Senin, 11 Mei 2026

Dari khazanah Bartele Gallery: Lukisan kuno yang menjelaskan asal-usul kata "biduan"

(klik untuk memperbesar | @ Bartele Gallery)

Tahun terbit: ~1858
Tahun peristiwa: abad ke-19
Tempat terbit: Den Haag
Tokoh:
Deskripsi: Kata "biduan" sekarang ini  bermakna "penyanyi", dan sering hanya digunakan dalam pengertian "penyanyi wanita", meskipun dulu orang memiliki kata sendiri "biduanita" untuk ini. Jika kita melihat gambar di bawah, pada abad ke-19 kata "biduan" (ditulis di gambar ini dalam huruf Jawi/Arab) awalnya memiliki makna pemusik jalanan, yang kemungkinan besar juga melantunkan lagu. Boleh jadi juga kata ini awalnya hanya diterapkan untuk kaum pria.
Juru foto/gambar: Auguste van Pers
Sumber / Hak cipta: Bartele Gallery
Catatan: Bartele Gallery adalah sebuah gerai di Hotel Indonesia Kempinksy yang menyediakan barang-barang antik terkait buku, barang cetakan, peta kuno, dsb. Gambar di atas diambil dari laman resmi galeri ini.

Minggu, 10 Mei 2026

Latihan militer KNIL di sekitar Tanjung Priuk, 1934 (1)

Penembakan cahaya magnesium ke langit yang kemudian turun perlahan dengan parasut
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Latihan kesiagaan menghadapi serbuan musuh dari arah laut
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Penembakan lampu sorot yang sangat terang ke arah bagian pantai yang menjadi potensi tempat serangan dari arah laut
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 22 September 1934
Tempat: sekitar Tanjung Priuk, Jakarta
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Sabtu, 09 Mei 2026

Dari khazanah Bartele Gallery: Lukisan kuno yang memperjelas asal-usul kata "Koja"

(klik untuk memperbesar | @ Bartele Gallery)

Tahun terbit: ~1853
Tahun peristiwa: abad ke-19
Tempat terbit: Den Haag
Tokoh:
Deskripsi: Kata "Koja" merupakan penuturan leluhur kita atas kata "Khoja" yang merupakan sebutan untuk kelompok warga Muslim Isma'ili di India dan Persia, terutama di Gujarat. Sebagian dari mereka datang ke Nusantara sebagai saudagar yang banyak menjual kain, sebagaimana ditampilkan di gambar di bawah ini. Ini yang kemudian membuat kata "Koja" berkonotasi erat dengan pedagang kain. Populernya "Koja" ini a.l. bisa terlihat dari adanya beberapa wilayah yang disebut "Pekojan" di Jakarta, di samping tentunya Kecamatan Koja dengan Pasar Koja-nya, dan boleh jadi juga Kampung Koja di Tangerang atau Pasir Koja di Bandung.
Juru foto/gambar: Auguste van Pers
Sumber / Hak cipta: Bartele Gallery
Catatan: Bartele Gallery adalah sebuah gerai di Hotel Indonesia Kempinksy yang menyediakan barang-barang antik terkait buku, barang cetakan, peta kuno, dsb. Gambar di atas diambil dari laman resmi galeri ini.

Jumat, 08 Mei 2026

Gubernur Jenderal Hindia-Belanda terakhir, Tjarda van Starkenborgh Stachouwer: Dalam Koninginnedag terakhir sebelum invasi Jepang, 1941 (3)

Koninginnedag (sekarang Koningsdag) merupakan hari nasional besar bagi warga Belanda. Pada hari itu warga Belanda di negerinya, dan di wilayah jajahannya, merayakan hari ulang tahun Sang Ratu (sekarang Raja). Tahun 1941 merupakan saat terakhir di mana Hindia-Belanda merayakan hari besar ini di bawah pimpinan Gubernur Jenderal. Tidak sampai lima bulan kemudian, pasukan Jepang menyerang dan kemudian menduduki Hindia-Belanda.

(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 31 Agustus 1941 (hari ulang tahun Ratu Wilhelmina yang ke-61)
Tempat: Jakarta, tepatnya di area yang sekarang menjadi Istana Merdeka
Tokoh: Conrad Emil Lambert Helfrich (depan kanan; Panglima KNIL Laut, terkenal karena prestasi armada kapal selamnya dalam menenggelamkan kapal-kapal Jepang, kelak menjadi penentang sengit kemerdekaan Indonesia); Jonkheer Alidius Warmoldus Lambertus Tjarda van Starkenborgh Stachouwer (bersetelan serba putih; Gubernur Jenderal Hindia-Belanda 1936-1942); Letnan Jenderal Gerardus Johannes Berenschot (depan kiri; Panglima KNIL) 
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Kamis, 07 Mei 2026

Dari khazanah Bartele Gallery: Lukisan kuno dari abad ke-17 tentang tarian pasangan Jawa

Lukisan ini mencoba menampilkan laporan perjalanan tentang orang Jawa yang menari berpasangan dengan diiringi gamelan. Penggambaran beberapa hal tampaknya sangat dipengaruhi imajinasi pelukis,seperti bentuk gamelan, kemben tipis, kain para penari, dan blangkon atau tutup kepala kaum pria.
(klik untuk memperbesar | @ Bartele Gallery)

Tahun terbit: awal abad ke-17
Tahun peristiwa: akhir abad ke-16
Tempat terbit: kemungkinan Jerman
Tokoh:
Deskripsi:
Juru foto/gambar: Theodore De Bry
Sumber / Hak cipta: Bartele Gallery
Catatan: Bartele Gallery adalah sebuah gerai di Hotel Indonesia Kempinksy yang menyediakan barang-barang antik terkait buku, barang cetakan, peta kuno, dsb. Gambar di atas diambil dari laman resmi galeri ini.

Rabu, 06 Mei 2026

Tim sabotase KNIL siap meninggalkan Kalimantan setelah membakar Balikpapan, 1942

(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 2 Februari 1942
Tempat: Kalimantan (kemungkinan sekitar Balikpapan)
Tokoh:
Peristiwa: Di akhir Januari 1942, ketika gerak maju pasukan Jepang makin tak terbendung dan posisi KNIL makin terdesak, pihak Belanda di Balikpapan memutuskan untuk membentuk satuan yang bertugas membuat sabotase terhadap fasilitas penting, seperti kilang minyak, agar tidak bisa dimanfaatkan militer Jepang. Setelah menyebar beberapa kebakaran, satuan ini berpencar dalam beberapa grup kecil. Satuan di atas terdiri dari 3 orang: J.A. van Schaveren dan D. Schotte yang duduk, serta W.A. van der Pijl yang mengambil foto. Mereka sedang menunggu kedatangan perahu yang akan membawa mereka ke Sulawesi, kemudian ke Lombok, untuk selanjutnya pulang (ke Belanda melalui Australia?). Ketiga orang ini termasuk yang beruntung tidak tertangkap Jepang, tidak ditahan dan dibuang ke kamp tawanan, dan tidak tereksekusi Jepang.
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Selasa, 05 Mei 2026

Dari khazanah Bartele Gallery: Lukisan kuno tentang seorang sahaya perempuan di Manado

(klik untuk memperbesar | @ Bartele Gallery)

Tahun terbit: 1858
Tahun peristiwa: abad ke-19
Tempat terbit: Leiden
Tokoh:
Deskripsi:
Juru foto/gambar: G.J. Bos (salinan dari karya J.T. Bik)
Sumber / Hak cipta: Bartele Gallery
Catatan: Bartele Gallery adalah sebuah gerai di Hotel Indonesia Kempinksy yang menyediakan barang-barang antik terkait buku, barang cetakan, peta kuno, dsb. Gambar di atas diambil dari laman resmi galeri ini.