Senin, 11 Mei 2026

Dari khazanah Bartele Gallery: Lukisan kuno yang menjelaskan asal-usul kata "biduan"

(klik untuk memperbesar | @ Bartele Gallery)

Tahun terbit: ~1858
Tahun peristiwa: abad ke-19
Tempat terbit: Den Haag
Tokoh:
Deskripsi: Kata "biduan" sekarang ini  bermakna "penyanyi", dan sering hanya digunakan dalam pengertian "penyanyi wanita", meskipun dulu orang memiliki kata sendiri "biduanita" untuk ini. Jika kita melihat gambar di bawah, pada abad ke-19 kata "biduan" (ditulis di gambar ini dalam huruf Jawi/Arab) awalnya memiliki makna pemusik jalanan, yang kemungkinan besar juga melantunkan lagu. Boleh jadi juga kata ini awalnya hanya diterapkan untuk kaum pria.
Juru foto/gambar: Auguste van Pers
Sumber / Hak cipta: Bartele Gallery
Catatan: Bartele Gallery adalah sebuah gerai di Hotel Indonesia Kempinksy yang menyediakan barang-barang antik terkait buku, barang cetakan, peta kuno, dsb. Gambar di atas diambil dari laman resmi galeri ini.

Minggu, 10 Mei 2026

Latihan militer KNIL di sekitar Tanjung Priuk, 1934 (1)

Penembakan cahaya magnesium ke langit yang kemudian turun perlahan dengan parasut
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Latihan kesiagaan menghadapi serbuan musuh dari arah laut
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Penembakan lampu sorot yang sangat terang ke arah bagian pantai yang menjadi potensi tempat serangan dari arah laut
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 22 September 1934
Tempat: sekitar Tanjung Priuk, Jakarta
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Sabtu, 09 Mei 2026

Dari khazanah Bartele Gallery: Lukisan kuno yang memperjelas asal-usul kata "Koja"

(klik untuk memperbesar | @ Bartele Gallery)

Tahun terbit: ~1853
Tahun peristiwa: abad ke-19
Tempat terbit: Den Haag
Tokoh:
Deskripsi: Kata "Koja" merupakan penuturan leluhur kita atas kata "Khoja" yang merupakan sebutan untuk kelompok warga Muslim Isma'ili di India dan Persia, terutama di Gujarat. Sebagian dari mereka datang ke Nusantara sebagai saudagar yang banyak menjual kain, sebagaimana ditampilkan di gambar di bawah ini. Ini yang kemudian membuat kata "Koja" berkonotasi erat dengan pedagang kain. Populernya "Koja" ini a.l. bisa terlihat dari adanya beberapa wilayah yang disebut "Pekojan" di Jakarta, di samping tentunya Kecamatan Koja dengan Pasar Koja-nya, dan boleh jadi juga Kampung Koja di Tangerang atau Pasir Koja di Bandung.
Juru foto/gambar: Auguste van Pers
Sumber / Hak cipta: Bartele Gallery
Catatan: Bartele Gallery adalah sebuah gerai di Hotel Indonesia Kempinksy yang menyediakan barang-barang antik terkait buku, barang cetakan, peta kuno, dsb. Gambar di atas diambil dari laman resmi galeri ini.

Jumat, 08 Mei 2026

Gubernur Jenderal Hindia-Belanda terakhir, Tjarda van Starkenborgh Stachouwer: Dalam Koninginnedag terakhir sebelum invasi Jepang, 1941 (3)

Koninginnedag (sekarang Koningsdag) merupakan hari nasional besar bagi warga Belanda. Pada hari itu warga Belanda di negerinya, dan di wilayah jajahannya, merayakan hari ulang tahun Sang Ratu (sekarang Raja). Tahun 1941 merupakan saat terakhir di mana Hindia-Belanda merayakan hari besar ini di bawah pimpinan Gubernur Jenderal. Tidak sampai lima bulan kemudian, pasukan Jepang menyerang dan kemudian menduduki Hindia-Belanda.

(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 31 Agustus 1941 (hari ulang tahun Ratu Wilhelmina yang ke-61)
Tempat: Jakarta, tepatnya di area yang sekarang menjadi Istana Merdeka
Tokoh: Conrad Emil Lambert Helfrich (depan kanan; Panglima KNIL Laut, terkenal karena prestasi armada kapal selamnya dalam menenggelamkan kapal-kapal Jepang, kelak menjadi penentang sengit kemerdekaan Indonesia); Jonkheer Alidius Warmoldus Lambertus Tjarda van Starkenborgh Stachouwer (bersetelan serba putih; Gubernur Jenderal Hindia-Belanda 1936-1942); Letnan Jenderal Gerardus Johannes Berenschot (depan kiri; Panglima KNIL) 
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Kamis, 07 Mei 2026

Dari khazanah Bartele Gallery: Lukisan kuno dari abad ke-17 tentang tarian pasangan Jawa

Lukisan ini mencoba menampilkan laporan perjalanan tentang orang Jawa yang menari berpasangan dengan diiringi gamelan. Penggambaran beberapa hal tampaknya sangat dipengaruhi imajinasi pelukis,seperti bentuk gamelan, kemben tipis, kain para penari, dan blangkon atau tutup kepala kaum pria.
(klik untuk memperbesar | @ Bartele Gallery)

Tahun terbit: awal abad ke-17
Tahun peristiwa: akhir abad ke-16
Tempat terbit: kemungkinan Jerman
Tokoh:
Deskripsi:
Juru foto/gambar: Theodore De Bry
Sumber / Hak cipta: Bartele Gallery
Catatan: Bartele Gallery adalah sebuah gerai di Hotel Indonesia Kempinksy yang menyediakan barang-barang antik terkait buku, barang cetakan, peta kuno, dsb. Gambar di atas diambil dari laman resmi galeri ini.

Rabu, 06 Mei 2026

Tim sabotase KNIL siap meninggalkan Kalimantan setelah membakar Balikpapan, 1942

(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 2 Februari 1942
Tempat: Kalimantan (kemungkinan sekitar Balikpapan)
Tokoh:
Peristiwa: Di akhir Januari 1942, ketika gerak maju pasukan Jepang makin tak terbendung dan posisi KNIL makin terdesak, pihak Belanda di Balikpapan memutuskan untuk membentuk satuan yang bertugas membuat sabotase terhadap fasilitas penting, seperti kilang minyak, agar tidak bisa dimanfaatkan militer Jepang. Setelah menyebar beberapa kebakaran, satuan ini berpencar dalam beberapa grup kecil. Satuan di atas terdiri dari 3 orang: J.A. van Schaveren dan D. Schotte yang duduk, serta W.A. van der Pijl yang mengambil foto. Mereka sedang menunggu kedatangan perahu yang akan membawa mereka ke Sulawesi, kemudian ke Lombok, untuk selanjutnya pulang (ke Belanda melalui Australia?). Ketiga orang ini termasuk yang beruntung tidak tertangkap Jepang, tidak ditahan dan dibuang ke kamp tawanan, dan tidak tereksekusi Jepang.
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Selasa, 05 Mei 2026

Dari khazanah Bartele Gallery: Lukisan kuno tentang seorang sahaya perempuan di Manado

(klik untuk memperbesar | @ Bartele Gallery)

Tahun terbit: 1858
Tahun peristiwa: abad ke-19
Tempat terbit: Leiden
Tokoh:
Deskripsi:
Juru foto/gambar: G.J. Bos (salinan dari karya J.T. Bik)
Sumber / Hak cipta: Bartele Gallery
Catatan: Bartele Gallery adalah sebuah gerai di Hotel Indonesia Kempinksy yang menyediakan barang-barang antik terkait buku, barang cetakan, peta kuno, dsb. Gambar di atas diambil dari laman resmi galeri ini.

Senin, 04 Mei 2026

Pelepasan sukarelawan perang dari Amsterdam menuju Hindia-Belanda setelah Jerman dan Jepang kalah perang, 1945

(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: pertengahan kedua 1945
Tempat: Amsterdam
Tokoh:
Peristiwa: Belanda baru beranjak pulih dari pendudukan Jerman ketika Jepang kalah perang di bulan Agustus 1945, dan Indonesia menyatakan kemerdekaannya. Militer Belanda yang baru ditata kembali harus merekrut sukarelawan yang bersedia diterjunkan menuju Hindia Timur. Gambar di atas memperlihatkan dua truk yang berisi para pemuda, masih dalam pakaian sipil, yang siap dikapalkan ke arah Nusantara. Warga Belanda tampak mengelu-elukan keberangkatan para sukarelawan yang kelak harus menghadapi para pejuang kemerdekaan Indonesia.
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Minggu, 03 Mei 2026

Dari khazanah Bartele Gallery: Lukisan kuno tentang Bupati Serang Adipati Mandura Raja Jayanagara

(klik untuk memperbesar | @ Bartele Gallery)

Tahun terbit: 1844
Tahun peristiwa: abad ke-19
Tempat terbit: Amsterdam
Tokoh: Tubagus Abul Hasan, dengan gelar Raden Adipati Mandura Raja Jayanagara, Bupati Serang 1840-1849
Deskripsi:
Juru foto/gambar: C.W.M. van de Velde
Sumber / Hak cipta: Bartele Gallery
Catatan: Bartele Gallery adalah sebuah gerai di Hotel Indonesia Kempinksy yang menyediakan barang-barang antik terkait buku, barang cetakan, peta kuno, dsb. Gambar di atas diambil dari laman resmi galeri ini.

Sabtu, 02 Mei 2026

Kamp tawanan Kampili setelah Jepang kalah: Perayaan hari ulang tahun Ratu Wilhelmina 31 Agustus 1945 (9)

Kamp Kampili tampaknya merupakan kamp tahanan terbesar yang didirikan Jepang di bagian timur Indonesia untuk menawan wanita dan anak-anak dari warga Belanda atau warga Sekutu lainnya. Hanya dua minggu setelah Jepang menyatakan menyerah dalam Perang Dunia II, warga kamp ini bisa menyelenggarakan acara yang mengembalikan keceriaan buat mereka, yaitu perayaan hari ulang tahun Ratu Wilhelmina yang ke-65. Sementara itu, kemungkinan tanpa banyak disadari oleh para penghuni kamp, Indonesia sudah menyatakan merdeka, dan suasana yang akan berujung pada pertikaian sengit hingga empat tahun berikutnya sudah mulai pecah.


Seorang ibu bernama Ankie Herdes mengasuh bocah-bocah di lapangan
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Anak-anak berlomba meniti pohon bambu
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Lomba lari pasangan untuk anak-anak dengan kaki terikat
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Sebagian dari wajah anak-anak yang sekitar tiga tahun tidak melihat ayahnya, sebagian mungkin malahj tidak akan melihat bapaknya lagi
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 31 Agustus 1945
Tempat: Kampili (Gowa, Sulawesi Selatan)
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan: Edisi lain dari foto nomor dua pernah dimuat di posting ini sebelumnya, sementar nomor satu dan tiga di posting ini.

Jumat, 01 Mei 2026

Dari khazanah Bartele Gallery: Lukisan kuno tentang hulubalang dan petani di Jawa

(klik untuk memperbesar | @ Bartele Gallery)

Tahun terbit: ~1836
Tahun peristiwa: abad ke-19
Tempat terbit: Jerman
Tokoh:
Deskripsi:
Juru foto/gambar: K.J. Brodtmann (salinan dari karya L.A. de Sainson)
Sumber / Hak cipta: Bartele Gallery
Catatan: Bartele Gallery adalah sebuah gerai di Hotel Indonesia Kempinksy yang menyediakan barang-barang antik terkait buku, barang cetakan, peta kuno, dsb. Gambar di atas diambil dari laman resmi galeri ini.

Kamis, 30 April 2026

Kamp tawanan Kampili setelah Jepang kalah: Perayaan hari ulang tahun Ratu Wilhelmina 31 Agustus 1945 (8)

Kamp Kampili tampaknya merupakan kamp tahanan terbesar yang didirikan Jepang di bagian timur Indonesia untuk menawan wanita dan anak-anak dari warga Belanda atau warga Sekutu lainnya. Hanya dua minggu setelah Jepang menyatakan menyerah dalam Perang Dunia II, warga kamp ini bisa menyelenggarakan acara yang mengembalikan keceriaan buat mereka, yaitu perayaan hari ulang tahun Ratu Wilhelmina yang ke-65. Sementara itu, kemungkinan tanpa banyak disadari oleh para penghuni kamp, Indonesia sudah menyatakan merdeka, dan suasana yang akan berujung pada pertikaian sengit hingga empat tahun berikutnya sudah mulai pecah.


Kumpulan para bocah dengan bendera Belanda mengelilingi seorang ibu bernama Ankie Herdes
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Foto bersama para bocah lelaki yang belum masuk kategori pemuda ketika Jepang masuk ke Hindia-Belanda
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Sketsa buatan tangan yang memperlihatkan peta kamp kampili
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Anak-anak mengepalkan tangan sementara kaum dewasa mengacungkan gelas berisi minuman untuk mengelukan hari ulang tahun Ratu Wilhelmina
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Suster Lutgarda mengasuh bocah-bocah di lapangan
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 31 Agustus 1945
Tempat: Kampili (Gowa, Sulawesi Selatan)
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan: Edidi lain dari dua foto terakhir pernah dimuat di posting ini sebelumnya.

Rabu, 29 April 2026

Dari khazanah Bartele Gallery: Gambar dari buku "Indisch Prentenboek, I. Bedienden en Beroepen" tentang kusir dan tukang kebun

Kusir
(klik untuk memperbesar | @ Bartele Gallery)
Tukang kebun
(klik untuk memperbesar | @ Bartele Gallery)

Tahun terbit: 1909
Tahun peristiwa:
Tempat terbit: Amsterdam
Tokoh:
Deskripsi:
Juru foto/gambar: J.H. de Bussy
Sumber / Hak cipta: Bartele Gallery
Catatan: Bartele Gallery adalah sebuah gerai di Hotel Indonesia Kempinksy yang menyediakan barang-barang antik terkait buku, barang cetakan, peta kuno, dsb. Gambar di atas diambil dari laman resmi galeri ini.

Selasa, 28 April 2026

Kamp tawanan Kampili setelah Jepang kalah: Perayaan hari ulang tahun Ratu Wilhelmina 31 Agustus 1945 (7)

Kamp Kampili tampaknya merupakan kamp tahanan terbesar yang didirikan Jepang di bagian timur Indonesia untuk menawan wanita dan anak-anak dari warga Belanda atau warga Sekutu lainnya. Hanya dua minggu setelah Jepang menyatakan menyerah dalam Perang Dunia II, warga kamp ini bisa menyelenggarakan acara yang mengembalikan keceriaan buat mereka, yaitu perayaan hari ulang tahun Ratu Wilhelmina yang ke-65. Sementara itu, kemungkinan tanpa banyak disadari oleh para penghuni kamp, Indonesia sudah menyatakan merdeka, dan suasana yang akan berujung pada pertikaian sengit hingga empat tahun berikutnya sudah mulai pecah.


Kumpulan anak-anak di lapangan dalam asuhan ibu-ibu atau biarawati. Catatan foto menyebut nama Annelies Goedbloed untuk anak yang tersenyum ke arah kamera.
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Suster Van Goor memberikan sambutan
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Kumpulan para penghuni kamp yang memang mayoritas ibu-ibu, mendengarkan sambutan Suster Van Goor dan Pastor Beltjens
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Foto bersama dari sebagian dari sekitar 1.670 penghuni kamp
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Sudut lain dari Kumpulan para penghuni kamp dalam acara perayaan ulang tahun Ratu Belanda
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 31 Agustus 1945
Tempat: Kampili (Gowa, Sulawesi Selatan)
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Senin, 27 April 2026

Dari khazanah Bartele Gallery: Gambar dari buku "Indisch Prentenboek, I. Bedienden en Beroepen" tentang babu dan koki

Babu
(klik untuk memperbesar | @ Bartele Gallery)
Koki
(klik untuk memperbesar | @ Bartele Gallery)

Tahun terbit: 1909
Tahun peristiwa:
Tempat terbit: Amsterdam
Tokoh:
Deskripsi:
Juru foto/gambar: J.H. de Bussy
Sumber / Hak cipta: Bartele Gallery
Catatan: 1) Bartele Gallery adalah sebuah gerai di Hotel Indonesia Kempinksy yang menyediakan barang-barang antik terkait buku, barang cetakan, peta kuno, dsb. Gambar di atas diambil dari laman resmi galeri ini. 2) Edisi lain dari gambar di atas pernah dimuat di posting ini sebelumnya.

Minggu, 26 April 2026

Kamp tawanan Kampili setelah Jepang kalah: Perayaan hari ulang tahun Ratu Wilhelmina 31 Agustus 1945 (6)

Kamp Kampili tampaknya merupakan kamp tahanan terbesar yang didirikan Jepang di bagian timur Indonesia untuk menawan wanita dan anak-anak dari warga Belanda atau warga Sekutu lainnya. Hanya dua minggu setelah Jepang menyatakan menyerah dalam Perang Dunia II, warga kamp ini bisa menyelenggarakan acara yang mengembalikan keceriaan buat mereka, yaitu perayaan hari ulang tahun Ratu Wilhelmina yang ke-65. Sementara itu, kemungkinan tanpa banyak disadari oleh para penghuni kamp, Indonesia sudah menyatakan merdeka, dan suasana yang akan berujung pada pertikaian sengit hingga empat tahun berikutnya sudah mulai pecah.


Perlombaan estafet balok
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Perlombaan lintas aneka rintang
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Bocah-bocah kecil menonton kakak-kakaknya berlomba, ditemani tiga perempuan bernama Barendien, Ans de Jong, dan Weintré; dua anak dengan rambut dan kulit lebih gelap boleh jadi merupakan bocah campuran.
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Anak-anak sekolah di kamp Kampili didampingi Ny. Mobach (berkaca mata) dan Suster Willemien
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Dua lelaki dewasa penghuni kamp yang semuanya rohaniwan: Pendeta Spreeuwenberg dan Pastoor Beltjens, didampingi Suster Van Goor dan Grechten van Veen
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 31 Agustus 1945
Tempat: Kampili (Gowa, Sulawesi Selatan)
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Sabtu, 25 April 2026

Dari khazanah Bartele Gallery: Gambar dari buku "Indisch Prentenboek, I. Bedienden en Beroepen" tentang kuli dan jongos

Kuli
(klik untuk memperbesar | @ Bartele Gallery)
Jongos
(klik untuk memperbesar | @ Bartele Gallery)

Tahun terbit: 1909
Tahun peristiwa:
Tempat terbit: Amsterdam
Tokoh:
Deskripsi:
Juru foto/gambar: J.H. de Bussy
Sumber / Hak cipta: Bartele Gallery
Catatan: 1) Bartele Gallery adalah sebuah gerai di Hotel Indonesia Kempinksy yang menyediakan barang-barang antik terkait buku, barang cetakan, peta kuno, dsb. Gambar di atas diambil dari laman resmi galeri ini. 2) Edisi lain dari gambar kedua pernah dimuat di posting ini sebelumnya.

Jumat, 24 April 2026

Kamp tawanan Kampili setelah Jepang kalah: Perayaan hari ulang tahun Ratu Wilhelmina 31 Agustus 1945 (5)

Kamp Kampili tampaknya merupakan kamp tahanan terbesar yang didirikan Jepang di bagian timur Indonesia untuk menawan wanita dan anak-anak dari warga Belanda atau warga Sekutu lainnya. Hanya dua minggu setelah Jepang menyatakan menyerah dalam Perang Dunia II, warga kamp ini bisa menyelenggarakan acara yang mengembalikan keceriaan buat mereka, yaitu perayaan hari ulang tahun Ratu Wilhelmina yang ke-65. Sementara itu, kemungkinan tanpa banyak disadari oleh para penghuni kamp, Indonesia sudah menyatakan merdeka, dan suasana yang akan berujung pada pertikaian sengit hingga empat tahun berikutnya sudah mulai pecah.


Salah seorang pemuka kamp, Ny. Jans Luyendijk bersama anaknya
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Bocah laki-laki di ruangan yang difungsikan menjadi sekolah
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Foto bersama para gadis dan anak perempuan
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Foto bersama para bocah laki-laki dan yang tiga tahun kemudian sudah menjadi remaja
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Anak-anak mengerumuni mobil komandan kamp yang masih memakai pelat nomor AL Kekaisaran Jepang dengan lambang jangkar dan bunga serunai
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 31 Agustus 1945
Tempat: Kampili (Gowa, Sulawesi Selatan)
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan: Edisi lain dari foto nomor dua pernah dimuat sebelumnya di posting ini.

Kamis, 23 April 2026

Dari khazanah Bartele Gallery: Lukisan kuno tentang sekelompok pria Aceh dan mesjid yang dibentengi

Mesjid di Aceh yang diberi tembok pertahanan sekeliling (atas); enam pria Aceh termasuk satu anak-anak (bawah)
(klik untuk memperbesar | @ Bartele Gallery)

Tahun terbit: 1874
Tahun peristiwa: abad ke-19
Tempat terbit: Belanda
Tokoh:
Deskripsi:
Juru foto/gambar: 's Hage Wed. E. Spanier & Zn.
Sumber / Hak cipta: Bartele Gallery
Catatan: Bartele Gallery adalah sebuah gerai di Hotel Indonesia Kempinksy yang menyediakan barang-barang antik terkait buku, barang cetakan, peta kuno, dsb. Gambar di atas diambil dari laman resmi galeri ini.

Rabu, 22 April 2026

Kamp tawanan Kampili setelah Jepang kalah: Perayaan hari ulang tahun Ratu Wilhelmina 31 Agustus 1945 (4)

Kamp Kampili tampaknya merupakan kamp tahanan terbesar yang didirikan Jepang di bagian timur Indonesia untuk menawan wanita dan anak-anak dari warga Belanda atau warga Sekutu lainnya. Hanya dua minggu setelah Jepang menyatakan menyerah dalam Perang Dunia II, warga kamp ini bisa menyelenggarakan acara yang mengembalikan keceriaan buat mereka, yaitu perayaan hari ulang tahun Ratu Wilhelmina yang ke-65. Sementara itu, kemungkinan tanpa banyak disadari oleh para penghuni kamp, Indonesia sudah menyatakan merdeka, dan suasana yang akan berujung pada pertikaian sengit hingga empat tahun berikutnya sudah mulai pecah.


Para peserta perayaan mendengarkan sebuah pidato
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Wajah ceria para penghuni kamp setelah pembebasan, d.ki.k.ka. Marie Antoinette Charlotte Geraldine Ghislaine Wauters-Berendsen, Ans Prak, Susan Kuipers, Leida Grébe, Ny. Voskuil.
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Acara perayaan yang dipimpin oleh Pastor Beltjens Zus van Goor
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Suster Lutgarda di antara anak-anak yang 3 tahun tidak melihat ayahnya (sebagian mungkin tidak akan melihat lagi)
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Dua biarawati penghuni kamp: Suster Vincenza dan Suster Jozef
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 31 Agustus 1945
Tempat: Kampili (Gowa, Sulawesi Selatan)
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Selasa, 21 April 2026

Dari khazanah Bartele Gallery: Ketika kata Jawa/Melayu "amuk" masuk ke pebendaharaan bahasa-bahasa Eropa

Lukisan berjudul Indien de Java courant un Muck, yang bisa diterjemahkan bebas "Lelaki Hindia di Jawa mengamuk", menunjukkan seorang Jawa menghunus sebilah keris yang diarahkan ke seorang lelaki lain yang berusaha kabur, sementara seorang perempuan kemungkinan mencoba melerai.
(klik untuk memperbesar | @ Bartele Gallery)

Tahun terbit: ~1840
Tahun peristiwa: abad ke-19
Tempat terbit: Perancis
Tokoh:
Deskripsi: Kata Jawa→Melayu "amuk" diserap orang Portugis sebagai "amouco", yang kemudian menyebar ke bahasa Belanda "amok", Inggris "(run) amok", Jerman "Amok (laufen)", hingga Perancis seperti yang dilukiskan di atas "(courant un) muk". Menarik juga bahwa bangsa Yahudi mengambil kata ini melalui bahasa Jerman sebagai "אָמוֹק (ámok)".
Juru foto/gambar:
Sumber / Hak cipta: Bartele Gallery
Catatan: Bartele Gallery adalah sebuah gerai di Hotel Indonesia Kempinksy yang menyediakan barang-barang antik terkait buku, barang cetakan, peta kuno, dsb. Gambar di atas diambil dari laman resmi galeri ini.

Senin, 20 April 2026

Kamp tawanan Kampili setelah Jepang kalah: Perayaan hari ulang tahun Ratu Wilhelmina 31 Agustus 1945 (3)

Kamp Kampili tampaknya merupakan kamp tahanan terbesar yang didirikan Jepang di bagian timur Indonesia untuk menawan wanita dan anak-anak dari warga Belanda atau warga Sekutu lainnya. Hanya dua minggu setelah Jepang menyatakan menyerah dalam Perang Dunia II, warga kamp ini bisa menyelenggarakan acara yang mengembalikan keceriaan buat mereka, yaitu perayaan hari ulang tahun Ratu Wilhelmina yang ke-65. Sementara itu, kemungkinan tanpa banyak disadari oleh para penghuni kamp, Indonesia sudah menyatakan merdeka, dan suasana yang akan berujung pada pertikaian sengit hingga empat tahun berikutnya sudah mulai pecah.


Anak-anak berenang di sungai di sekitar kamp
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Barisan para anak-anak, wanita, dan biarawati penghuni kamp. Catatan foto menyebut nama Ny. Herdes en Ny. Joustra sebagai dua wanita yang berdiri di depan menghadap barisan.
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Anak-anak bermain masuk-keluar lorong
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Suasana di tengah kamp. Catatan foto menyebut nama Ny. Verhoeven dan Winny Ledoux (latar depan) serta Suster Willemien dan Ny. Herdes (berjalan membelakang).
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Ny. Gretchen van Veen memimpin paduan suara anak-anak
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 31 Agustus 1945
Tempat: Kampili (Gowa, Sulawesi Selatan)
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan: