Rabu, 31 Juli 2024

Tomohon setelah Perang Dunia II usai, 1945/1946 (3)

Pedati kuda menjadi sarana transportasi dari dan menuju pasar
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Tiga ibu berkebaya mengusung barang di atas kepalanya sementara sebuah pedati kuda melintas membawa seonggok rumput
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Dua (?) wanita Belanda menaiki sebuah pedati kuda
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Jalan menuju pasar dengan latar belakang beberapa kendaraan yang diparkir di sekitar sebuah gedung
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Jalan menuju pasar difoto dengan sudut rendah
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 1945/1946
Tempat: Tomohon
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Selasa, 30 Juli 2024

Peta kuno dari tahun 1676: Letak Nusantara di Asia

(klik untuk memperbesar | © Indies Gallery)

Tahun terbit: 1676
Tempat terbit: London
Tokoh:
Deskripsi: Ini adalah peta yang cukup terkenal hasil olahan John Speed, yang menampilkan benua Asia yang diapit "Samudra Timur" (sekarang Samudra Hindia) dan "Samudra Barat" (sekarang Samudra Pasifik). Wilayah Nusantara tergambarkan dengan cukup lumayan meskipun Pulau Seram tampak sangat besar, dan pesisir timur Kalimantan dan Sulawesi tampak belum terjelajahi. Yang menarik, John Speed membuat sketsa tentang 10 bangsa-bangsa Asia dalam pakaian khasnya, menurut bayangan atau pemahaman orang Inggris saat itu. Tiga dari sepuluh gambar ini ternyata berasal dari Nusantara: a Svmatran (orang Sumatera), a Iavan (orang Jawa), dan a Molvccan (orang Maluku).
Juru kartografi: John Speed
Sumber / Hak cipta: Indies Gallery
Catatan:

Senin, 29 Juli 2024

Tomohon setelah Perang Dunia II usai, 1945/1946 (2)

Salah satu sudut pasar Tomohon yang menjajakan daging hewan
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Bagian pasar di area terbuka
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Penjual dan pembeli ikan; para wanita penjual umumnya mengenakan penutup kepala, para wanita pembeli umumnya tidak
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Serangkai ikan hasil tangkapan
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Suasana pasar difoto dari ketinggian
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Bakul anyaman menjadi alat bagi pedagang untuk membawa barang jualan
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 1945/1946
Tempat: Pasar Tomohon
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Minggu, 28 Juli 2024

Peta kuno dari tahun 1724: Banda dan sekitarnya (tak berwarna)

(klik untuk memperbesar | © Indies Gallery)

Tahun terbit: 1724
Tempat terbit: Amsterdam
Tokoh:
Deskripsi: Ini merupakan versi "tidak berwarna" dari peta yang pernah dimuat di posting ini sebelumnya. Peta ini menampilkan Pulau Run, Ai, Banda, Neira, Bandaneira, dan Hatta/Rozengain.
Juru kartografi: dicuplik dari karya François Valentijn
Sumber / Hak cipta: Indies Gallery
Catatan:

Sabtu, 27 Juli 2024

Tomohon setelah Perang Dunia II usai, 1945/1946 (1)

Sebuah kampung di tepi sungai dengan perahu sebagai sarana transportasi
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Para warga menata dan menggali kuburan dengan latar belakang menara gereja
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Kompleks gereja di sebuah lembah
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Area pemakaman di sekitar gereja
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Suasana di pasar Tomohon …
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
… yang terkenal dengan aneka daging hewan yang diperjualbelikan
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 1945/1946
Tempat: Tomohon
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Jumat, 26 Juli 2024

Peta kuno dari tahun 1724/1726: Bali

(klik untuk memperbesar | © Indies Gallery)

Tahun terbit: 1724/1726
Tempat terbit: Amsterdam
Tokoh:
Deskripsi: Bali ketika masih digambarkan seperti sebuah hair dryer. Berbeda dengan peta-peta sebelumnya yang mencantumkan lokasi istana-istana raja, peta ini memuat nama-nama tempat yang tampaknya sudah dijelajahi bangsa Belanda saat itu yang umumnya nama-nama di sekitar pesisir, bukan pedalaman. Kita a.l. bisa baca nama Bulungan (salah posisi), Tabanan, Kuta, serta Gi(li)anyar.
Juru kartografi: Gerard Onder de Linden / Joannes van Bram
Sumber / Hak cipta: Indies Gallery
Catatan:

Kamis, 25 Juli 2024

Aksi pasukan Inggris di Jakarta, 1945 (5)

November 1945: Pasukan Inggris menginterogasi direktur Java Bank, jabatan yang saat itu masih dipegang seorang Jepang …
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
… dan menanyai para pegawai bank berkebangsaan Indonesia dengan tuduhan bank ini dicoba dikuasai para pendukung kemerdekaan
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
November 1945: Seorang tentara Inggris asal India menjaga gedung yang kelak menjadi Istana Merdeka
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Konvoi truk militer pasukan Inggris
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 1945
Tempat: Jakarta
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Rabu, 24 Juli 2024

Peta kuno dari tahun 1750: Sumatera

(klik untuk memperbesar | © Indies Gallery)

Tahun terbit: 1750
Tempat terbit: Paris
Tokoh:
Deskripsi: Peta berumur hampir 300 tahun ini menampilkan tempat-tempat utama di Sumatera dengan cukup terperinci. Penyusun peta saat itu hanya mengenal Kesultanan Aceh (Roy d'Achem) sementara kota-kota lain dimuat tanpa dikaitkan dengan kesultanan/kerajaan mana pun, misalnya: Padang, Manincabo (Minangkabau), Priaman (Pariaman), Bancoul (Bengkulu), Palimban (Palembang), atau Jambi; serta pulau-pulau seperti Banca (Bangka), Lingen (Lingga), atau Nias.
Juru kartografi: Jacques-Nicolas Bellin
Sumber / Hak cipta: Indies Gallery
Catatan:

Selasa, 23 Juli 2024

Aksi pasukan Inggris di Jakarta, 1945 (4)

Oktober 1945: Pasukan Inggris asal India bersama suster Jongsma dan Letnan A Hengeveld dari AL Belanda (berpakaian serba putih) di RS Mater Dolorosa tempat para lansia Belanda diinternir oleh pasukan Jepang
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
November 1945: Seorang tentara Inggris, dengan senjata di tangan, bercukur di bawah pohon rindang
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Sebuah mobil palang merah militer melintasi sebuah gedung yang penuh dengan coretan seruan kemerdekaan:
Freedom the Glory of Any Nation!
The Birthright of a Nation
The Right of Self-determination

(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
November 1945: Pasukan Inggris menduduki Java Bank yang saat itu dicoba dikuasai oleh para pendukung kemerdekaan (berpakaian putih)
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
November 1945: Pasukan Inggris menginterogasi pegawai Java Bank
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 1945
Tempat: Jakarta
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan: Bandingkan juga foto nomor 3 dengan posting ini.

Senin, 22 Juli 2024

Peta dari tahun 1910: Maluku dan Papua

(klik untuk memperbesar | © Indies Gallery)

Tahun terbit: 1910
Tempat terbit: Amsterdam
Tokoh:
Deskripsi: Ini merupakan bagian dari rangkaian peta Hindia-Belanda yang diterbitkan di tahun 1910. Sebelumnya blog ini sudah memuat peta Bali dan Nusa Tenggara, Kalimantan, serta Sulawesi dari rangkaian peta modern ini. Jawa dan Sumatera akan menyusul.
Juru kartografi:
Sumber / Hak cipta: Indies Gallery
Catatan:

Minggu, 21 Juli 2024

Aksi pasukan Inggris di Jakarta, 1945 (3)

Pasukan Seaforth Highlanders dalam kostum tradisional mereka
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Oktober 1945: Dua tentara Inggris asal India di belakang seorang juru kamera Indonesia
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Oktober 1945: Konvoi tank di bawah pimpinan Mayor B.P. Boyd di sebelah trem jurusan"Jembatan Merah - Kramat - Tanah Abang" yang bertuliskan seruan kemerdekaan We Need Just Now Independence!
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
November 1945: Seorang tentara Gurkha menyalami seorang bocah Belanda
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
20 November 1945: Tank Inggris di sebuah kawasan pecinan setelah patroli mereka mendapat serangan
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 1945
Tempat: Jakarta
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Sabtu, 20 Juli 2024

Peta kuno dari tahun 1598: Nusantara bagian barat (versi tak berwarna)

(klik untuk memperbesar | © Indies Gallery)

Tahun terbit: 1598
Tempat terbit: Frankfurt
Tokoh:
Deskripsi: Peta yang disusun 3 tahun sebelum VOC berdiri ini dikabarkan menjadi salah satu dokumen yang digunakan organisasi dagang ini di dalam menjelajahi wilayah Nusantara, yang berujung pada penjajahan ratusan tahun wilayah Nusantara di bawah kekuasaan bangsa Belanda. Peta ini terutama memperlihatkan Samatra (Sumatera), Iauva (Jawa), serta Borneo (Kalimantan). Menarik untuk dicatat bahwa wilayah selatan Jawa saat itu belum terjelajahi, kemudian bahwa di Kalimantan hanya dikenal satu sungai besar yang bermuara di tiga tempat di selatan, juga bahwa Sumbawa dianggap sangat besar sementara Bali lumayan kecil, dan bahwa Makassar merupakan sebuah pulau di Laut Jawa.
Juru kartografi:
Sumber / Hak cipta: Indies Gallery
Catatan: Ini merupakan versi "tak berwarna" dari peta yang dimuat di posting ini sebelumnya.

Jumat, 19 Juli 2024

Aksi pasukan Inggris di Jakarta, 1945 (2)

29 Oktober 1945: Konvol tank pimpinan Mayor B.P. Boyd di Salemba
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Awak tank dengan nomor urut 2 berdiri di atas kendaraan lapis baja mereka, salah satunya seorang Sikh asal India
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Konvoi tank Inggris di Jatinegara …
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
… melintasi kawasan pecinan …
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
… disaksikan warga Tionghoa yang bermukim di sana
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 29 Oktober 1945
Tempat: Jakarta
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Kamis, 18 Juli 2024

Peta kuno dari tahun 1680: Hindia Timur

(klik untuk memperbesar | © Indies Gallery)

Tahun terbit: 1680
Tempat terbit: Amsterdam
Tokoh:
Deskripsi: Peta navigasi dengan utara di sebelah kiri ini cukup memperlihatkan wilayah yang disebut Oost Indien (Hindia Timur) secara komprehensif, terutama mengingat bahwa peta ini dibuat masih di abad ke-17. Kontur wilayah Nusantara sudah mendekati proporsi yang sesungguhnya, meski di beberapa wilayah, misalnya bagian utara Sulawesi dan terutama Papua, informasi geografinya terlihat masih kurang. Peta ini tapi cukup jujur untuk memperlihatkan bahwa bagian selatan Australia masih belum terpetakan, begitu juga kaitan antara Papua dengan Australia.
Juru kartografi: Pieter Goos
Sumber / Hak cipta: Indies Gallery
Catatan:

Rabu, 17 Juli 2024

Aksi pasukan Inggris di Jakarta, 1945 (1)

Seorang tentara Inggris asal India mengatur lalu lintas di Jakarta
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
29 Oktober 1945: Patroli kendaraan lapis baja sepanjang jalur kereta di wilayah Matraman di bawah pimpinan Mayor B.P. Boyd (paling depan)
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
29 Oktober 1945: Iring-iringan tank kesatuan Mayor B.P. Boyd di Jatinegara …
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
… melintasi kerumunan warga di dekat sebuah toko dengan nama "Waroeng Anjar"
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
2 November 1945: Kesatuan Seaforth Highlanders mendarat di Tanjung Priuk
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 1945
Tempat: Jakarta
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Selasa, 16 Juli 2024

Peta kuno dari tahun 1811: Teluk Kupang

(klik untuk memperbesar | © Indies Gallery)

Tahun terbit: 1811
Tempat terbit: Paris
Tokoh:
Deskripsi: Perancis mengirimkan sebuah tim ekspedisi laut di tahun 1800-1803 di bawah pimpinan kapten Thomas Baudin dengan tujuan mendirikan wilayah jajahan di Australia. Louis Freycinet, yang menyusun peta di atas, merupakan bagian dari tim ini. Peta ini dikeluarkan beberapa tahun setelah ekspedisi ini selesai; dan Australia tetap menjadi wilayah yang dikuasai bangsa Inggris, hingga sekarang.
Juru kartografi: Louis Freycinet
Sumber / Hak cipta: Indies Gallery
Catatan:

Senin, 15 Juli 2024

Beberapa foto dari Sulawesi setelah Perang Dunia II usai, 1945/1946

Sebuah pedati kuda mengangkut lima orang melewati reruntuhan perumahan yang rusak akibat perang; kemungkinan di kawasan pecinan di Tomohon
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Seorang bocah menunggang kuda membawa sekarung rumput
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Seorang suster dengan latar belakang sebuah gunung
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Asap mengepul dari kawah Gunung Karangetang (?)
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Seorang anak perempuan Belanda menaiki kuda, menyiratkan kembalinya kehidupan normal setelah perang (yang kemudian disusul dengan perang kemerdekaan)
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 1945/1946
Tempat: Sulawesi
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan: