Jumat, 14 Juni 2019

Muhammad Hatta, Sutan Sjahrir, K'tut Tantri, dan Abdulkadir Widjojoatmodjo di pertemuan Kaliurang, 1948

Muhammad Hatta dan Abdulkadir Widjojoatmodjo
(klik untuk memperbesar | © BeeldbankWO2 / NIOD)
Sutan Sjahrir dan K'tut Tantri
(klik untuk memperbesar | © BeeldbankWO2 / NIOD)

Waktu: April 1948
Tempat: Kaliurang (Yogyakarta)
Tokoh: Muhammad Hatta (Wakil Presiden RI), Sutan Sjahrir (diplomat Indonesia), Abdulkadir Widjojoatmodjo (perwira KNIL, pemimpin delegasi Belanda di pertemuan Kaliurang), K'tut Tantri (Muriel Stuart Walker; wanita Skotlandia-Amerika yang bersimpati pada perjuangan kemerdekaan Indonesia)
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan: Foto Sutan Sjahrir dan K'tut Tantri tidak begitu pasti apakah berasal dari pertemuan Kaliurang.

Kamis, 13 Juni 2019

Suasana sidang pengadilan di Indramayu di tahun 1902

(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)

Waktu: antara 1901-1902
Tempat: kemungkinan Indramayu
Tokoh:
Peristiwa: Foto ini memperlihatkan contoh suasana sidang pengadilan di pulau Jawa di awal abad ke-20. Sidang dipimpin oleh seorang Belanda yang duduk di tengah (di sini Mr. J.M.Ch.E. le Rütte). Terdakwa duduk di hadapannya (di sini berbaju putih), diapit oleh dua saksi yang juga duduk di lantai. Panitera duduk di sebelah ketua sidang (berkerah putih), di sebelahnya adalah jaksa penuntut (di sini Raden Sujalma), yang didampingi oleh seorang penghulu (memakai sorban). Duduk di sisi lain dari meja persidangan adalah dua orang anggota Landraad (Dewan Daerah) dengan pakaian kebesaran. Sidang dijaga oleh empat ponggawa yang berdiri di sekitar meja.
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Universiteit Leiden
Catatan:

Rabu, 12 Juni 2019

Bung Tomo bersama para pemuda pejuang di markasnya, 1945

(klik untuk memperbesar | © BeeldbankWO2 / NIOD)

Waktu: kemungkinan 1945
Tempat: Surabaya
Tokoh: Bung Tomo (pejuang kemerdekaan)
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Selasa, 11 Juni 2019

Bupati Garut, RAA Wiratanudatar VII bersama para wedana dan aparat pemerintahannya, 1902

(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)

Waktu: antara 1901-1902
Tempat: Garut
Tokoh: Raden Adipati Aria Wiratanudatar VII (Bupati Garut 1871-1915; berdiri paling depan)
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Universiteit Leiden
Catatan:

Senin, 10 Juni 2019

Soekarno-Hatta di Surabaya untuk mengatur gencatan senjata antara pemuda Indonesia dan tentara Inggris, 1945

(klik untuk memperbesar | © BeeldbankWO2 / NIOD)
(klik untuk memperbesar | © BeeldbankWO2 / NIOD)
Waktu: 29 Oktober 1945
Tempat: Surabaya
Tokoh: Soekarno (Presiden RI), Muhammad Hatta (Wakil Presiden RI); keduanya di kedua foto di atas, memakai setelan putih-putih dan berpeci, berdiri di pelataran.
Peristiwa: Konflik antara pasukan Inggris dan pemuda Surabaya memanas. Di akhir bulan Oktober 1945 Soekarno dan Hatta diberangkatan dari Jakarta ke Surabaya untuk mendinginkan suasana dan mengatur gencatan senjata. Sejarah mencatat bahwa 12 hari kemudian terjadi pertempuran hebat yang kita kenang sebagai Hari Pahlawan.
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Minggu, 09 Juni 2019

Sabtu, 08 Juni 2019

Insiden Hotel Yamato, Surabaya 19 September 1945

(klik untuk memperbesar | © BeeldbankWO2 / NIOD)
(klik untuk memperbesar | © BeeldbankWO2 / NIOD)

Waktu: 19 September 1945
Tempat: Surabaya
Tokoh:
Peristiwa: Pada tanggal 18 September 1945 malam, beberapa orang Belanda mengibarkan bendera merah-putih-biru di puncak Hotel Yamato, yang saat itu berada dalam pengawasan pasukan Jepang. Esok harinya, warga Surabaya meminta penurunan bendera tsb. yang berujung pada tewas dan gugurnya perwakilan dari dua belah pihak. Warga Surabaya kemudian memanjat atap hotel dan merobek warna biru dari bendera Belanda.
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan: