Sabtu, 07 Maret 2020

Sultan Sambas 1866-1924, Muhammad Shafiuddin II

(klik untuk memperbesar | © NGA)
Waktu: antara 1885 dan 1895
Tempat: Sambas (mungkin juga di sebuah studio foto di Jakarta atau Surabaya)
Tokoh: Muhammad Shafiuddin II (Sultan Sambas 1866-1924)
Peristiwa:
Fotografer: Gustave Lambert
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan:


UPDATE 28 Oktober 2020: Halaman album foto yang menunjukkan foto di atas, bersebelahan dengan foto penari ronggeng Jawa

(klik untuk memperbesar | © NGA)

Jumat, 06 Maret 2020

Jepretan Charles Breijer 1947-1953: Kawasan pecinan Pontianak, 1948

(klik untuk memperbesar | © Het Geheugen / Nederlands Fotomuseum)
(klik untuk memperbesar | © Het Geheugen / Nederlands Fotomuseum)
(klik untuk memperbesar | © Het Geheugen / Nederlands Fotomuseum)
(klik untuk memperbesar | © Het Geheugen / Nederlands Fotomuseum)
(klik untuk memperbesar | © Het Geheugen / Nederlands Fotomuseum)

Waktu: 1948
Tempat: Pontianak
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: Charles Breijer
Sumber / Hak cipta: Het Geheugen van Nederland / Nederlands Fotomuseum
Catatan:

Kamis, 05 Maret 2020

Kesultanan Kutai di akhir abad ke-19 (2)

Ratu Kutai beserta para pengiringnya
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Waktu: sekitar 1875
Tempat: Kutai
Tokoh:
Peristiwa: Ratu Kutai beserta para pengiringnya di sekitar tahun 1875
Fotografer: Carl Julius Herman Salzwedel
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan:

Rabu, 04 Maret 2020

Soekarno dimakamkan di Blitar, 1970 (2)

Keranda berisi jenazah Soekarno diusung anggota militer
(klik untuk memperbesar | © Het Geheugen)
Penaburan bunga ke atas makam Soekarno, a.l. oleh Dewi Soekarno
(klik untuk memperbesar | © Het Geheugen)
Waktu: 22 Juni 1970
Tempat: Blitar
Tokoh: Dewi Soekarno (salah satu istri Soekarno)
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Het Geheugen van Nederland
Catatan:

Selasa, 03 Maret 2020

Jemaah haji Hindia-Belanda di Jeddah, 1885: Asal Sumbawa dan Maluku

Tiga jemaah asal Sumbawa
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Empat jemaah asal Ternate
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Putra Sultan Bacan (tengah), pamannya (kemungkinan yang duduk di kiri), dan penghulu Kesultanan Bacan (kanan)
jemaah asal(klik untuk memperbesar | © NGA)
Jemaah asal Ambon, Banda, dan Kei; yang di sebelah kiri adalah anak dari seorang Ambon yang menetap di Arab dan menikah dengan seorang wanita Mekkah
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Waktu: 1885
Tempat: Konsulat Belanda di Jeddah (Arab Saudi)
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: Christiaan Snouck Hurgronje
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan: Diambil dari buku "Bilder-Atlas zu Mekka" yang terbit tahun 1888.

Senin, 02 Maret 2020

Jepretan Charles Breijer 1947-1953: Koran dinding di Yogyakarta, 1948

(klik untuk memperbesar | © Het Geheugen / Nederlands Fotomuseum)
(klik untuk memperbesar | © Het Geheugen / Nederlands Fotomuseum)
(klik untuk memperbesar | © Het Geheugen / Nederlands Fotomuseum)
Waktu: 1948
Tempat: Yogyakarta
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: Charles Breijer
Sumber / Hak cipta: Het Geheugen van Nederland / Nederlands Fotomuseum
Catatan:

Minggu, 01 Maret 2020

Jemaah haji Hindia-Belanda di Jeddah, 1885: Asal wilayah Sulawesi

Tiga jemaah asal Mandar
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Dua jemaah Bugis
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Enam jemaah asal pulau Selayar
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Waktu: 1885
Tempat: Konsulat Belanda di Jeddah (Arab Saudi)
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: Christiaan Snouck Hurgronje
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan: Diambil dari buku "Bilder-Atlas zu Mekka" yang terbit tahun 1888.