Minggu, 20 Oktober 2019

Jakarta 1895: Kali Ciliwung sebagai tempat mandi dan cuci

Ciliwung di Jatinegara dengan 3dipan dari bambu yang memungkinkan orang bisa duduk sambil mandi dan cuci
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
Mandi dan cuci di Jatinegara …
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
… foto sebelumnya dari sudut pandanglebih jauh
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
Mandi dan cuci di Molenvliet (sekarang kawasan Jalan Gajah Mada dan Hayam Wuruk) …
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
… foto sebelumnya dari sudut pandang berbeda
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)

Waktu: 1895
Tempat: Jakarta
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Universiteit Leiden
Catatan:

Sabtu, 19 Oktober 2019

Tiga sketsa Minangkabau zaman dulu

Perempuan pegunungan Minangkabau; judul di bawahnya Maleische vrouwen enn bezeok afflegende
(klik untuk memperbesar | © zwiggelaarauctions)
Bukittinggi 1874
(klik untuk memperbesar | © zwiggelaarauctions)
Penghulu XIII Kota
(klik untuk memperbesar | © zwiggelaarauctions)

Waktu: abad ke-19
Tempat: Minangkabau
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Zwiggelaar Auctions
Catatan:

Jumat, 18 Oktober 2019

Jakarta 1895: Bantaran Kali Ciliwung di sekitar Jatinegara

Bagian belakang dari area yang kemungkinan besar adalah perumahan Tionghoa
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
Usaha binatu
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
Tempat rakit "berlabuh" di mana orang melakukan mandi dan cuci
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
Dua orang mencuci di dekat rakit yang memiliki "kabin"
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)

Waktu: 1895, 1902
Tempat: Jakarta
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Universiteit Leiden
Catatan:


UPDATE 30 Desember 2019

1. Wajah perumahan Tionghoa di bantaran Ciliwung menjadi motif kartu pos di tahun 1920. Lihat posting ini.

2. Lokasi berkumpulnya para rakit di kelokan Ciliwung yang diperlihatkan di foto nomor 3 tampaknya juga menjadi tempat objek foto. Ketika A.E.F. Muntz dari Belanda berkunjung ke Jakarta di tahun 1901/1902, dia mengambil gambar di bawah ini dari sudut pandang yang kurang lebih sama.

(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)


UPDATE 6 Juli 2020: Foto yang sama dengan di atas dari sumber lain, yang menunjukkan bahwa motif foto ini cukup populer.

(klik untuk memperbesar | © NGA)

Kamis, 17 Oktober 2019

Karikatur Belanda atas Bung Hatta, 1948

(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / Museon)

Waktu: 1948
Tempat:
Tokoh:
Peristiwa: Sebuah karikatur Belanda dari tahun 1948, yang menggambarkan bagaimana Bung Hatta harus memeras kepala untuk menentukan gerakan apa yang harus menyertai seruan "Merdeka!": Apakah cara Nazi dengan mengangkat telapak tangan, cara komunis dengan mengepalkan tinju, atau cara lain.
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / Museon
Catatan: Menariknya, sampai sekarang masyarakat Indonesia ketika berteriak "Merdeka!" akan mengepalkan tinju …

Rabu, 16 Oktober 2019

Dari album foto Mayor H.A.L. Wichers: Wajah warga Cot Mancang, Aceh, 1898

PENGANTAR

H.A.L. Wichers adalah seorang perwira KNIL di penghujung abad ke-19 yang sempat terlibat Perang Aceh dengan pangkat mayor. Dia meninggalkan album foto yang menampilkan tempat, manusia, dan suasana di beberapa tempat di tanah air saat itu. Berikut beberapa foto di antaranya.

Teuku Abas, pemuka warga Aceh di Cot Mancang bersama warganya
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
Seorang warga Cot Mancang bernama Bintang yang bekerja untuk pasukan Belanda; di sebelahnya kemungkinan istrinya.
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
Perempuan dan anak-anak Cot Mancang
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
Warga pria Cot Mancang
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)

Waktu: antara 1896-1898
Tempat: Cot Mancang (Kuto Baro, Aceh Besar)
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Universiteit Leiden
Catatan:

Selasa, 15 Oktober 2019

Warga Jakarta merayakan ulang tahun Putri, kelak Ratu, Juliana, 30 April 1946

(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 30 April 1946
Tempat: Jakarta
Tokoh:
Peristiwa: Warga Jakarta berbaris dan menjunjung bendera Belanda dalam merayakan ulang tahun ke-37 Putri Juliana, yang dua tahun kemudian dinobatkan menjadi Ratu Belanda, dan kelak di tahun 1971 merupakan kepala negara Belanda pertama yang berkunjung ke Indonesia setelah puluhan tahun.
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Senin, 14 Oktober 2019

Dari album foto Mayor H.A.L. Wichers: Salah satu ekspedisi pasukan Belanda selama Perang Aceh

PENGANTAR

H.A.L. Wichers adalah seorang perwira KNIL di penghujung abad ke-19 yang sempat terlibat Perang Aceh dengan pangkat mayor. Dia meninggalkan album foto yang menampilkan tempat, manusia, dan suasana di beberapa tempat di tanah air saat itu. Berikut beberapa foto di antaranya.

Pasukan kavaleri Belanda di Cot Mancang.
Perwira yang mengangkat telunjuk di samping kuda adalah Mayor Wichers.
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
1896/1898: Barisan pasukan Belanda dari bivak Cot Mancang.
Perwira di barisa depan menuntun anjing kemungkinan adalah Mayor Wichers.
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
Rombongan warga lokal pembawa perbekalan
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
Pasukan di jembatan rusak
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
Pasukan Belanda dari Cot Mancang di pinggiran hutan
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
Pasukan Belanda dari Cot Mancang menduduki sebuah surau
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)

Waktu: antara 1896-1898
Tempat: sekitar Cot Mancang (Kuto Baro, Aceh Besar)
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Universiteit Leiden
Catatan: