Jumat, 14 November 2014

Perang Aceh: Beberapa foto perwira Belanda semasa Perang Aceh

(klik untuk memperbesar | © gahetna)
Indrapuri (klik untuk memperbesar | © gahetna)
(klik untuk memperbesar | © gahetna)

Waktu: awal abad ke-20 (atau akhir abad ke-19)
Tempat: Indrapuri, Aceh
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Het Nationaal Archief
Catatan:

Kamis, 13 November 2014

Rabu, 12 November 2014

Selasa, 11 November 2014

Perang Aceh: Meriam-meriam Aceh di area Istana Kesultanan

(klik untuk memperbesar | © gahetna)

Waktu: awal abad ke-20 (atau akhir abad ke-19)
Tempat: Kutaraja
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Het Nationaal Archief
Catatan:

Senin, 10 November 2014

Perang Aceh: Monumen dan tugu Belanda mengenang Perang Aceh

Monumen Aceh di Taman Wilhelmina, Jakarta, yang kemudian menjadi area Mesjid Istiqlal
(klik untuk memperbesar | © gahetna)
Tugu mengenang Jenderal van Heutsz di wilayah Menteng, Jakarta, di tahun 1932. Tugu ini kemudian dihancurkan di awal tahun 1960-an.
(klik untuk memperbesar | © gahetna)
Tugu pengenang Mayor Jenderal Pel di pemakaman tentara Belanda di Peucut, Kutaraja
(klik untuk memperbesar | © gahetna)
Waktu: awal abad ke-20 (atau akhir abad ke-19), dan 1932
Tempat: Jakarta, Kutaraja
Tokoh:
Peristiwa:
Sumber / Hak cipta: Het Nationaal Archief
Catatan:

Minggu, 09 November 2014

Perang Aceh: Pertemuan Panglima Polem dengan Jenderal van Heutsz di Padang, 1903

(klik untuk memperbesar | © gahetna)

Waktu: 3 Desember 1903
Tempat: Padang
Tokoh d.ki.k.ka.:
    menghadap kamera:
      Kolonel Grevers
      Jenderal Joannes Benedictus van Heutsz (Gubernur Militer Belanda di Aceh)
      Sultan Muhammad Daud Syah (Sultan Aceh)
      Letnan Kolonel van Daalen
      Sekretaris Veenhuyzen
    membelakangi kamera:
      Tuanku Pangeran Usan
      Tuanku Raja Keumala
      Panglima Polem
      Tuanku Mahmud
    berbaris di sebelah kanan:
      Teuku Na Meurasa
      Teuku Ali Maliku Ade Missigit Raya
      Teuku Panglima Missigit Raya
      Teuku Cik Meurandu
Peristiwa: Panglima Polem beserta komandan perangnya menghadap pembesar sipil dan militer Belanda di Padang, 1903. Pihak Belanda menyebut tindakan Panglima Polem ini "onderwerping" (=tunduk), sementara pihak Aceh/Indonesia menyebut ini "berdamai" yang terpaksa dilakukan karena Belanda menawan isteri-isteri dari pihak kesultanan Aceh.
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Het Nationaal Archief
Catatan: Versi panjang dari gambar, dengan tambahan empat orang yang hadir, bisa dilihat di tautan di bawah foto.

Sabtu, 08 November 2014

Perang Aceh: Wajah-wajah warga Aceh di masa perang

(klik untuk memperbesar | © gahetna)
(klik untuk memperbesar | © gahetna)
(klik untuk memperbesar | © gahetna)
(klik untuk memperbesar | © gahetna)
(klik untuk memperbesar | © gahetna)
(klik untuk memperbesar | © gahetna)
(klik untuk memperbesar | © gahetna)
(klik untuk memperbesar | © gahetna)
Waktu: awal abad ke-20
Tempat: Aceh
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Het Nationaal Archief
Catatan: Sayang tidak ada keterangan atau catatan tentang siapa yang terpampang di foto di atas atau dalam situasi apa. Tetapi foto laki-laki dengan tanda jasa serta dua laki-laki di depan perwira Belanda menyiratkan kemungkinan adanya foto dari pihak yang membantu Belanda di dalam perang melawan rakyat Aceh. Jika Anda memiliki informasi lebih lanjut silakan bagikan di sini agar diketahui kita semua.


UPDATE 16 Agustus 2020: Foto nomor 2 akan dimuat ulang di posting tanggal 18 Agustus 2020 dalam ukuran yang lebih besar.