Jumat, 07 Juni 2024

Perayaan tahun baru 1946 di Tobati, Jayapura (2)

(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 1 Januari 1946
Tempat: Tobati (Jayapura)
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Kamis, 06 Juni 2024

Peta kuno dari tahun 1770: Ambon

(klik untuk memperbesar | © Indies Gallery)

Tahun terbit: 1770
Tempat terbit: Amsterdam
Tokoh:
Deskripsi: Peta tua ini dilengkapi "kompas" kecil yang memperlihatkan utara mengarah ke pojok kanan atas. Ambon di sini dibagi menjadi 2 wilayah: Hitoe di utara, serta Leytimor di selatan.
Juru kartografi: ? (berdasarkan deskripsi dari François Valentyn)
Sumber / Hak cipta: Indies Gallery
Catatan:

Rabu, 05 Juni 2024

Perayaan tahun baru 1946 di Tobati, Jayapura (1)

(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 1 Januari 1946
Tempat: Tobati (Jayapura)
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Selasa, 04 Juni 2024

Peta kuno dari tahun 1728: Sumatera

(klik untuk memperbesar | © Indies Gallery)

Tahun terbit: 1728
Tempat terbit: Amsterdam
Tokoh:
Deskripsi: Peta dari awal abad ke-18 ini cukup akurat menampilkan kontur pulau Sumatera, terlepas dari proporsi pulau-pulau kecil-menengah di sekelilingnya. Di sini utara ditampilkan di kiri, sehingga Jawa berada di kanan, dan Singapura di atas. Di peta ini kita bisa melihat a.l. ada pulau Naya (Nias), Mintano (Siberut, mewakili Kepulauan Mentawai), Nassauw (Enggano), Lingen (Lingga), Banca (Bangka), dan Billeton (Belitung).
Juru kartografi: Johannes van Keulen
Sumber / Hak cipta: Indies Gallery
Catatan:

Senin, 03 Juni 2024

Pelimpahan kontrol militer dari pasukan Inggris kepada KNIL di wilayah Palembang, 1946

28 Oktober 1946: Letkol Wils dari Resimen Gurkha IV berbincang dengan Letkol Van Beek dari KNIL dalam pengalihan kontrol militer atas Palembang dari pasukan Inggris ke KNIL
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
28 Oktober 1946: Pasukan KNIL memenuhi tepian Sungai Musi
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Seorang prajurit Belanda duduk di laras meriam artileri udara peninggalan tentara Jepang
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Menara pengawas militer peninggalan Jepang yang sekarang diambil alih pasukan Belanda
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 1946
Tempat: Palembang dan sekitarnya
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Minggu, 02 Juni 2024

Peta dari tahun 1910: Sulawesi

(klik untuk memperbesar | © Indies Gallery)

Tahun terbit: 1910
Tempat terbit: Amsterdam
Tokoh:
Deskripsi: Sebuah peta menuju era modern yang sudah cukup akurat tentang Sulawesi. Peta ini dilengkapi dengan tampilan yang lebih terinci tentang wilayah sekitar Makassar dan Manado.
Juru kartografi:
Sumber / Hak cipta: Indies Gallery
Catatan:

Sabtu, 01 Juni 2024

Suasana di Morotai setelah Jepang menyerah kepada Sekutu, 1944/1945 (1)

18 September 1945: Letnan Jendera Tashima (?) menandatangani dokumen kapitulasi dengan disaksikan Jenderal Blamey (?) dari pihak Sekutu
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
September 1945: Militer Jepang memberi hormat kepada kuburan pilot Australia yang gugur dalam pertempuran di sekitar Wasile (Halmahera)
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Akhir 1944: Prajurit Jepang dipekerjakan sebagai kuli bongkar muat bagi pihak militer Australia
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Oktober 1944: Kisah tragis seorang pemuka warga Morotai yang dipenggal Jepang karena dianggap tidak kooperatif. Ketika pasukan Amerika merebut Morotai, mereka "memasang kembali" kepala pemuka warga ini ke badannya dan memfotonya.
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 1944, 1945
Tempat: Morotai (Maluku Utara)
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan: