Senin, 14 Juli 2025

Beberapa wajah prajurit KNIL lokal di tahun 1940-an (2)

1945: Letjen Van Oyen di bagian timur Indonesia dengan latar belakang sebuah kesatuan KNIL lokal
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
1945: Letjen Van Oyen di hadapan sebuah kesatuan KNIL lokal
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Ambon, November 1945: Seorang anggota kesatuan polisi bentukan Belanda
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
~1947: Beberapa anggota KNIL lokal di sebuah pertemuan
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 1945, 1947
Tempat: bagian timur Indonesia (a.l. Ambon)
Tokoh: Letnan Jenderal Ludolph Hendrik van Oyen (Panglima KNIL 1942-1946)
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Minggu, 13 Juli 2025

Lukisan karya François Valentyn dari tahun 1724 tentang berbagai jenis satwa laut di Maluku dan sekitarnya (3)

(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)

Tahun terbit: 1724
Tempat terbit: Amsterdam
Tokoh:
Deskripsi:
Juru foto/gambar: François Valentyn
Sumber / Hak cipta: Indies Gallery
Catatan:

Sabtu, 12 Juli 2025

Beberapa wajah prajurit KNIL lokal di tahun 1940-an (1)

1942 atau sebelumnya: Empat kelasi anggota KNIL Laut
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
1941: Seorang prajurit KNIL dari kesatuan kavaleri
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Indonesia Timur, 1945: Seorang serdadu KNIL yang bertugas menyetiri kendaraan militer
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Kemungkinan 1945: LetjenVan Oyen memberi hormat kepada pasukan KNIL lokal yang menyambut kedatangannya
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 1941, 1942, 1945
Tempat: a.l. bagian timur Indonesia
Tokoh: Letnan Jenderal Ludolph Hendrik van Oyen (Panglima KNIL 1942-1946)
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Jumat, 11 Juli 2025

Lukisan karya François Valentyn dari tahun 1724 tentang berbagai jenis satwa laut di Maluku dan sekitarnya (2)

(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)

Tahun terbit: 1724
Tempat terbit: Amsterdam
Tokoh:
Deskripsi:
Juru foto/gambar: François Valentyn
Sumber / Hak cipta: Indies Gallery
Catatan:

Kamis, 10 Juli 2025

Persiapan Belanda di Australia untuk merebut kembali Indonesia: Kesatuan tempur udara (3)

Di penghujung 1944 dan awal 1945, ketika Jerman makin terdesak di Eropa, dan Jepang makin terpukul di kawasan Asia-Pasifik, Belanda makin menggiatkan usaha-usaha untuk merebut kembali Hindia-Belanda. Usaha-usaha ini terpusat di Australia, yang secara geografis dekat dengan Indonesia, dan secara politis dan militer berada bersama Belanda di pihak yang melawan negara-negara Poros. Seri berikut akan mencoba menampilkan dokumentasi foto tentang aktivitas Belanda di wilayah Australia ini.


Bundaberg, Queensland: Para anggota KNIL Udara, kemungkinan para pilot tempur
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Canberra: Seorang sersan KNIL Udara bernama Tan Kim Siang
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Bundaberg, Queensland: Deretan pesawat P-51 Mustang milik KNIL Udara
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Bundaberg, Queensland: Dua kopral KNIL Udara bernama Muhamad Napie dan Tohir melakukan pemeriksaan atas sebuah pesawat P-51 Mustang
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Bundaberg, Queensland: Para prajurit Australia dan Belanda mendorong sebuah pesawat P-51 Mustang untuk proses pemeriksaan
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 1945
Tempat: Australia (Bundaberg dan Canberra)
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Rabu, 09 Juli 2025

Lukisan karya François Valentyn dari tahun 1724 tentang berbagai jenis satwa laut di Maluku dan sekitarnya (1)

(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)

Tahun terbit: 1724
Tempat terbit: Amsterdam
Tokoh:
Deskripsi:
Juru foto/gambar: François Valentyn
Sumber / Hak cipta: Indies Gallery
Catatan:

Selasa, 08 Juli 2025

Persiapan Belanda di Australia untuk merebut kembali Indonesia: Kesatuan tempur udara (2)

Di penghujung 1944 dan awal 1945, ketika Jerman makin terdesak di Eropa, dan Jepang makin terpukul di kawasan Asia-Pasifik, Belanda makin menggiatkan usaha-usaha untuk merebut kembali Hindia-Belanda. Usaha-usaha ini terpusat di Australia, yang secara geografis dekat dengan Indonesia, dan secara politis dan militer berada bersama Belanda di pihak yang melawan negara-negara Poros. Seri berikut akan mencoba menampilkan dokumentasi foto tentang aktivitas Belanda di wilayah Australia ini.


Awak "Skuadron Pembom Menengah 18", salah satunya berwajah Nusantara, menyiapkan sebuah pesawat pembom B-25
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Canberra: Seorang kopral KNIL Udara bernama Rumuat Cumentas (?) mengoperasikan sebuah gasoline spray gun ke sebuah pesawat pembom
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Bundaberg, Queensland: Empat warga KNIL Udara, paling tidak dua di antaranya berwajah Nusantara, berpose di sekitar sebuah pesawat Curtiss P-40 Kittyhawk
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Kesatuan KNIL Udara di Bundaberg, Queensland, melakukan acara baris berbaris
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 1945
Tempat: Australia (a.l.Bundaberg, Canberra)
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan: