Indonesia, 1949 (1)

PENGANTAR

Di salah satu posting sebelum ini, blog ini menampilkan foto bagaimana Ki Hajar Dewantara memperlihatkan dan menerangkan pamflet PKI ke rombongan wartawan Amerika Serikat yang berkunjung ke Yogyakarta. Berikut ini tambahan dan update dari kegiatan para jurnalis ini.

Awalnya tampaknya para wartawan ini menemui Soekarno di pengasingannya di Bangka. Setelah itu mereka pergi ke Yogyakarta untuk bertemu dengan para tokoh Republik. Seterusnya, para wartawan ini berkunjung ke Jakarta untuk berbicara dengan tokoh-tokoh Serikat. Kemudian perjalanan mereka dilanjutkan ke Medan untuk berbicara dengan tokoh anti-republik.

Seperti disebutkan sebelumnya, ketika mereka meneruskan penerbangan ke India, kecelekaan pesawat menewaskan semua peserta rombongan ini. Foto-foto kegiatan mereka selama di Indonesia tapi tetap terwariskan ke kita.


(klik untuk memperbesar | © Theo van Pinxteren / AVS)

Waktu: Bangka
Tempat: 21 Juni 1949
Tokoh: Soekarno (Presiden Republik Indonesia)
Peristiwa: Soekarno menghadapi para wartawan asal Amerika Serikat yang menemui di pengasingannya di Bangka.
Juru foto/gambar: Theo van Pinxteren
Sumber / Hak cipta: Atlas Van Stolk
Catatan: Sebelumnya, posting ini berjudul Wartawan Amerika menemui Soekarno di pengasingannya di Bangka, 1949 yang sekarang diubah setelah ditemukan tambahan foto-foto lain yang terkait dengan aktifitas rombongan para wartawan ini.

Kamis, 17 Juni 2021

Koleksi foto dari masa kejayaan tembakau di utara Sumatera — Pecahan album (2)

PENGANTAR

Seperti sudah disinggung di posting sebelum ini, dan juga sebelumnya lagi, sejarah mewariskan banyak album foto tentang wilayah utara Sumatera dari masa kejayaan perkebunan tembakau. Isinya tentunya foto-foto yang terkait dengan perkebunan tembakau, serta manusia dan tempat atau tempat di sekitarnya. Foto-foto ini umumnya jepretan C.J. Kleingrothe atau keluaran dari studio foto miliknya. Kleingrothe adalah seorang Jerman yang menetap di Medan dari penghujung abad ke-19 hingga awal abad ke-20.

Lembaran-lembaran berikut tampaknya awalnya berasal dari sebuah album yang kemungkinan berisi lebih banyak lagi foto. Sayangnya, waktu merengut beberapa foto ini sehingga hanya ini yang tersisa.


Kapal dan dermaga yang rusak di pelabuhan Belawan, tidak jelas apakah karena kapal menabrak, atau angin/gelombang menghempaskan kapal ke dermaga
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Kapal bernama Sumatra berlabuh, kemungkinan di pelabuhan Belawan
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Harimau terkena perangkap
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Seorang pemuka Batak bergelar penghulu
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Wanita pekerja asal Jawa sedang memanen kopi
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Seorang wanita Karo bersama dua anak kecil
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Foto di atas dalam versi lain
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)

Waktu: akhir abd ke-19/awal abad ke-20
Tempat: Sumatera Utara
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: C. Nieuwenhuis (foto pertama) | Carl Josef Kleingrothe (foto lainnya)
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia | Universiteit Leiden
Catatan:

Rabu, 16 Juni 2021

Soekarno bersama Ahmad Subarjo, Abikusno Cokrosuyono, dan Abdul Gaffar Pringgodigdo menghadapi wartawan asing, 1945

(klik untuk memperbesar | © AVS)

Waktu: Oktober 1945
Tempat: Jakarta
Tokoh:
  • Soekarno (Presiden RI),
  • Abdul Gaffar Pringgodigdo (Sekretaris Negara; ketiga dari kanan),
  • Ahmad Subarjo (Menteri Luar Negeri RI; kedua dari kiri),
  • Abikusno Cokrosuyono (Menteri Perhubungan RI; keempat dari kanan)
Peristiwa: Soekarno dan beberapa pejabat negara pertama Republik Indonesia menerima kedatangan para wartawan perang asing.
Juru foto/gambar:
Sumber / Hak cipta: Atlas Van Stolk
Catatan: Lihat juga foto lain dari peristiwa yang sama di posting ini.

Selasa, 15 Juni 2021

Koleksi foto dari masa kejayaan tembakau di utara Sumatera — Pecahan album (1)

PENGANTAR

Seperti sudah disinggung di posting sebelum ini, dan juga sebelumnya lagi, sejarah mewariskan banyak album foto tentang wilayah utara Sumatera dari masa kejayaan perkebunan tembakau. Isinya tentunya foto-foto yang terkait dengan perkebunan tembakau, serta manusia dan tempat atau tempat di sekitarnya. Foto-foto ini umumnya jepretan C.J. Kleingrothe atau keluaran dari studio foto miliknya. Kleingrothe adalah seorang Jerman yang menetap di Medan dari penghujung abad ke-19 hingga awal abad ke-20.

Lembaran-lembaran berikut tampaknya awalnya berasal dari sebuah album yang kemungkinan berisi lebih banyak lagi foto. Sayangnya, waktu merengut beberapa foto ini sehingga hanya ini yang tersisa.


Kemungkinan kompleks perumahan pegawai perkebunan berkebangsaan Belanda
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Kemungkinan kediaman seorang petinggi perkebunan berkebangsaan Belanda
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Peta yang a.l. memperlihatkan kawasan perkebunan di Deli, Langkat, dan Serdang
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Jembatan kereta api di atas Sungai Belawan
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Beberapa pegawai perkebunan Belanda dan dua pemuka pekerja Tionghoa di area perkebunan
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Pekerja Tionghoa di gudang pemilahan dan penyusunan daun tembakau (1)
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Pekerja Tionghoa di gudang pemilahan dan penyusunan daun tembakau (2)
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Waktu: akhir abd ke-19/awal abad ke-20
Tempat: Sumatera Utara
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: Carl Josef Kleingrothe
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan:

Senin, 14 Juni 2021

Aneka wajah Nusantara dari album foto keluaran Toeristenbond voor Nederland terbitan 1911: 94-100

PENGANTAR

Di rangkaian posting sebelumnya blog ini menampilkan foto-foto dari album keluaran penerbit Kleynenberg & Co. dari tahun 1912-1914. Album yang berisi 150 foto ini menyajikan wajah-wajah Nusantara dari berbagai pelosok. Sebelumnya, di tahun 1911, Toeristenbond voor Nederland juga mengeluarkan album yang mirip. Album keluaran jawatan pariwisata Belanda ini berisi 100 foto yang juga menampilkan berbagai wajah Nusantara.

Isi album ini didominasi oleh foto karya Jean Demmeni, seorang fotografer campuran Perancis-Madura yang lahir di Padang Panjang dan banyak aktif di wilayah Minangkabau. Tidak mengherankan apabila hampir setengah dari album ini berisi foto dari wilayah Sumatera Barat.

Berbeda dengan album foto Kleynenberg yang mencakup banyak wilayah, album Toeristenbond ini masih membatasi tambahan liputan ke Jawa dan sedikit Sumatera Utara, di samping Sumatera Barat. Meski demikian, album ini tetap menarik karena mengindikasikan aspek warga Nusantara yang, paling tidak menurut khalayak Belanda saat itu, menarik untuk dicermati dari sudut pandang pariwisata.

Blog ini akan menampilkan ke-100 foto ini berurut sesuai nomornya. Foto-foto yang pernah dimuat sebelumnya, dalam konteks lain, akan diberi catatan.


94. Suasana di tambang batubara Sawahlunto
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
95. Tempat minum kuda di pertambangan batu bara Ombilin, Sawahlunto
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
96. Monumen Batipuh di Guguk Malintang (Tanah Datar) yang didirikan Belanda untuk mengenang tewasnya 3 serdadu KNIL dalam konflik bersenjata melawan rakyat Minangkabau
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
97. Pohon tembakau muda di sebuah perkebunan di Deli Serdang
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
98. Sungai dan jembatan di Deli Serdang
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
99. Sekelompok pekerja perkebunan di Deli Serdang, kemungkinan campuran antara Tionghoa, Jawa, dan Keling
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
100. Sebuah kampung Batak
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)

Waktu: album foto terbit tahun 1911, foto-fotonya tentunya dibuat sebelum itu
Tempat (d.a.k.b.): Sawahlunto (2x), Tanah Datar, Deli Serdang (3x), Sumatera Utara
Tokoh:
Peristiwa:
Juru foto/gambar: Jean Demmeni
Sumber / Hak cipta: Universiteit Leiden
Catatan: Edisi lain dari foto no. 95 pernah dimuat sebelumnya di posting ini; dan no. 96 di posting ini.

Minggu, 13 Juni 2021

Koleksi foto dari masa kejayaan tembakau di utara Sumatera — Album XIII (5)

PENGANTAR

Seperti sudah disinggung di posting sebelum ini, dan juga sebelumnya lagi, sejarah mewariskan banyak album foto tentang wilayah utara Sumatera dari masa kejayaan perkebunan tembakau. Isinya tentunya foto-foto yang terkait dengan perkebunan tembakau, serta manusia dan tempat atau tempat di sekitarnya. Foto-foto ini umumnya jepretan C.J. Kleingrothe atau keluaran dari studio foto miliknya. Kleingrothe adalah seorang Jerman yang menetap di Medan dari penghujung abad ke-19 hingga awal abad ke-20.

Album XIII ini berisi 30 foto dalam keadaan sangat baik tanpa cacat fisik bahkan hingga ke halaman dasarnya. Sayangnya tidak ada catatan keterangan atas foto-foto ini, sehingga kita akan mengandalkan informasi dari album lain yang memuat foto yang sama.


Pekerja Tionghoa dan pegawai Belanda di sebuah gudang tembakau
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Pekerja Tionghoa di bagian pemilahan dan penyusunan daun tembakau
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Stasiun kereta api Medan
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Stasiun kereta api Medan difoto dari atas
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Stasiun kereta api Belawan
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Jembatan kereta api di atas Sungai Belawan
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Tahun terbit album: awal abad ke-20 (foto-fotonya bisa lebih tua lagi)
Tempat: Sumatera Utara
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: Carl Josef Kleingrothe
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan:

Sabtu, 12 Juni 2021

Aneka wajah Nusantara dari album foto keluaran Toeristenbond voor Nederland terbitan 1911: 87-93

PENGANTAR

Di rangkaian posting sebelumnya blog ini menampilkan foto-foto dari album keluaran penerbit Kleynenberg & Co. dari tahun 1912-1914. Album yang berisi 150 foto ini menyajikan wajah-wajah Nusantara dari berbagai pelosok. Sebelumnya, di tahun 1911, Toeristenbond voor Nederland juga mengeluarkan album yang mirip. Album keluaran jawatan pariwisata Belanda ini berisi 100 foto yang juga menampilkan berbagai wajah Nusantara.

Isi album ini didominasi oleh foto karya Jean Demmeni, seorang fotografer campuran Perancis-Madura yang lahir di Padang Panjang dan banyak aktif di wilayah Minangkabau. Tidak mengherankan apabila hampir setengah dari album ini berisi foto dari wilayah Sumatera Barat.

Berbeda dengan album foto Kleynenberg yang mencakup banyak wilayah, album Toeristenbond ini masih membatasi tambahan liputan ke Jawa dan sedikit Sumatera Utara, di samping Sumatera Barat. Meski demikian, album ini tetap menarik karena mengindikasikan aspek warga Nusantara yang, paling tidak menurut khalayak Belanda saat itu, menarik untuk dicermati dari sudut pandang pariwisata.

Blog ini akan menampilkan ke-100 foto ini berurut sesuai nomornya. Foto-foto yang pernah dimuat sebelumnya, dalam konteks lain, akan diberi catatan.


87. Pemandangan di Solok
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
88. Sekelompok lelaki Minang di dekat rumah dan lumbung padi
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
89. Warga Minangkabau di depan rumah gadang
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
90. Rangkiang, lumbung padi warga Minangkabau
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
91. Keluarga di foto no. 89 diabadikan dari sudut yang berbeda
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
92. Tambang batubara Ombilin di Sawahlunto
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
93. Tambang batubara Ombilin di Sungai Durian, Sawahlunto
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)

Waktu: album foto terbit tahun 1911, foto-fotonya tentunya dibuat sebelum itu
Tempat: Sumatera Barat
Tokoh:
Peristiwa:
Juru foto/gambar: Jean Demmeni
Sumber / Hak cipta: Universiteit Leiden
Catatan: Edisi lain dari foto no. 89 pernah dimuat sebelumnya di posting ini; no. 92 di sini.